
Angin berhembus, memberikan kesejukan dalam hati. Sebulan telah berlalu. Duka lara dirasakan oleh Delon ketika harus kehilangan Zifana. Wanita yang dia cintai. Cintai? Ya, bahkan sangat dia cintai. Tapi sayangnya dia baru menyadari saat Zifana telah pergi. Meberikan luka yang sempat menghancurkan hatinya.
Ketika cinta buta pada Vely menjadikan kebodohan dalam dirinya, maka pengkhianatan vely menjadikan dirinya sadar atas kesalahannya. Diterimanya semua pelajaran hidup dengan lapang dada. Kadang kala, sebelum mendapatkan kebahagiaan manusia dituntut untuk bersusah payah.
Delon menghela napas dalam dalam. Kini, tak mau lagi menjadi bodoh karna cinta. Karna sesungguhnya cinta abadi hanya pada ilahi. Pada sang pencipta langit dan bumi.
Delon berdiri di pinggiran pantai menatap deburan ombak yang berkejaran di sana, mendekat, mendekat dan membasahi kakinya.
Dia mencoba untuk tersenyum, meski lara masih berlabuh dalam dada. Satu nama yang bertahta dalam batinnya yang kini terpasrahkan pada sang maha kuasa.
Ingatanya melayang jauh ke masa lalu.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan Zifana Aurora manda binti Zhein Raharja Winata Sinatria dengan Arzenio Delon wilantama bin Daud Al Ghozali Wilantama dengan mas kawin uang tunai sejumlah satu miliar rupiah dibayar tunai," ucap penghulu.
"Saya terima nikah dan kawinya Zifana aurora manda binti Zhein raharja Winata Sinatria dengan mas kawin uang sejumlah satu miliar dibayar tunai,"
Jawabnya dalam satu tarikan napas dan disahut kata Sah oleh para saksi.
Kini kesadarannya kembali pada masa kini, Delon mengusap wajahnya dengan kasar. Menatap deburan ombak yang membuat dirinya sedikit tenang.
"Jika masih ditakdirkan untuk bersama, kita akan berjumpa," lirihnya.
"Pasrahkan semua pada Sang Maha Kuasa, jodoh, mati, rezeki sudah diaturnya. Tidak perlu kau depresi memikirkan itu semua. Jika istrimu masih menjadi jodohmu dia akan kembali padamu. Tugasmu usaha dan berdoa, biar hasil akhir Allah yang menentukan," ucap Ustadz Habib yang tiba tiba berdiri di samping Delon. Beliau yang menjadi guru spiritualitas Delon beberapa minggu ini.
Delon menoleh dan tersenyum. Ustad Habib menepuk pundak Delon kemudian melangkah pergi.
__ADS_1
"Papa Delon," teriak suara yang tak asing baginya. Delon menoleh dan dilihatnya Elia berlari ke arahnya. Dibelakngnya ada Asti dan Devan, suami Asti.
Delon duduk dan merentangkan kedua tangannya. Elia berlari dan berhambur dalam pelukan Delon.
"Papa Delon, Elia lindu," ucapnya lirih.
"Papa juga rindu Elia," ucapnya.
"Papa, Papa Devan dan mama Asti membelikan ini buat papa," ucap gadis kecil yang sudah diberi pengertian bahwa Asti dan Devan adalah mama dan papa kandungnya itu. Meski sebenarnya dia pun belum paham maksudnya, yang jelas gadis kecil itu sangat nyaman, bahagia bersama Asti dan Devan.
"Apa ini?" tanya Delon sambil memangku Elia di pangkuannya.
"Ini botol, ini kertas, ini bolpoin, tulis apa kemauan papa dan buang ke tengah sana. Bial hatinya lega, siapa tau nanti ada malaikat lewat terus aminin keinginan papa," ucap Elia. Delon terkekeh dan menulis di kertas itu.
"Udah," ucap Delon.
Mama Amel, Gisel, Asti dan juga Devan mendekat ke arah sana. Mereka bercengkerama, tersenyum ceria bersama Delon.
Kakek dan Andreas ikut bergabung dan mendekat ke arah Delon. Dua hari ini Delon telah kembali di aktivitas kantor untuk menghilangkan segalanya yang membuatnya kosong.
"Kau lebih baik?" tanya Andreas. Kakek juga berada diantara Delon dan Andreas.
"Aku baik, akan lebih baik lagi kalau yang menyembunyikan istriku segera mengembalikan padaku," ucapnya sambil tersenyum kemudian melangkah pergi.
Uhuk
__ADS_1
Kakek tampak tersedak udara saat mendengar ucapan Delon, Andreas segera memberikan botol minum pada kakeknya.
Delon berdiri menatap ke arah sana, kedua tangannya masuk dalam saku celana, memandang langit luas, biru nan indah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebrang sana, di lokasi yang sama. Seorang wanita cantik menunggu datangnya subuah botol padanya.
Dia segera meraih botol itu dan membukanya.
Jodoh, bila Allah menginginkan dua hati untuk bersatu, Dia akan menggerakkan keduanya untuk saling bertemu, meski jarak dan waktu membentang. Aku percaya akan kekuasaan NYA.
Wanita itu menyunggingkan senyum indah. Air mata mengalir dalam benaknya. Memeluk kertas putih bersih itu dalam dekapan hangatnya.
"Aku juga percaya akan kuasanya," lirihnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alhamdulillah End juga ya...
Terimakasih untuk kalian yang selalu mendukung. Lope sekebun cabe.
Jangan lupa tunggu season 2 nya ya... wkwkwk...
Jangan lupa tekan favorit biar ada notif. Ato ikuti othor juga biar tau kapan rilisnya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya juga ya. Hari senin Insy Allah aku mulai up. oke... wkwkwk.