
"Nona Zie, sini," Pak sutradara memanggil Zifana, mungkin akan memberikan pengarahan.
Zifana kini menatap ke arah dimana Pak sutradara berada. Jantungnya tak karuan saat melihat ada Delon disana. Zifana diam sejenak, sampai pada akhirnya Pak Sutradara kembali memanggilnya.
"Nona Zie, kau melamun?" tanyanya sedikit teriak.
Delon yang semula menunduk, kini menatap ke arah sana, dia melihat Zifana tampak berjalan ke arah dimana dirinya dan Pak sutradara berada setelah mendengar suara Pak Sutradara memanggilnya lagi.
Tatapan mata Delon memandang dengan teduh wanita cantik yang berstatus sebagai istrinya itu. Gemas, sebal, kesal. Semua seolah membuncah dalam hatinya.
"Iya Pak, ada apa?" tanya Zifana pada Pak sutradara yang tampak tenang itu. Zifana berdiri tepat di samping Delon setelah sampai di tempat itu.
"Jangan lelet Nona, sebagai model profesional harusnya kau bisa membaca situasi." ketus Delon sambil melirik ke arah Zifana.
Zifana yang sedikit tersinggung dengan sambutan Delon tampak memejamkan matanya. Orang di sampingnya selalu menyulut emosinya.
"Terimakasih Tuan, atas masukannya," ketusnya.
"Kau tersinggung?" tanyanya seakan mengintimidasi.
__ADS_1
"Ini proyekku, kau bekerja padaku. Sangat wajar bila aku menegurmu," ketus Delon lagi. Sebenarnya hatinya juga bingung, kenapa harus marah pada Zifana yang tak melakukan salah apapun itu.
"Maaf Tuan Delon yang terhormat. Aku tau itu. Andai kau tau, aku baru saja selesai take. Ini jauh lebih cepat dari waktu yang ditentukan lo Tuan Delon, ini bukan lelet. Bukankah begitu Pak sutradara?" sanggah Zifana dengan berani.
Bagi Zifana, Delon selalu ketus dan tak tau tempat. Bahkan melakukan kesalahan apa dia tak tau. Mengada ngada dan Sangat menyebalkan. Zifana mengalihkan pandangannya.
Delon mengepalkan tangannya, ingin marah. Tapi gerakan bibir Zifana mengingatkannya pada satu kelembutan yang pernah dirasakannya. Delon mengalihkan pandangannya.
Pak sutradara tampak bingung, bagaimana bisa modelnya seberani ini pada CEO Wilantama grup? Dia yang segan pada keduanya mencari jalan aman saja.
"Nona Zie, ini adalah Tuan Delon yang akan beradu Acting dengan anda. Dia adalah CEO wilantama grup yang mengelola ZA dealer ini. Mohon untuk bersikap lebih sopan," ucapnya.
"Mungkin sebelumnya kalian sudah berkomunikasikan? Jadi saya minta sebaiknya jangan berdebat. Saya minta, Tuan Delon dan juga Nona Zie bermain dengan konsentrasi untuk mendapatkan gambar dan Vidio yang sesuai dengan harapan," ucap Pak Sutradara menyela perdebatan mereka.
Delon dan Zifana saling menatap. Mereka tampak mencoba menenangkan dirinya masing masing.
"Sudah paham?" tanya Pak Sutradara. Zifana dan Delon tampak berdiam.
"Pastinya naskah yang sudah diberikan sudah dipelajarikan? Sebaiknya kita segera memulai agar secepatnya pekerjaan ini selesai dan sore atau malam nanti bisa tayang setelah beberapa proses editing," ucap Pak Sutradara.
__ADS_1
Zifana dan Delon tampak mengangguk. Dipastikan jantung mereka sama sama berdetak tak karuan mengingat naskah yang diberikan.
"Sebaiknya kita segera ke arena, crew sudah menunggu disana," ucap pak sutradara lagi kemudian melangkah pergi.
Delon dan Zifana yang sempat saling melirik kini tampak berjalan juga. Mereka mengikuti langkah pak sutradara ke arena.
Tak lama kemudian, sampailah mereka di sebuah ruangan besar yang memamerkan beberapa unit mobil yang sangat bagus. Zifana tampak antusias, matanya berbinar indah. Dalam pikirannya, hanya bisa berangan mempunyai Dealer sesuksea ini.
Hingga pada akhirnya Zifana dan Delon diminta untuk melakukan pemotretan dahulu. Mereka berfoto di depan beberapa mobil yang akan dilauncingkan.
Bak calon pasangan suami istri, mereka diminta oleh sutradara untuk berdiri di depan mobil. Saling bergandengan tangan dan saling menatap sesuai tema. Tak ada kendala di tahab ini.
Di adegan yang lain, Zifana duduk diatas mobil bagian depan sedangkan Delon berdiri di sampingnya.
"Tuan Delon, bisa menatap Nona Zie? yang mesra begitu," ucap fotografer.
Delon dan Zifana yang tampak gugup kini menoleh bersamaan. Delon menatap ke arah Zifana, keduanya saling berpandangan. Perasaan aneh menyelinap di hati keduanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1