
Delon melangkahkan kakinya menuju mansion mewahnya. Kabar jika Gisel pulang sangat membahagiakan baginya.
Segera Delon berlari kecil saat pelayan membuka pintu dan menyambut kedatangannya.
"Nona Gisel telah menunggu di ruang santai Tuan Muda," ucap kepala pelayan.
Delon mengangguk dan memutar langkahnya ke arah ruang santai. Benar saja, disana ada Gisel yang tengah menikmati jus stroberi yang sangat menggiurkan.
"Selamat malam Nona Gisel," ucap Delon. Mendengar suara bariton memanggilnya, Gisel menoleh dan berdiri.
Dia merentangkan tangannya dan disambut pelukan hangat kakak tercintamya.
"Malam kak, aku sangat merindukanmu," ucapnya.
"Bagaimana bisa kau kembali, bukankah masih sebulan lagi wisuda kelulusanmu?" tanya Delon pada adik kesayangan yang berusia 6 tahun dibawahnya itu.
"Itu hal yang mudah, apa kau terganggu dengan kehadiranku? Apa dengan keberadaanku kebebasanmu akan tersita? Apa kau takut kebersamaanmu terganggu ketika bersama istri mudamu Kak?" tanya Gisel panjang lebar.
Delon memejamkan matanya, dia melepas pelukan pada adiknya dan menatap ke arah adiknya dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Jadi adiknya sudah tau soal ini?
"Bagaimana bisa kau menduakan Kak Vely, Tuan Arzenio Delon Wilantama," ucap Gisel lagi. Delon menghela napas panjang.
"Jadi kau sudah tau soal ini?" tanya Delon.
__ADS_1
"Hem, apa kau tak suka?" tanya Gisel.
"Ini semata untuk Elia," ucap Delon mencoba untuk santai.
"Untuk Elia? Benarkah?" tanya Gisel lagi.
"Hem," sahut Delon.
"Tapi kau menyakiti Kak Vely?" ucap Gisel seakan memojokannya. Delon menautkan alisnya. Kenapa adiknya seakan menyalahkannya? Bukankah ini adalah kesepakatan antara dirinya dan Vely?
"Vely setuju dan Mama mendesakku," ucap Delon.
"Kakak bilang kak Vely setuju?" tanya Gisel. Delon menganggukan kepalanya.
"Ya Vely setuju," ucap Delon.
Gisel mencoba untuk tenang. Mungkin saja Vely memang mengatakan iya walau dengan terpaksa.
"Apa kakak tidak tau bagaimana sakitnya dihianati? Apa kakak tidak tau perasaanya? Jika pun kak Vely yang meminta, aku tau pasti hati Kak Vely sangat hancur, apalagi baru menikah hampir seminggu saja kakak sudah mengabaikan Kak Vely," ucap Gisel.
Delon seakan tak suka dengan ucapan Gisel, kenapa seakan memojokan dirinya? Ucapan Andreas mengiang di pikirannya.
"Sepertinya kau tidak bisa memanjakan istri kesayanganmu itu, tak menutup kemungkinan yang terlihat baik bisa menerkam dari belakang,"
__ADS_1
Delon menatap Gisel dengan sorot mata waspada.
"Jadi kau pulang hanya untuk menanyakan ini? Apa Vely yang mengatakan semuanya padamu? Mengatakan apa dia sehingga sepertinya kau menuduhku?" tanya Delon dengan suara yang mengintimidasi.
Bahkan Dua hari Vely tak mengangkat telepon darinya. Apa yang sebenarnya terjadi?
"Dia hanya bilang kakak melupakannya setelah menikah dengan wanita itu. Aku jadi curiga, wanita seperti apa dia," ucap Gisel. Delon terkekeh.
"Jadi kau percaya pada Vely bahwa aku melupakannya? Girl, kau tau persis bila aku sangat mencintainya, aku yakin Vely hanya cemburu," ucap Delon. Gisel menatap kakaknya, Delon memang sangat mencintai kakak iparnya. Bahkan Delon tak pernah berbohong sejak dulu. Jadi sebenarnya ada apa? Entahlah, walau begitu dia tetap tidak suka melihat kakaknya mempunyai dua istri.
"Kau benar, dan karna itu dia pulang besok," ucap Gisel.
Delon menatap adiknya dengan tenang, kabar ini membuatnya bahagia. Tapi, entah kenapa dia juga tak nyaman. Besok? Besok mamanya dan Elia pulang, lalu bagaimana dengan Zifana? Delon menghela napas panjang.
"Apa benar Vely telah menyelesaikan pengobatan? Dia bilang enam bulan kedepan baru selesai, dan paling cepat sebulan lagi. Apa jadwal bisa berubah sedrastis itu?" tanya Delon. Entah, dia tak tau, kenapa keraguan kian menggerogoti hatinya.
"Kak Vely akan memeriksakan kesehatan di sini, apa kau keberatan?" tanya Gisel.
Delon menghela napas panjang, kenapa seperti ada yang tidak beres? Apa yang sebenarnya terjadi?
"Dimana istri mudamu?" tanya Gisel pada kakaknya.
Delon terdiam, enggan dia menyebutkan keberadaan Zifana. Vely dan Gisel sangat dekat. Lalu, bagaimana jika mereka memperlakukan Zifana dengan tidak adil? Kenapa dia tampak hawatir?
__ADS_1
...----------------...