Istri Simpanan Tuan Delon

Istri Simpanan Tuan Delon
ISTD. Kemungkinan besar


__ADS_3

Willy dan Steve masih terbengong di tempat mereka. Syok sekali dengan adegan yang baru saja terjadi. Tak lama dari itu, segera mereka menghampiri Zifana yang kini tampak sedih.


"Kau kenapa Zie?" Steve dan Willy tampak berbarengan bertanya pada wanita cantik itu.


Zifana mengusap air matanya, pandangan matanya yang semula mengarah pada Delon, kini mengarah pada Wily dan Steve. Entah perasaannya kacau memikirkan apa yang sebenarnya dikatakan Delon tadi. Sebuah perasaan, atau hanya isapan jempol saja?


Zifana menghela napas panjang, tak mungkin kebenaran. Karna saat ini Delon seoalah tak memperdulikannya, cukup tau saja bahwa Delon memang hanya suka mempermainkan perasaannya.


Zifana mendekat ke arah Willy dan tampak mengabaikan ucapan Steve yang memang baginya hanya rekan kerja.


"Wil, sebaiknya kita segera pergi," ucap Zifana. Mereka memang sudah berjanjian untuk mengecek satu orang yang belum dikunjungi oleh orang willy. Tiga orang yang lain sudah dikunjungi dan tidak mengenal kakek dari Zifana. Besar kemungkinan, yang terakhir ini adalah sahabat dari kakeknya.


Willy menganggukan kepalanya. Zifana melangkahkan kakinya.


"Tuan Steve, maaf, sepertinya saya harus pergi bersama Nona Zie," ucapnya kemudian mengikuti langkah Zifana.


Steve hanya diam, tapi dihatinya dipastikan sangat menahan sebuah kedongkolan. Steve mwngepalkan tangannya. Dia tidak bisa terima diacuhkan.


Awasi Zie, aku akan memberikan sedikit pelajaran berarti padanya malam ini.


Steve mengirimkan satu foto dan satu pesan pada orang di sebrang. Hatinya sangat dongkol diacuhakan oleh Zifana. Dia merancanakan sesuatu untuknya.


Siap bos


Steve menyunggingkan senyumannya saat melihat balasan itu. Tak lama dari itu, satu pesan diterima diponselnya.

__ADS_1


Segera pulang, aku merindukanmu. Aku pusing, rasanya aku ingin menghancurkan wilamtama grup saat ini juga.


Melihat satu pesan masuk membuat Steve tersenyum, mungkin bukan Zifana. Tapi dia bisa menuntaskan hasratnya pada Vely dulu, sambil menunggu malam hari tiba.


Steve segera melangkah menjauh dari arena lapang itu. Meninggalkan beberapa crew yang masih beberes.


"Bereskan," ucapnya kemudian melangkah pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Zifana kini berada di dalam mobil. Dia memutuskan untuk pergi bersama Willy. Delon dan Andreas tampaknya sudah pergi karna tak nampak lagi disana. Zifana menghubungi Delon tapi tidak menerima jawaban.


Pada akhirnya wanita cantik itu memberikan pesan wa pada Delon.


Zifana mengirim pesan singkat pada kontak yang bertuliskan my lovely husband itu. Dan setelah itu, batrai ponselnya yang tidak di cas semalam lowbat dan mati.


Zifana memasukan ponselnya, dia menghela napas panjang. Yang penting sudah mengabari suaminya. Pikirnya.


Zifana kembali membaca beberapa berkas yang diberikan oleh Willy tadi. Dia membaca dengan antusias hasil penelitian yang dilakukan oleh orang orang Willy itu.


Zifana memejamkan matanya, tiga diantara empat orang tidak mengenal kakeknya. Besar kemungkinan orang ke empat adalah orang yang dia cari. Zifwna menatap ke arah Willy.


"Wil," panggil Zifana.


"Hem," jawab Willy.

__ADS_1


"Sebaiknya kita segera ke alamat ini," ucap Zifana sambil menatap pada Willy.


"Kita kesana sekarang," ucap Willy dan diangguki oleh Zifana sambil memakai sabuk pengaman. Dia tak mau kejadian tempo hari terjadi lagi apabila dia mengabaikan itu.


Segera lelaki tampan itu menancap gas mobilnya setelah Zifana selesai memasang. Zifana memejamkan matanya. Besar harapan dia bertemu dengan sahabat kakeknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Delon baru saja sampai di mansion kakeknya. Tadi Elia sempat rewel, dia segera memisah dari lapangan. Tidak mau Zifana memdapat banyak pertanyaan jika dekat dengannya makanya memutuskan untuk meninggalkan dia dan menjemputmya nanti.


Kakeknya, Gisel, Mama Amel dan juga Elia sudah menunggu di depan mansion. Mereka memang akan makan malam keluar. Dan memutuskan jalan jalan terlebih dahulu. Vely? Beberapa kali dihubungi wanita itu tidak menjawab juga.


"Selamat siang, putri papa," ucap Delon sambil menggendong putri cantiknya. Mama, gisel dan kakek tampak tersenyum melihat interaksi bapak dan anak itu.


"Siang papa, mana mama Zie?" tanya Elia dengan imut.


Delon memejamkan matanya. Bayangan Zifana berada di pelupuk matanya. Segala rasa berkecamuk dihatinya. Hatinya sesak. Dia sangat rindu, rindu? Ya. Sepertinya hatinya mulai terusik, bahkan tak bisa lepas dari istrinya itu.


"Nanti malam papa akan membawamu padanya," ucap Delon.


Elia tersenyum. Gisel hanya diam. Mama Amel tampak lega melihat cucunya bahagia.


"Sebaiknya kita segera berangkat," pinta kakek. Mereka segera keluar dan menuju mobil masing masing.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2