
"Zifana," lirihnya.
Delon mengusap sudut matanya yang berair, di genggamnya surat yang ditulis Zifana dalam genggaman tangannya yang penuh dengan darah. Dibentuknya seperti bola dan dibuang ke sembarang arah.
"Kau pikir aku akan membiarkanmu pergi? Kau tidak akan aku lepaskan, kau milikku. Dan selamanya akan seperti itu!" ucapnya.
Delon mengambil ponselnya dan menghubungi salah satu orang kepercayaannya.
"Halo Tuan Muda," jawab suara di sebrang.
"Kau ambil map berwarna hijau di dalam laci meja kerjaku, dan kau bakar saat ini juga. Kirim Vidionya padaku!" ucap Delon kemudian menutup lagi ponselnya.
Delon mengepalkan tangannya, satu kali lagi dia menonjok dinding dan mengakibatkan suara yang ditimbulkan dari kaca rias.
Darah kembali mengucur, tapi dia tak merasakan perih sedikitpun. Yang saat dirasakannya rasa sesak, yang memenuhi dadanya.
Andreas yang beberapa kali mendengar suara pecahan kaca kini berlari menaiki anak tangga. Rasa khawatir singgah di hatinya, ada apa dengan Delon?
Segera Lelaki tampan itu membuka hendel pintu dan melihat kamar Delon yang kini seperti kapal pecah.
"De, apa yang terjadi?" Andreas mendekat ke arah Delon dan mengamati luka yang ada di tangan sahabatnya.
"Kau mendengarku De?" tanya Andreas dan tak dihiraukan oleh Delon.
Deringan ponsel delon terdengar, segera lelaki itu mengambilnya. Satu Vidio diterima, map hijau berisi surat lerjanjian pranikah telah terbakar dan musnah.
Andreas membelalakkan matanya melihat itu, Delon menghela napas lega.
"Aku membakarnya, itu artinya tidak ada perjanjian apapun. Dia milikku, dan selamanya akan seperti itu," ucap Delon dengan tegas.
Bahkan saat ini tak terpikirkan sedikitpun tentang Vely di benaknya.
__ADS_1
Andreas menghela napas, apa sebaiknya dia memberitau tentang status sebenarnya Delon dengan Vely?
Andreas tak bisa menunggu lagi. Dia membuka tas kerja yang tadi dibawanya ke sini. Dia melemparkan sebuah map kepada Delon.
"Apa ini?" tanya Delon.
"Bukalah, aku tak mau banyak bicara," ucap Andreas. Dia berpikir, biar hancur hati Delon saat ini. Tapi bangkit lagi dengan cepat, dari pada berlarut dan akan memberikan masalah terbaru.
Delon dengan tergesa membuka map itu, dilihatnya sebuah akta cerai yang dengan jelas memperlihatkan nama terang dirinya dan Vely yang tertera di sana.
delon tampak terkejut, merasakan hancur yang mendalam. Setelah kehilangan Zifana kini dia harus juga kehilangan Velia? Inikah cara Tuhan mengujinya?
Delon tampak tertunduk, hatinya semakin hancur. Bagaimana bisa ini terjadi? Bahkan tanggal dan tahun yang tertera sudah terlampai lama. Selama ini dia menafkahi, selama ini dia mencukupi semuanya. Dan ini balasan yang dia dapatkan dari wanita yang paling dia cintai? Apa mau Vely? Lalu, kebohongan yang seperti apa lagi yang dilakukan Vely? Tiga tahun lamanya dia dibohongi? Tiga tahun sudah dia menjadi lelaki bodoh? Apa Vely menertawakan dirinya atas kebodohanku yang dilakukan?
Hati Delon terlampau hancur saat ini, hatinya terasa sakit, terasa perih. Apa ini alasan Vely tak pernah mau datang untuk Elia, bahkan apa ini alasan selama ini tak merasakan bahagianya berumah tangga. Tuhan, Sesakit inikah?
Delon tak bisa menahan perih, Elia kini muncul dalam pelupuk matanya. Tangis pilu gadis kecil itu membayangi dirinya.
"Maaf Delon, aku tidak bermaksud untuk menghancurkan hatimu. Tapi aku juga tidak bisa menyembunyikan ini terlalu lama, aku berpikir Vely sudah bukan lagi sekutu, tapi dia adalah musuh dalam selimut," ucap Andreas.
"Apa aku harus mengusirnya malam ini Delon?" tanya Andreas.
Delon yang sudah merasakan sakit hati yang begitu mendalam itu tampak mengangkat tangannya.
"Biarkan dia berada disana, aku mau tau rencana apa yang akan dia perbuat. Biarkan aku sendiri yang akan mengeluarkan dia dari mansion itu. Tiga tahun sudah aku diperbudak olehnya, aku akan membalas perbuatannya dengan caraku sendiri," ucap Delon sambil mengepalkan tangannya.
Perbedaan antara Vely dan Zifana, jika Zifana meninggalkan dirinya juga meninggal aset yang diberikan. Akan tetapi, Vely meninggalkanya dan memanfaatkan harta Delon. Delon melempar akta cerai itu.
"Kau awasi wanita itu," ucap Delon dengan dingin. Kekecewaan pada Vely sangat bertubi, dia tak semudah itu memaafkan Vely.
Andreas menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Kau juga cari keberadaan Zifana, segera laporkan padaku secepatnya," ucap Delon kemudian melangkah ke arah balkon kamar.
Andreas tersenyum tipis, dia berdiri dan menatap Delon yang menghilang dari pandangannya. Dia tau Delon hancur, dan mungkin hanya satu wanita yang bisa mengobati sakit hati seorang Arzenio Delon
"Nikmati sakitmu sobat, aku yakin akan ada saatnya kau merasakan bahagia yang sesungguhnya," ucap Andreas kemudian melangkah pergi menuju ke arah ruang keamanan.
Delon yang berada di balkon kamar meneguk beberapa kali Wine yang ada di meja. Pikirannya begitu kacau. Dia tidak menyangka semua ini terjadi.
Bayangan Zifana dan Vely bergantian muncul seakan menghantui pikirannya. Netranya menatap ke atas sana, menatap ribuan bintang yang bersinar indah. Sudut matanya basah. Dia sangat hancur dan terluka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Zifana, gadis itu tersenyum lebar menatap keindahan malam di pinggiran kota X. Bangunan megah, di pusat kota yang tampak indah di malam hari ini membuatnya tersenyum bahagia.
Di sebuah rumah sederhana dia berada, memanjakan dirinya dengan menghirup udara yang segar dengan mudahnya.
Berbeda dengan di dekat Delon. Udara saja sangat sulit didapatkan nya, sesak sekali rasanya.
Dirumah Willy yang sudah tak dihuni itu dia memilih untuk tinggal sendiri. Menumpang pada Willy? itu tidak akan dilakukannya. Meski bagaimanapun, dia wanita bersuami, walau bagaimana pun harus menjaga kehormatan nya sebagai seorang istri. Pikir Zifana.
"Selamat bersenang-senang dengan istrimu dan juga Elia. Aku hanya ingin bahagia, jika tidak bahagia bersamamu, maka aku akan bahagia dengan caraku, Ku harap kau juga bahagia nantinya Tuan Delon," ucap Zifana yang saat ini memeluk erat guling empuk yang menemani malamnya.
Zifana membaca doa dan memejamkan matanya, mencoba mengarungi samudra mimpi yang indah dan menentramkan hatinya. Akan tetapi bayangan Delon selalu saja muncul dalam ingatanny.
"Zifana, kamu layak bahagia, pantas bahagia, dan harus bahagia, lupakan Delon," ucap Zifana menyemangati dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Andreas berulang kali memutar CCTV bersama denhan petugas keamanan. Mobil taksi yang ditumpangi Zifana menghilang ke arah sebuah makam dan tak ada kembali setelah tiga jam kemudian. Lalu, kemana perginya taksi itu?
Andreas menghela napas panjang dan mencatat nomor polisi taksi yang ditumpangi oleh Nona mudanya. Mungkin besok saja dia harus meneruskan pencarian. Saat ini sudah larut malam. Waktunya dia istirahat karna besok pagi ada meeting bersama WL grup dan juga steve grup.
__ADS_1
"Terima kasih atas waktunya pak, saya pergi dulu," ucap Andreaa kemudian melangkah pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...