Istri Simpanan Tuan Delon

Istri Simpanan Tuan Delon
ISTD. Supermarket


__ADS_3

"Nona Zie," ucap Steve dengan memijat pelipisnya.


"Nona Zie?" tanya Vely mencoba meyakinkan dirinya sambil menatap ke arah suaminya yang kini terlihat kacau itu.


"Ya," jawab Steve sambil menutup beberapa berkas yang ada di meja.


Vely tampak menghela napas dan tampak ingin protes. Bagaimana bisa dia digantikan oleh wanita itu? Seorang sekretaris? Kenapa bukan model lainya?


"Tapi baby, kenapa Nona Zie? Dia bukan model, dia hanya seorang sekretaris, ya walaupun dia pernah bercerita bahwa dia juga pernah mendalami permodelan. Tapi hanya sebentar, dan itu bagiku tidak masuk akal ketika dia harus menggantikan aku di proyek besar ini," ucap Vely tampak kesal.


Steve tampak memejamkan matanya, kenapa istrinya itu tampak menyalahkan Zie? Padahal seharusnya dia berterimakasih.


"Honey, jangan banyak bicara. Kau tau, Nona Zie mau menggantikanmu itu adalah hal yang sangat membahagiakan. Jikalau saja kau tidak pergi semua ini juga tidak akan terjadi, Nona Zie malah membantu kita untuk mendapatkan kontrak kerja dengan Wilantama grup. Bukankah kau tau sangsi apa yang akan kita dapatkan jika melanggar aturan?" ucap Steve sambil menatap ke arah Vely seolah membela Zifana.


"Tapi baby, kenapa harus dia?" sentak Vely.


Steve menghembuskan napas kasar.


"Bagaimana tidak, disana tidak ada siapapun. Dan Saat itu mantan suamimu yang keras kepala itu meminta saat itu juga bertemu dengan modelnya. Lalu harus bagaimana lagi kalau bukan nona Zie? tak ada pilihan lain, itupun aku dan Willy memaksanya!" sentak Steve.


Vely tampak memyedekapkan tangannya di depan dada. Dia menatap ke arah Steve dengan kesal.


"Sudahlah Vel, jangan mempermasalahkan ini. Karna pada akhirnya bukan kamu juga yang memegang proyek ini. Trima saja, karna ini adalah pilihan kita, bukannkah kita belum siap ketahuan oleh Delon? Kalau kita ketahuan. Bukan hanya proyek yang hilang. Bahkan hidupku dan hidupmu bisa hancur. Seperti kesepakatan awal, kita harus mengambil alih dulu sertifikat yang menjadi namamu kemudian baru melakukan apa yang kita mau," ucap Steve.


Vely menatap ke arah luaran sana, wajahnya tampak sebal. Lagi lagi pikirannya tak trima. Dia seperti bayangan sekarang. Seolah tak berarti, hanya nomer dua, bagi Steve dan juga Delon. Hatinya sangat sesak.


Steve melingkarkan tangannya di pinggang Vely dan meletakan dagunya di pundak Vely.


"Sayang, apa kau cemburu pada Nona Zie?" tanyanya. Vely tampak diam. Apa yang ditanyakan oleh Steve sangat mengena di hatinya. Vely diam. Steve memutar tubuh Vely dan menghadapkan wanita itu padanya.


"Kau yang akan selalu ada di hatiku baby, aku mencintaimu. Aku menyayangimu, tak ada yang lain. Sekarang, dari pada kau marah marah tak jelas, sebaiknya kita ke mall, kau beli apa yang kau mau. Kita lanjut makan siang nantinya," ucap steve sambil mengec*p singkat pipi Vely.


Vely tersenyum dan memeluk erat tubuh Steve.


"Oke, tapi janji kau tidak main api dengan wanita itu," ucap Vely.


"Ya, aku janji, hanya kamu," ucap Steve. Vely mengetatkan pelukannya.


Mereka segera berjalan ke arah parkiran. Mereka akan pergi ke supermarket terdekat yang berada di kota itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Delon menghentikan mobilnya di sebuah supermarket terbesar di kota itu. Segera Delon keluar dari mobil. Zifana juga sama.

__ADS_1


"Kak, kenapa kita ke sini?" tanya Zifana yang kini berdiri di samping Delon.


Delon yang hampir saja menjawab tiba tiba mendapatkan panggilan telepon dia mengangkat panggilan dari seseorang.


Sedangkan Zifana menatap ke arah supermarket itu. Jiwa shopingnya meronta, tapi dia tak punya uang sama sekali. Willy belum memberikan honor yang dia janjikan karna Zifana belum ada atm. Hanya ada beberapa lembar uang seratus ribuan di tasnya.


"Astaga," lirihnya.


Delon yang sudah jauh dari Zifana tampak menutup ponselnya dan kini berhadapan dengan seseorang.


"Siang Tuan Delon," ucap orang itu.


"Siang, jon. Aku ada meeting sebentar dengan beberapa klien. Kau, temani Nona itu berkeliling. Ambilkan apa yang dia mau," ucap Delon sambil menatap ke arah Zifana.


"Baik, Bos," jawab Jon tanpa bertanya apapun.


"Oke, sekarang lakukan apa yang saya minta," ucap Delon.


Manager mall itu mengangguk dan melangkah menuju ke arah Zifana. Delon segera melangkahkan kakinya menjauh.


"Maaf Nona, selamat siang," ucap jon sambil menatap ke arah Zifana.


"Siang," jawab Zifana.


"Saya di perintah Tuan Delon untuk menemani anda berkeliling mall. Mari kita berjalan sekarang, Tuan juga berpesan agar nona mengambil apa yang Nona mau," ucap Jon.


"Nona," panggil jon dan mampu membuat Zifana membuyarkan lamunan.


"Ya," jawab Zifana.


"Mari," ucapnya.


Jon dan Zifana tampak memasuki beberapa tempat sepatu brand ternama, perhiasan ternama, dan beberapa baju ternama. Mereka tampak berbicara dengan antusias. Dan Zifana tak sekalipun mengambil barang.


Saat ini, mereka ada di depan pintu tempat jam tangan ternama. Akan tetapi Jon-manajer itu mendapatkan panggilan telepon untuk menuju ke depan sebentar.


"Nona, saya boleh pergi sebentar? Ada sedikit masalah di bawah. Nona bisa masuk dulu dan melihat lihat," ucap Jon.


"Oh iya, tidak masalah. Saya akan masuk sendiri," ucap Zifana.


Jon segera pergi, sedangkan Zifana segera masuk ke tempat jam tangan itu. Beberapa jam tangan tertata rapi, Zifana tampak tersenyum. Tapi dia juga sedih, dia punya banyak koleksi jam di rumah dan di butik. Akan tetapi, semuanya hilanglah sudah. Zifana lagi lagi bersedih mengingat itu semua.


Zifana memutar langkahnya dan....

__ADS_1


Brak


Zifana membelalakkan matanya saat dia menyenggol satu kotak jam tangan dan menjatuhkannya.


Segera dia meraih jam tangan yang berada di bawah itu.


"Ini kenapa Nona?" seorang pegawai mendekati Zifana.


"Maaf mbak, ini...." Suara Zifana tampak tercekat, karna jam tangan yang ada ditangannya itu sedikit lecet.


Pegawai itu tampak medekat dan meraih jam itu.


"Mbak menjatuhkan? Mbak bisa membayar jam ini?" tanyanya sinis. Zifana tampak diam dia bingung.


Melihat ada keributan, salah satu pegawai ikut mendekat juga.


"Ada apa?" tanyanya pada rekannya.


"Dia menjatuhkan ini, aku tanya bisa bayar enggak dia diam saja. Bukankah ini bahaya bagi kita? Kita bisa di pecat," ucapnya.


Pegawai yang baru datang itu menatap Zifana dengan tajam. Menatap ke arah zifana dari kepala sampai kaki.


"Mbak, kau itu dilihat dari gaya orang kaya. Wajah cantik, sepatu brand. Tapi kenapa membayar jam ini saja diam? Tak mampu hem? Apa mbak bisa seperti itu karna uang haram dari om om? Dan sekarang om om itu tidak ikut? Mbak, kalo tidak bisa membayar, jangan datang kesini dan merusak, karna ini merugikan kami," cerocos pegawai itu panjang lebar dan membuat Zifana memejamkan matanya. Hatinya terasa sesak sekali.


Kenapa dia merasakan sakit? Mendengar celoteh mereka yang menyakitkan membuatnya ingat kesombongannya dulu


"Astagfirullah, ampuni aku," lirihnya.


"Maaf mbak, saya tidak sengaja. Saya memang tidak bisa membayar tapi nanti saya akan....."


"Halah, jangan banyak alasan mbak! Bilang saja nggak punya uang, dasar wanita penggoda!" sentak pegawai itu.


Deg


Zifana lagi lagi merasakan sesak di dadanya, hatinya begitu sakit. Delon, dimana suaminya itu?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Assalamualaikum WRWB...


Readers tersayang maaf baru bisa up. Sekedar bercerita sedikit sedih😢😢, bahwa di daerah othor ramah. Yaitu daerah ngawi jawa timur baru saja terkena angin ****** bliung yang merobohkan beberapa rumah dan pepohonan. Meninggalkan sebuah kesedihan dan ketakutan. Minta doanya agar kami semua dalam dilindungi Allah SWT, selamat dari mara bahaya di hari selanjutnya. Amin.


Begitu juga dengan readers tersayang, dimanapun berada semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Terhindar dari mara bahaya, sehat, rezeki berlimpah. Amin...

__ADS_1


Love sekebun cabe buat kalian... sehat sehat ya... 😢😢


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2