
Zifana sudah membalut tubuhnya dengan gaun yang cantik yang dikirim oleh Delon, gaun yang bisa menutup lehernya sehingga jejak yang ditinggalkan oleh Delon semalam tidak terlihat. Zifana menatap dirinya di depan kaca, wajahnya merona.
Bahkan kejadian semalam tak melukai hatinya, yang ada dia bersukur karna lelaki pertama yang menyentuhnya adalah suaminya sendiri. Bukan lelaki bertopeng yang mencoba untuk melecehkannya.
Meski cinta Delon belum ada, yang jelas Delon mau berbaik hati bertanggung jawab padanya, baginya sudah lebih dari cukup. Zifana sadar posisinya, tak mau dia menuntut lebih dan malah akan mengecewakan hatinya.
Zifana berjalan ke keluar dari apartemen, Delon bilang supir akan menjemputnya sehingga dia segera bersiap untuk turun. Semua mata memandang ke arahnya, terpesona dengan segala kecantikan yang melekat pada wanita yang saat ini memiliki aura yang cerah itu.
Sesekali orang meminta tanda tangan padanya, Zifana hanya menautkan alisnya.
"Maaf, tapi untuk apa tanda tangan saya?" tanyanya dengan tenang.
"Ini kakak kan? Saya seneng banget liatnya lo, cocok sama Tuan Delon," ucap wanita cantik yang mungkin masih pelajar itu.
Zifana membelalakkan matanya, tak menyangka saja jika vidio pemasaran ZA grup sudah tersebar. Apa ini tujuan Delon mengundangnya ke ZA grup?
Zifana menandatangani beberapa kaos yang dibawa orang itu, dan juga buku. Tak berapa lama kemudian, Zifana menyerahkan kembali spidol pada orang itu.
"Terimakasih kak, aku suka sekali dengan mobilnya. Aku sudah merekomendasikan mobil ini pada papaku untuk membelinya," ucapnya dengan senyuman yang indah.
Zifana tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Terimakasih kembali Dek," ucapnya. Gadis cantik itu melangkah pergi, hingga beberapa saat kemudian seseorang menarik tangan Zifana ke pinggiran loby.
Zifana yang terkejut hanya bisa menurut dan mengikuti langkah wanita yang entah itu siapa. Zifana belum bisa memastikan karna saat ini wanita itu membelakanginya.
Tak lama dari itu, sampailah keduanya di depan loby, wanita itu tampak berhenti di sana. Beberapa orang yang berlalu lalang di sana tampak berbisik bisik. Mereka tampak melihat ke arah Zifana dan wanita satunya.
"Klara," ucap Zifana dengan terkejut.
__ADS_1
Ya, wanita itu adalah Vely yang dikenalnya sebagai klara. Vely menatapnya dengan tajam, dia sangat tidak suka dengan apa yang terjadi. Baginya Wanita di depannya adalah penyebab semua kemalangan terjadi padanya. Mulai dari Delon yang abai, ipar yang tak respek, dan mama mertua yang semula sayang, kini malah menjauh dan memilih kembali ke mansion utama.
"Kenapa? Kau terkejut?" sentaknya.
Zifana terdiam, apa maksud kedatangan Klara padanya? Ada urusan apa?
"Aku hanya tidak suka caramu, kau punya sopan santun bukan?" ucap Zifana dengan wajah yang tetap tenang.
"Aku bisa sopan, pada wanita baik baik. Lalu, apa aku harus bersikap sopan pada seorang perebut lelaki orang sepertimu?" sentaknya.
Deg
Zifana membelalakkan matanya, hatinya sakit mendengar ucapan Klara. Apa maksud wanita di depannya?
"Jaga ucapanmu Nona Klara," ucap Zifana sambil menatap tajam ke arah wanita itu.
Vely bersedekap dan menatap Zifana dengan tatapan sombongnya. Semua mata orang yang berlalu lalang tampak memandang Zifana dan Vely.
"Apa yang aku dapat? Aku mendapatkan apa yang seharusnya aku dapatkan dari bekerja. Aku mendapatkan ini karna aku berusaha dengan baik. Lalu, apa kau iri dengan pencapaian ini? Lagi pula aku tidak pernah mengajukan diri. Aku hanya mencoba menolong perusahaan WL dan SG, dan itu semua karna kau yang tiba tiba menghilang. Model macam apa dirimu itu?" sentak Zifana tak mau kalah.
Vely tampak mengeratkan rahangnya, mengepalkan tangannya. Dia geram dengan wanita yang telah menjadi istri dari mantan suaminya itu. Ternyata Vely salah mengira, dia pikir Zifana manda adalag wanita lemah yang bisa ditindas. Nyatanya dia sepadan dengan dirinya.
Zifana hampir saja melangkah, tak mau saja dia meladeni wanita gila seperti Klara, jam sudah menunjukkan pukul 10 lebih. Itu artinya dia sudah terlambat dari apa yang Delon tentukan.
Akan tetapi, tangan Vely menahannya hingga Zifana terhenti di tempatnya.
"Apa lagi? Kau bisa protes pada Pak Steve atau juga Pak Willy. Keberhasilan ini bukan aku saja yang mengharap, tapi kedua perusahaan itu juga. Bahkan, klien kita Tuan Delon juga mengharapkan ini karna ini adalah tujuan awal dari promosi. Kalo kamu tidak suka dengan pencapaian saat ini. Salahkan dirimu sendiri Nona Klara, harusnya kau tidak pernah pergi jika kau menginginkan apa yang aku capai saat ini," ucap Zifana sambil menepis tangan Vely dengan kasar.
Zifana melangkah pergi, Vely tidak terima. Dia ingin Zifana malu dan tak mampu lagi menghadapi banyak orang di luaran sana.
__ADS_1
"Mungkin aku memang salah, bersaing dengan Istri simpanan Tuan Delon!" ucap Vely lantang.
Deg
Zifana menghentikan langkahnya. Beberapa orang yang lewat tampak minggir dan menatap kedua wanita yang sama sama tak dikenal itu dengan antusias. Vely yang sedari dulu di luar negri tidak pernah bersama dengan Delon. Hingga tak ada yang tau wajahnya, kadang juga ada yang mengira Delon masih sendiri karna tak pernah terlihat dengan pasangannya.
Zifana memutar langkahnya dan menatap ke arag Vely, dilayangkannya satu tamparan di wajah Vely dengan geram.
"Jaga ucapan Anda Nona Klara yang terhormat! Aku tidak seperti yang kau bicarakan," sentaknya.
Dulu, sempat terpikir olehnya agar Delon mempublikasikan pernikahan mereka karna Delon memilih menyembunyikan. Lalu, bagaimana bisa Klara tau? Dari mana Klara tau? Apa karna ini Delon menyembunyikan statusnya? Apa Delon tak mau terjadi sesuatu seperti ini?
Vely yang mendapat tamparan memegang pipinya yang terasa panas. Dia membalas memberikan satu tamparan di pipi Zifana sehingga Zifana memiringkan wajahnya karna tamparan itu. Dia memegang pipinya yang sakit. Tapi, hatinya lebih sakit lagi.
"Kau tersinggung?" tanya Vely dengan senyuman mengejek. Membuat Emosi Zifana semakin menggebu.
"Harusnya kau tidak tersinggung jika itu tidak benar adanya. Jika itu benar adanya, kau itu tidak lebih dari sampah, tidak lebih dari wanita murahan, menjadi istri dari lelaki yang beristri hanya untuk sebuah popularitas, hanya untuk hidup mewah, hanya untuk mencapai kesuksesan," ucap Vely.
Deg
Hati Zifana terasa hancur, kali ini air matanya mengalir. Apa yang dikatakan Klara baginya tidak benar.
"Wanita macam apa kau itu, mau menjadi istri simpanan. Tak sadarkah kau, dengan kelakuanmu itu, kau itu menyakiti hati istri pertamanya, dimana nalurimu sebagai wanita? Kenapa kau itu tidak pernah berpikir Nona Zie yang terhormat?" sentak Vely lagi.
Zifana terdiam, hatinya terasa sakit. Kenapa dia yang dipersalahkan disini? Bukankah dia hanya menolong? Siapa Klara? Bagaimana bisa dia tau statusnya? Air mata Zifana meleleh, dilihatnya sekelilingnya. Banyak orang melihatnya.
Zifana tak kuat untuk tetap berdiri di tempat, dia berlalu dan berlari keluar dari loby apartemen. Air matanya meleleh, dia melangkahkan kakinya entah mau kemana.
Vely tersenyum tipis dan merasa puas, Steve keluar dari tempat persembunyian. Keduanya berjalan ke arah pintu lain. Securiti yang baru datang membubarkan kerumunan.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...