Istri Simpanan Tuan Delon

Istri Simpanan Tuan Delon
ISTD. Telepon


__ADS_3

"Kak, bisa lepaskan aku. Lihatlah, sudah tembus kemana mana karna terkena air hujan," ucap Zifana menahan malu.


Delon tampak pias, dia pikir benda apa. Nyatanya hanya sebuah pembalut yang disembunyikan oleh Zifana.


Delon yang tampak gugup menurunkan Zifana, Zifana berdiri dan melirik ke belakang. Beberapa noda merah tampak ambyar. Delon hanya menyaksikan pamandangan yang sudah jarang dilihatnya selama tiga tahun belakangan ini. Kenapa mendadak gugup?


Zifana dan Delon saling menatap, canggung. Segera wanita cantik itu melangkah ke atas. Tentu saja wajahnya merah merona.


Delon mengusap wajahnya dengan kasar, bagaimana bisa dia sebegitu takutnya Zifana menerima barang dari orang lain? Sampai sampai dia harus berprasangka yang tidak tidak. Hais, sangat memalukan.


Zifana masuk ke dalam kamar mandi setelah mengambil setelan baju piama di walk in closed. Dia menyandarkan tubuhnya di pintu kamar mandi. Menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Kenapa jantungnya berdetak tak karuan? Kenapa dia gugup sekali? Astaga, ada yang salah dengan hatinya. Segera Zifana menenangkan dirinya dan mencoba untuk tetap tenang.


Di bawah sana, Delon menatap dirinya yang basah karna memegang Zifana tadi, tak mau kedinginan lelaki tampan itu menapaki anak tangga dan segera menyusul ke arah kamar setelah lima belas menit menunggu Zifana yang tak kunjung turun.


Delon membuka pintu kamar yang tidak dikunci, Suara gemericik air terdengar di ambang pintu, pasti Zifana tengah mandi. Delon menghela napas panjang, apa yang dia lakukan disini? Kenapa menyusul? Hampir saja dia keluar dari kamar, akan tetapi bersamaan dengan Zifana yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Mau kemana Kak?" tanyanya.

__ADS_1


Zifana menutup mulutnya rapat dengan kedua tangannya. Bisa bisanya dia menahan Delon. Bukannya harusnya senang Delon keluar dari kamar?


Delon menoleh saat suara Zifana terdengar mengajaknya berbicara. Pandangan matanya menatap sosok cantik yang baru saja mandi itu. Sosok cantik yang menggulung rambutnya dengan handuk dan memakai piyama.


Tetesan air yang berada di leher membuat mata Delon tampak terkesima, bahkan untuk menelan ludah rasanya sangat sulit. Perasaan apa ini?


Keduanya saling berpandangan, saling diam. Hingga pada akhirnya Delon menemukan alasan yang tepat.


"Aku ingin mengambil baju," ucapnya.


"Oh, ambil saja, kenapa mau keluar lagi?" tanya Zifana.


"Apa mau sekalian mandi? Mau aku siapkan?" tanya Zifana lagi sambil memutar langkahnya untuk ke kamar mandi.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri," jawab Delon.


Delon meletakan ponselnya di atas nakas kemudian mengambil kaos dan juga celana di salah satu lemari, tak lama kemudian melangkah pergi. Mungkin dia mandi di kamar mandi bawah. Pikir Zifana.

__ADS_1


Zifana tampak terdiam menatap punggung suami yang menjauh dan menghilang dari pandangannya. Zifana merebahkan tubuhnya di ranjang.


Terdengar ponselnya bergetar, segera wanita cantik itu mengambil ponsel dan membelalakan matanya.


"Ada apa Willy memanggil?" tanyanya pada diri sendiri kemudian menggeser tombol hijau.


"Halo Wil, ada apa?" tanya Zifana.


"Zie, bisa kau membantuku," ucap lelaki yang kini menjabat sebagai direktur sebuah agensi yang melayani berbagai macam jasa iklan, model dan lainya.


"Ada apa Wil?" tanya Zifana.


"Kau tau Zie, sekertarisku mendadak izin tidak masuk besok. Padahal besok ada klien penting yang mengadakan meeting denganku, bisakah kau membantuku untuk presentasi jasa yang bisa aku layani? Aku tau kau bisa Zie, bantu aku mendapatkan kepercayaan perusahaan besar itu,"


ucap Willy tampak memohon. Zifana terdiam. Dia tampak berpikir keras. Apa yang harus dia lakukan?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Dikit dulu, mengobati rindu.. wkkwkkw. like komen jangan lupa... dukung aku ya...


__ADS_2