Istri Simpanan Tuan Delon

Istri Simpanan Tuan Delon
ISTD. Bersama Kakek


__ADS_3

"Kau tak berniat menyapaku?" ucap orang itu dan membuat Delon berbalik arah.


Delon mengarahkan pandangan matanya ke arah taman indah di depannya, seorang lanjut usia, akan tetapi masih sangat bugar tengah menatap ke arahnya.


Delon terdiam, hingga pada akhirnya kakek bergeser dan menepuk tempat duduk di sampingnya.


"Sini, apa kau berniat berdiri saja disitu?" tanya kakek.


Delon tersenyum dan segera berjalan ke sana, Delon tampak terkejut. Dia pikir kakeknya akan mengusirnya atau bahkan memakinya. Akan tetapi sambutan kakeknya tidak seperti apa yang dia pikirkan.


"Kakek apa kabar?" tanyanya. Sejenak Delon memeluk tubuh tua kakeknya. Kini dia merasakan betapa hangat pelukan kakek yang selama lima tahun ini tak dirasakannya.


Bahkan, dia menyesal telah melukai hati kakeknya hanya untuk membahagiakan wanita yang ternyata tidak benar benar menyayanginya.


"Kakek baik, kau sendiri bagaimana?" tanya kakeknya.


Walaupun tidak dijawab Delon, kakek tau apa yang kini menimpa cucunya yang sebenarnya tak pernah lepas dari pengawasannya.


"Seperti yang kakek lihat, aku baik baik saja," jawabnya singkat sambil melepaskan pelukan.


Kakek Wilan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Sukurlah jika begitu," ucap kakeknya.

__ADS_1


"Mama dan putrimu sudah tidur, kau istirahatlah. Bukankah kau akan ada pemotretan besok?" tanya kakeknya.


Delon menautkan alisnya, dia tersenyum tipis. Dia semakin yakin jika kakeknya selalu mengawasinya. Dia bahagia, jadi kakeknya tetap saja memperlakukannya sama seperti dulu? Tidak ada yang berubah? Lalu, bagaimana bisa dirinya pernah menyangka kakeknya menjauh? Delon memejamkan matanya.


Sepertinya kakeknya tetap kakeknya yang sangat menyayanginya. Dia tak mungkin melewatkan momen ini.


"Kakek mengawasiku?" tanyanya seolah mengintimidasi. Sebenarnya dia bergurau untuk mencairkan suasana.


Kakek Wilan tersenyum dan berdiri, dia menepuk pelan pundak cucunya.


"Dia istri barumu?" tanyanya.


Delon terkekeh dan berdiri juga, semakin rasa bersalah bergelayut di hatinya. Matanya berkaca dan memeluk erat kakeknya lagi.


"Maafkan Delon kek, bahkan untuk yang kedua kalinya Delon mengecewakan kakek," ucapnya. Kakek Wilan tau kemana arah pembicaraan Delon. Tapi, saat ini sepertinya hatinya tak menyimpan suatu prasangka yang jelek pada wanita kedua bagi Delon itu.


Dia menghela napas panjang, apa kakek sebenarnya sudah tau kebusukan Vely? Lalu bagaimana bisa beliau tidak mengatakan? Atau justru Delon sendiri yang membutakan mata dan ment*likan telinga hingga tak mau mendengar penjelasan kakeknya.


"Kakek tau juga tentang itu?" tanya Delon.


Kakek menghela napas panjang dan menatap ke arah cucunya.


"Kau meragukan kakek?" tanyanya.

__ADS_1


"Aku masih ingin memberikan pelajaran berharga padanya," ucap Delon. Kakek mengganggukan kepalanya.


"Apa katamu saja. Yang penting, perbaiki hidupmu, lupakan kesedihan. Kau berhak mendapatkan yang terbaik Delon. Dan bagi kakek, istri barumu bisa membantumu untuk menyembuhkan lukamu. Sekilas kakek tau dia, kakek rasa dia sangat tulus menyayangi Elia. Bagi kakek, dia wanita baik, wanita yang menerima putri dari suaminya, tanpa mengharapkan apapun," ucap Kakek Wilan.


Delon menundukan kepalanya, kakeknya merestui pernikahannya? Bagaimana bisa? Zifana? Punya magnet apa dia? Belum juga kenal, bagaimana bisa kakeknya merestui?


"Kakek tidak marah lagi?" tanya Delon. Walau belum juga mencintai Zifana, tapi hatinya bahagia mendengar ucapan kakeknya. Kakek Wilan tersenyum.


"Apa yang harus dimarahi. Cucu sahabat kakek entah kemana, kakek kehilangan jejaknya. Jika suatu saat dia datang mengambil miliknya, kakek cukup menyerahkan amanah yang diberikan. Kakek sudah tua, tidak mau juga berantem denganmu. Bagi kakek, kau tau kebusukan mantan istrimu sudah lebih dari cukup. Kebahagiaanmu, mamamu dan juga adikmu adalah hal terpenting di hidup kakek," ucap kakeknya.


Delon tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Setelah acara besok, aku akan mengadakan gala diner di ZA grup. Aku ingin perusahaan milik cucu sahabat kakek lebih maju dari ini," ucap Delon. Entah kenapa, memegang kendali ZA grup baginya sangat menyenangkan.


Kakek Wilan tersenyum puas.


"Kakek bangga padamu," ucap kakeknya kemudian melangkah pergi.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa saat berlalu, Delon kini menemui Elia yang sudah tertidur pulas. Dikecupnya puncak kepala Elia dengan sayang. Ditatapnya lekat wajah gadis kecil itu. Elia adalah harta paling berharga baginya. Delon mengusap puncak kepala Elia dengan kasih. Netranya masih menatap ke arah gadis itu. Ada satu keanehan yang kini muncul dalam benaknya.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak mirip sedikitpun denganku, dan juga Vely?" lirih Delon, tangannya masih saja mengusap pelan puncak kepala Elia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2