Istri Simpanan Tuan Delon

Istri Simpanan Tuan Delon
ISTD. Bisa jalan?


__ADS_3

"Halah, jangan banyak alasan mbak! Bilang saja nggak punya uang, dasar wanita penggoda!" sentak pegawai itu.


Deg


Zifana lagi lagi merasakan sesak di dadanya, hatinya begitu sakit. Delon, dimana suaminya itu?


"Sekali lagi maaf, tolong tunggu sebentar. Saya akan berusaha tanggung jawab," ucapnya dengan mata yang berkaca.


Pegawai itu juga tampak masih emosi dan tak mau mendengar penjelasan Zifana. Beberapa pengunjung berhenti melihat kejadian itu.


"Kami tidak butuh janji, kami butuh uang RP. 25 juta. Kau bisa membayar? Dasar parasit! Kalo miskin miskin aja, gak usah sok sok an kaya," sentak orang itu sambil sesikit mendorong Zifana.


Zifana terhuyung mundur, bukan fisiknya yang sakit. Tapi hatinya terlalu sakit. Wajahnya tampak merah menahan segala rasa yang bergejolak di dadanya, kerumunan pengunjung semakin banyak melihatnya. Rasanya malu sekali.


"Biarkan saya mencari suami saya sebentar, suami saya ada di sini," ucap Zifana disela deraian air matanya. Dia sudah bingung harus mengatakan apa. Mau tidak mau, dia harus mengakui dia sedang bersama suaminya.


"Pasti kau mau kabur kan? Alasan saja!" sentak salah satu dari mereka.


Zifana menggelengkan kepalanya, tapi tetap saja dia bagai tersangka.


Diujung sana, Delon yang baru saja selesai meeting dengan beberapa klien tampak melihat kerumunan. Dia juga melihat bayangan Zifana yang sedang bercengkerama dengan pegawai yang tampak ngotot.


"Kenapa wanita itu?" batinnya.


"Maaf Mr lee. Saya harus undur diri. Sepertinya ada hal penting yang harus saya lakukan saat ini," ucap Delon.


"Baik Tuan Delon, silahkan. Terimakasih atas waktu yang diluangkan," ucap Mr lee sambil menjabat tangan Delon.


Delon melangkah pergi, kini tujuanya adalah galery jam tangan yang menampakan Zifana di sana.


"Dasar parasit, ganti rugi!" sentak pegawai itu.

__ADS_1


Deg


Jantung Delon bergetar hebat mendengar ucapan wanita itu, netranya mengamati Zifana yang menangis tersungkur di lantai. Mungkin salah satu pegawai kembali mendorongnya sehingga istrinya tampak menyedihkan seperti ini, Delon mengepalkan tangannya. Bagaimana bisa wanita sombong itu diam saja saat diinjak injak harga dirinya? Apa tidak bisa membela dirinya? Dimana nona muda Sinatria yang terkenal sombong, angkuh dan menyebalkan dulu itu?


Delon melangkah, dihampirinya kerumunan itu.


"Ada apa ini?" Suara bariton seorang Delon mampu membuat semua orang menoleh.


Para pegawai tampak mundur beberapa langkah, mereka terkejut. Bagaimana bisa owner itu datang ke sini? Bagaimana jika terjadi masalah nanti? Pertanyaan yang mengiang di pikirannya.


"Kenapa berkerumun seperti ini? Bubar! "sentak Delon.


Beberapa orang meninggalkan kerumunan. Delon menatap beberapa pegawai di depannya. Mereka tampak takut. Apa ini riwayat akhir mereka disini?


"Maaf Tuan, kami hanya memberi hukuman pada orang ini," ucap mereka sambil menatap Zifana yang terdiam dan tampak sedih.


Zifana mencoba berdiri, netranya mengarah pada para pegawai. Sebentar kemudian dia memejamkan matanya, menahan rasa sakit di kakinya. Walau Kakinya terasa sakit, wanita cantik itu tetap berupaya berdiri. Yang jelas, dirinya yang semula bersedih tampak sedikit lega, ada Delon yang akan membantunya. Rasanya Zifana bahagia sekali melihat Delon perduli padanya.


Zifana tampak hawatir saat melihat tatapan mata tajam Delon menatap pegawai. Pasti Delon akan melakukan hal yang semena mena. Rasanya dia tidak tega.


"Iya Tuan, dia merusak jam di galery kami," jawab mereka.


"Apa dia tidak mengatakan apapun untuk membela dirinya? Kenapa kalian menghukumnya seperti ini?" tanya Delon lagi.


"Dia bilang suaminya ada di sini dan izin untuk mencarinya, Tuan. Tapi kami tidak percaya karna takut dia hanya berbohong," ucap pegawai itu.


Deg


Delon yang semula emosi kini menundukkan wajahnya, seulas senyum terbit di bibirnya. Suami? Jadi Zifana mau mengakuinya? Hati Delon seakan berbunga bunga.


Kini dia mengambil kartu tanpa batas milik Zifana yang ditinggalkan diatas nakas.

__ADS_1


"Berapa harganya?" tanyanya pada pegawai itu.


"25 juta Tuan," ucap salah satunya.


"Kalian tau, suami nona itu bisa melakukan apapun. Termasuk memecat kalian dari sini, hati hati saja!" ucap Delon tegas, sambil memberikan uang Tunai sebanyak 50 juta ke atas meja kasir.


Delon menghampiri Zifana yang kini berdiri sambil memegang dinding.


"Bisa jalan?" tanyanya.


Zifana tampak diam, Delon tau Zifana tampak kesakitan. Tanpa aba aba dia langsung mengangkat tubuh Zifana ala bridal style.


Zifana terkejut dan melingkarkan tangannya di leher Delon. Dia malu, karna banyak sekali orang yang melihat, pada akhirnya dia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Delon.


Delon berjalan keluar, tepat di depan pintu, dia bertemu dengan Jon.


"Tuan ada apa?" tanyanya khawatir. Delon tampak kesal.


"Kemana saja kau, bukannya aku memintamu menemaninya?" sentak Delon. Jon tampak menundukkan kepalanya.


"Maaf Tuan," ucapnya.


"Jangan harap aku memaafkanmu!" sentak Delon dan mampu di dengar oleh pegawai galeri jam itu.


Mereka tampak takut, siapa wanita itu? Kenapa dia dibawa oleh owner mall?


"Urusanku denganmu belum selesai, bawa dua pegawaimu keruanaganku!" ucap Delon kemudian melangkah pergi.


Jon tampak emosi dan memandang dua karyawannya.


"Dengar apa kata Tuan Delon?" tanya Jon dengan emosi.

__ADS_1


"Iya Pak," ucap mereka tampak ketakutan. Jon melangkah dan diikuti dua pegawainya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2