
Vely berulangkali keluar dari kamar, tak ada terlihat Delon pulang. Dirinya sudah sedari siang pulang.Dia menunggu Delon yang tak kunjung tiba.
Kemana lelaki itu? Masih bersama model itu, atau justru bersama dengan istri simpanannya? Kenapa dia tidak bisa berpikir apapun? Bahkan hanya untuk mencari tau siapa istri simpanan Delon yang membuat Elia tunduk itu juga tak bisa.
Vely merasa kesal, bahkan dirinya merasa dongkol pada Steve yang dia rasa sangat menjengkelkan.
"Vely, kau tau, Nona Zie yang membantu kita. Biarkan ini berjalan sesuai alur, jangan kau macam macam mengganggunya karna ini adalah bisnis. Andai saja sedari awal aku tau jika bekerja sama dengan perusahaan Delon, maka aku tidak akan pernah mau,"
Ucapan Steve membuatnya semakin kesal, dia rasa keberadaan dari Zie, sekertaris dari Willy itu sudah meracuni otak suaminya. Lalu, dimana Delon dan wanita itu pergi? Kenapa sampai malam belum juga datang!
Vely menuruni anak tangga, suasana rumah begitu sepi. Mama Amel dan Elia keluar dari mansionnya menuju ke mansion kakek Wilan. Elia yang rewel membuat Mama Amel tak bisa diam saja. Bahkan ketidak bisaan Vely menenangkan Elia malah membuat mama Amel emosi. Vely mengusap kasar wajahnya, kenapa sial sekali dirinya hari ini?
Gisel, dimana adik iparnya itu? Adik ipar yang akan dia ajak kerjasama, malah entah kemana sejak pagi dia juga tidak tau. Vely mengusap dadanya yang merasakan sesak. Entah, tiba tiba saja dia merasakan kepalanya sedikit nyeri. Akan tetapi dia mengabaikan itu saat Delon tampak masuk ke dalam mansion.
"Sayang," sapa Vely sambil mendekat ke arah Delon yang kini berjalan juga ke arahnya.
"Darimana saja kamu? Kenapa tidak pulang pulang?" tanya Vely dengan binar mata yang tampak bahagia. Vely mengecup singkat pipi Delon.
Delon terdiam, sejujurnya dia sangat muak melihat wajah Vely. Tapi dia harus bersabar sebentar, untuk mencapai tujuannya.
"Aku baru saja pulang kerja, apa kau tidak tau?" jawabnya dingin. Tetap saja sakit hatinya tidak bisa dia sembunyikan sehingga membuatnya terasa dingin.
"Sayang, kenapa kau seolah mengabaikan aku?" tanya Vely yang merasa terabaikan. Delon terdiam.
"Apa yang membuatmu dingin seperti ini? Apa karna istri simpananmu? Atau model itu?" ucap Vely yang merasa geram. Suaranya sedikit lirih, air mata Vely meleleh, entah itu air mata macam apa.
"Aku pulang untukmu, tapi kenapa kamu seakan tidak memperdulikan aku, Sayang?" sentak Vely.
__ADS_1
Delon mengepalkan tangannya. Ingin rasanya mencaci wanita di depannya. Bukankah Vely yang menghianatinya? Bukannya Vely yang menoreh luka? Lalu bagaimana bisa wanita didepannya berucap seperti ini?
Jika saat ini Vely bersedih, maka kesedihan ini yang memang Delon harapkan. Sakit hati yang seperti ini yang Delon mau. Bagi Delon ini masih belum seberapa dibanding dengan kejahatan yang dilakukan oleh mantan istrinya ini. Rasa sakit itu merayap di hati Delon, membuat dirinya seakan menyimpan sejuta dendam pada wanita di depannya.
"Bukankah ini maumu? Menjadi wanita mandiri tanpa aku? Bukankah ini semua maumu, hem?" tanya Delon.
Vely mengusap air matanya, dia menatap Delon dengan sorot mata tajamnya.
"Ini bukan inginku Sayang, aku hanya tidak mau merepotkanmu," ucap Vely.
Delon tersenyum sinis dan menatap ke arah Vely.
"Oke, ku pikir kau cukup tau posisimu sekarang. Memang seharusnya kau tidak merepotkan aku. Memang seharusnya kau tidak berada disini, tidak seharusnya kau berdiri di depanku!" sentak Delon.
Deg
"Apa maksudmu?" tanya Vely dengan deraian air mata di pipinya.
"Aku pikir kau tau semuanya, aku pikir kau cukup pandai untuk menerjemahkan apa maksudku Nona Vely," ucap Delon kemudian melangkah menaiki anak tangga.
Tujuan utamanya adalah Elia, persetan dengan wanita yang kini mengejar langkahnya itu. Wanita yang menghianatinya, wanita yang menoreh luka, wanita yang sangat dia cintai tetapi berhati iblis. Hati Delon terlampau sakit, entah bisa membuka hati atau tidak dia bahkan tidak tau.
"Delon, tunggu!"
Vely mengejar langkah Delon, dia menarik tangan Delon sehingga lelaki itu kini menghadap ke arahnya dengan sempurna. Keduanya saling menatap, melihat wajah Vely membuat luka batin Delon semakin nyata. Luka itu sangat perih dia rasakan. Tapi kenapa untuk menghancurkan Vely saat ini dia masih berpikir berulang kali?
Delon mengibaskan tangan Vely dan kembali melangkah, dibukanya kamar Elia dan tak ada siapapun disana.
__ADS_1
Delon mengarahkan pandangannya ke arah Vely, seolah dia bertanya kemana Elia? Vely menatap Delon yang semakin murka.
"Elia....."
"Bahkan, memberikan kenyamanan pada putrimupun kau tak sanggup? Wanita macam apa kau?" sentak Delon.
Deg
Hati Vely terasa sakit, ucapan Delon kali ini seperti mengubur imajinasi yang selama ini dia impikan. Sebenarnya apa yang membuat Delon seperti ini? Adakah sesuatu yang diketahui Delon?
Delon berlalu begitu saja, dia meninggalkan Vely dan menuju ke arah parkiran. Tak dihiraukannya teriakan Vely yang memanggilnya.
Delon masuk kedalam mobilnya dan menancap gas mobilnya. Beberapa kali dia memukul setiran mobil. Rasanya hatinya begitu sakit. Vely benar benar memberikan luka dalam di batinnya.
Delon mengusap kasar wajahnya, bahkan dia tau Vely adalah model yang mengatasnamakan dirinya Klara. Saat itu, Delon mengetahui Vely di WL grup. Dia meminta Andreas untuk menyelidiki.
"Klara, dia adalah Vely mantan istrimu" ucap Andreas saat itu. Hancur sudah hati Delon, selama ini dia tertipu? Selama ini dia menjadi manusia bodoh?
Lagi, Delon tau siang tadi Vely menguping sehingga Delon memperbesar suaranya saat meminta Mansion.
Delon mengusap wajahnya dengan kasar. File yang dikirimkan Andreas padanya setelah meeting tadi benar benar memukul hatinya. Semua kenyataan pahit begitu membuatnya terluka. Vely benar benar keterlaluan. Dan yang lebih mencengangkan, bagaimana bisa Steve dan Vely adalah pasangan suami istri?
Tak ada maaf untuk Vely. Hanya menunggu hari esok, setelah proyek besarnya launcing. Maka dia akan menghancurkan Vely dan Steve sekaligus. Dia yakin, Steve juga terlibat dalam hal ini.
Delon mengepalkan tangannya, tujuannya saat ini adalah menjemput Elia. Dia ingin memeluk putrinya itu. Baru saja dia mendapatkan Voice note dari kontak mama Amel bahwa dia dan Elia berada di mansion kakeknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1