
Zifana hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah Delon. Berontakpun rasanya tidak akan merubah apapun. Zifana melangkahkan kakinya dan mengikuti Delon yang berjalan ke arah parkiran mall setelah mereka berkeliling dan membeli beberapa baju.
Delon membuka pintu untuk istrinya, Zifana masuk setelah menatap Delon beberapa saat.
Setelah Zifana masuk, Delon segera berlari kecil ke arah kemudi.
Zifana tampak diam, rasanya masih aneh melihat perubahan sikap Delon seperti ini.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Delon saat melihat wajah Zifana yang tampak bingung itu. Tangan dan kakinya bergerak lincah mengemudikan mobil.
"Aku hanya tidak percaya dengan semua ini, tadi kau meminta Andreas menyiapkan mansion, kau juga membelaku. Lalu membelikan banyak pakaian, apa maksudmu sebenarnya?" tanya Zifana sambil menatap ke arah Delon dengan wajah penasarannya.
"Tak ada maksud apapun," jawab Delon santai.
Zifana hanya terdiam. Entahlah, bertanya lebih lanjut dia seakan tak mampu.
"Kau tau Nona, istriku orang yang membingungkan. Dia suka kabur dan menumpang di rumah lelaki lain, dia juga suka ngambek dan meninggalkan kartu debit yang aku berikan. Tapi ketika dia dalam masalah, aku tetap dipersalahkan. Jadi, setiap ada suami yang dipersalahkan, aku jadi kasian. makanya aku melakukan itu semua, anggap saja aku ini suamimu yang tadi kamu persalahkan. Sesama lelaki aku tidak mau harga diri suamimu hancur dihadapan banyak orang," ucap Delon.
Zifana membelalakkan matanya, ini bagai skak yang membuatnya terbungkam. Bagaimana bisa Delon berkata seperti itu? Sangat menjengkelkan saat semua ini diucapkan Delon.
__ADS_1
"Istrimu?" tanya Zifana.
"Hem," jawab Delon.
"Semua istrimu seperti itu?" tanya Zifana antusias. Delon menatap Zifana sejenak.
"Istriku hanya satu, bagaimana bisa kau tanya semua?" ucap Delon dengan tenang.
Deg
Jantung Zifana terasa nyeri saat mendengar jawaban Delon. Apa dia terlalu percaya diri? Bagaimana bisa dia merasa jadi orang yang dibicarakan oleh Delon? Harusnya dia sadar posisinya. Bahwa dia hanya istri simpanan yang tak ada artinya sama sekali bagi Delon.
"Istri Delon hanya satu?" batinya.
Delon menepikan mobilnya, dia mengambil tisue dan menyerahkan pada Zifana. Zifana tak kunjung mengambil. Pada akhirnya Delon menarik pundak Zifana untuk menghadap ke arahnya.
Dipandangnya dengan lekat wajah cantik wanita yang kini menangis di depannya itu. Diusapnya air mata yang menetes tanpa aba aba itu. Dengan lembut Delon menguap lelehan tangis yang membasahi wajah Zifana.
"Jangan memperlihatkan air mata dihadapanku Nona Zifana, apa aku menyinggungmu?" tanya Delon dengan lembut. Entah, perasaan apa yang menyelinap di hatinya. Melihat Zifana menangis membuat hatinya terasa disayat benda tajam.
__ADS_1
Apa yang dirasakan Zifana? Bukankah dia mengatakan hal yang sesungguhnya? Bahwa memang hanya Zifana istrinya? Vely, bukankah dia hanya seorang benalu dihidupnya? Benalu yang akan segera dia usir dari hidupnya.
Zifana menepis tangan Delon dan menatap suaminya dengan tenang.
"Jangan berbuat manis padaku," ucap Zifana ketus. Delon tampak tersenyum.
"Kenapa? Aku hanya ingin membantumu," ucapnya dengan wajah yang menyebalkan.
"Harus berapa kali aku bilang, kau itu bisa dibilang sempurna. Aku takut jatuh cinta padamu jika kau berbaik hati padaku," ucap Zifana sambil mengalihkan pandangannya. Menghindari tatapan mata Delon yang teduh.
Delon terkekeh pelan, Delon juga menghela napas panjang kemudian menatap wanita cantik itu.
"Apa kau lebih memilih aku memperlakukanmu dengan kasar dan anarkis begitu?" tanya Delon.
Zifana diam dan menundukkan kepalanya, apa yang dia inginkan bahkan dirinya juga tidak tau. Perasaannya merasakan apa, bahkan dia tidak bisa menerjemahkan.
"Sepertinya kau membangun tembok tinggi untuk tidak jatuh cinta padaku, seharusnya kau bisa memanfaatkan ini untuk menakhlukanku," ucap Delon santai. Netranya fokus ke depan sana.
"Walau dulu aku pernah jahat, asal kau tau saja, saat ini aku sudah bertaubat. Aku lebih memilih meninggalkanmu dari pada harus menyakiti perasaan istrimu," ucap Zifana.
__ADS_1
Delon menghela napas panjang, untuk mengatakan pada Zifana jika hanya dialah istrinya belum bisa dia lakukan. Delon hanya mampu diam hingga Delon kembali melajukan mobilnya. Keduanya hanya diam, tanpa ada percakapan sedikitpun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...