Istri Simpanan Tuan Delon

Istri Simpanan Tuan Delon
ISTD. Vely dan Delon


__ADS_3

Suasana bandara begitu ramai, lalu lalang banyak orang tampak terlihat di mata Delon. Akan tetapi, keberadaan Vely tak juga nampak dalam pandangannya.


Cemas? Pasti. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Vely? Pikirnya. Tapi, bagaimana jika ada sesuatu yang disembunyikan Vely? Pertengkaran antara dia dan Gisel saat itu teringat dalam benaknya, firasatnya berkata ada yang tidak beres? Tapi, apa itu? Hati Delon begitu resah.


Delon menatap ke sana ke mari, hatinya campur aduk tak karuan. Menyambut kepulangan Vely saat ini kenapa sangat berbeda? Harusnya dia bahagia, tetapi kenapa malah hanya keraguan yang ada di benaknya. Kemana wanita yang mengatakan sudah sampai satu jam yang lalu itu?


Delon juga harap cemas dengan kedatangan mama dan putrinya, mereka akan sampai setengah jam lagi. Benar benar hal yang membahagiakan saat orang yang disayangi akan berkumpul. Tapi kenapa kebahagiaannya berasa hambar? Kenapa terasa tidak lengkap?


"De, mana Vely? Satu jam kita menunggu," ucap Andreas dengan raut wajah yang sebal.


Delon tampak memejamkan matanya, dia meraih ponselnya kembali. Akan tetapi tangan seseorang meraih tangannya.


Delon menatap orang di sampingnya, sesosok mahkluk cantik tersenyum kepadanya. Delon tersenyum dan memutar langkahnya, dipeluknya wanita cantik yang dua bulan ini tak bertemu dengannya. Delon yang sangat sibuk tak bisa menyempatkan waktu sekedar untuk menjenguk.


Ditatapnya wajah ayu orang yang dianggapnya seorang istri itu. Diraihnya tubuh seksi wanita itu, Vely? Wanita itu adalah Vely. Dipeluknya dengan erat tubuh itu.


"Baby aku merindukanmu," Delon menyalurkan kerinduan, memeluk dan mencium beberapa kali puncak kepala wanita yang berdiri di depannya. Tapi, kenapa memeluk Vely rasanya hambar?

__ADS_1


Vely yang semula tersenyum dan menatap teduh ke arah Delon kini mengepalkan tangannya, sesungguhnya dia tak rela dipeluk oleh manusia yang sangat dibencinya.


Delon mengerutkan dahinya saat menyadari sesuatu. Kangker? Bukankah itu penyakit yang mematikan, seharusnya tubuh Vely tak sebugar ini? Lalu, bagaimana bisa Vely secantik ini? Sebugar ini? Bahkan, dia tak nampak seperti sedang sakit. Pucat? Sama sekali tak ada.


Hais, bukankah Vely memang sudah sehat setelah beberapa tahun ini menjalani pengobatan? Seharusnya Delon senang, lalu kenapa Delon malah merasa seperti ini? Delon mencoba menepis segala rasa yang berkecamuk dalam hatinya. Mencoba percaya pada keadaan meskipun itu susah dilakukannya.


Delon melepas pelukan yang tak disambut oleh Vely, dia mengusap pelan pipi wanita yang sampai saat ini masih dia anggap sebagai istrinya itu.


"Baby, aku bahagia. Sangat bahagia, bisa melihatmu, bisa bertemu denganmu," ucapnya lagi. Vely terdiam, Delon merasa aneh kenapa dia merasa tak ada ikatan batin yang kuat? Kenapa malah saat ini dia teringat Zifana? Delon mencoba menepis bayangan wanita itu. Dia tak mau bayangan wanita itu merusak malam kebahagiaannya.


"Aku juga sangat bahagia baby, sebaiknya kita segera pulang, kita habiskan malam bersama," ucap Vely.


"Kita menanti mama," jawab Delon.


"Mama?" tanya Vely.


"Hem, Mama dan Elia," ucap Delon.

__ADS_1


Deg


Vely membelalakan matanya, Elia? Apa maksud Delon?


"Elia?" tanya Vely. Delon menatap wajah cantik istrinya yang tampak terkejut itu.


"Hem, kenapa?" tanya Delon sambil mengusap pipi mulus Vely. Semakin dirinya tak percaya, dengan kenyataan. Ini bukankah wajah orang yang melakukan perawatan kecantikan? Ditatapnya wajah dengan riasan sedikit tebal itu.


"Bukankah kau menikah dengan wanita itu, lalu bagaimana bisa Elia ada bersama kita?" tanya Vely.


Delon menautkan alisnya. Bagaimana bisa Vely mempunyai dua muka? Kenapa apa yang dikatakan Vely di depannya dan di depan Gisel seolah berbeda? Delon mengepalkan tangannya. Siapa Vely sebenarnya? Apa maunya? Apa harus dia waspada pada orang yang selama ini dipercayainya itu? Delon menghela napas panjang. Sepertinya memang ada yang aneh, dan dia harus membuktikannya sendiri.


"Ya Tuhan, semoga ini hanya firasatku yang salah," batinnya.


"Aku akan mengakhiri semua dengannya, karna aku rasa keberadaanmu sudah lebih dari cukup untukku dan Elia," ucap Delon Dengan tegas.


Deg

__ADS_1


Wajah Vely tampak tegang, apa apaan ini? Dia ingin menyingkirkan wanita itu, tapi tidak untuk saat ini. Beberapa hari kedepan dia banyak acara. Lalu, bagaimana bisa dia melakukan semuanya dengan lancar jika Elia ada dengannya? Kenapa semua malah mempersulitku? Kesalnya dalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2