
"My Lovely husband"
Zifana membelalakkan matanya dan menatap ke arah Delon yang kembali melajukan mobilnya. Lelaki berusia 29 tahun itu tampak sangat santai. Seakan tak melakukan apapun.
"Ini apa maksudnya?" Zifana tampak menatap ke arah Delon dan ponselnya secara bergantian. Dia seakan tidak terima ketika nama di ponselnya itu dinamai sendiri oleh Delon, seoalah dirinya yang memberi nama.
"Tak ada maksud apapun, aku hanya membantumu menamainya," ucap Delon santai.
"Ini nama terlalu lebay, seharusnya kau sadar hubungan kita," sanggah Zifana.
"Memang aku sadar, kau istriku," ucap Delon. Zifana mengalihkan pandangannya. Delon selalu seperti itu jika berhadapan dengannya. Tidak pernah konsisten dengan ucapannya. Dan selalu membuat muak.
"Tapi kau bukan suami tercinta, bahkan aku tidak mencintaimu sama sekali" sanggah Zifana menggebu. Sesekali harus dijawab, bukan diam dan pasrah saja. Pikir zifana.
Delon menoleh ke arah wanita cantik yang tampak sedikit emosi itu. Kemudian kembali mengarahkan pandangan matanya ke arah depan.
"Kau yakin tidak mencintaiku?" tanya Delon antusias.
Deg
Ucapan Delon bagai skak yang membuat Zifana diam tak menjawab. Dia bingung dengan jawaban apa atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Delon. Dirinya tak tau perasaan macam apa yang tersimpan dihatinya untuk Delon. Melihat itu Delon tersenyum sinis.
__ADS_1
"Jika memang kau tak suka, kau bisa menghapusnya dari ponselmu. Itu cukup mudah kan? Kenapa tampak marah marah?" sahut Delon tampak dingin.
Deg
Zifana memejamkan mata indahnya, menyebalkan sekali lelaki didepannya ini. Apa yang harus dia lakukan? Membiarkan? Atau menghapus? Kebimbangan bergelayut di hatinya.
Zifana tampak menghela napas panjang. Dia jauh lebih tenang, tapi dirinya tak tau bagaimana harus menyikapi? Hanya soal menghapus atau tidak. Tapi kenapa seolah adalah pilihan yang sulit? Pada Akhirnya Zifana memasukan ponselnya lagi. Entah, dia berat juga ketika harus mengganti nama itu.
Delon menghela napas lega, sempat dag dig dug jika Zifana menghapus kontak nama yang diberikan. Tapi, melihat Zifana tak merubahnya membuat sebuah kebahagiaan juga kelegaan hinggap di dalam hatinya.
Delon melajukan mobilnya ke arah tempat suting dan pemotretan hari ini. Dan itu tidak sejalur dengan WL grup yang berada di jalur berlawanan.
"Kenapa ke sana, seharusnya kakak mengantarkan aku ke ke kantor Willy dulu Kak," ucapnya antusias.
"Kak, kau mendengarku?" protesnya lagi.
Delon menatap istrinya dengan tatapan dingin, Zifana yang semula menggebu seakan melunak.
"Selain istri, kau adalah patnerku. Kau juga bekerja dibawah kendaliku, aku bisa saja meminta Willy langsung menuju ke lokasi!" ucapnya ketus.
Zifana memejamkan matanya, dia mengalihkan pandangannya. Segera dia memberi tau Willy bahwa dirinya langsung ke lokasi.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian, sampailah mereka di parkiran sebuah Dealer ternama. Segera keduanya keluar dari mobil.
Mata Zifana terpesona dengan nama Dealer yang terpampang jelas di depannya. Bangunan berlantai lima dan sangat megah.
"ZA Dealer?" lirihnya.
Zifana menundukan kepala, mobil yang tampak di dalam adalah salah satu mobil keluaran terbaru. Dan itu adalah salah satu mobil yang menjadi impiannya. Tapi, apalah dayanya. Dia hanya bisa mengubur dalam dalam impiannya itu.
Delon kini berdiri di samping wanita cantik yang tampak terpesona dengan tempat itu. Delon menatap Zifana dengan intens.
"ZA grup, perusahaan ini sangat penting bagiku. Kau harus bekerja dengan profesional untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ku dengar kau juga berbakat di bidang ini. Tunjukan padaku bahwa kau mempunyai kelebihan, disamping kesombongan yang kau miliki," ucap Delon kemudian berlalu.
Zifana memejamkan matanya, memandang punggung Delon yang menjauh. Dia merasakan sesak yang bergelayut di hatinya. Dia mengepalkan tangannya, tak mau dirinya di pandang sebelah mata oleh suami yang katanya tercinta itu.
"Kita lihat saja Tuan Delon, kau akan terkagum dengan ku! Kita bersaing Tuan Delon," lirih Zifana.
Sepertinya jiwa cerdik dan smartnya harus bangkit. Tapi tidak untuk kesombongannya. Menghadapi Delon tidak bisa dengan hanya diam.
Zifana melangkahkan kakinya mengejar langkah Delon yang tak jauh darinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Lanjut nanti malam ya.. wkwkwk