ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Mencoba Menerima


__ADS_3

Happy Reading 😘😘


Juwi yang melihat Tania sudah lebih baik pun menggandeng tangan nya untuk turun ke bawah.


"Yuk kita turun! Gw yakin, orang tua Lo pasti sedang menangis. Mereka pasti sangat sakit saat melihat Lo tak mau mengakui mereka tadi?"


Dengan berat hati Tania pun mengangguk, kemudian berjalan keluar kamar bersama Juwi.


Sedangkan di ruang tamu. Tante Amanda sedang menangis di pelukan suaminya. Hati nya sakit, dada nya sangat sesak saat melihat reaksi Tania.


Dia pikir setelah Tania tahu jika ia ibu nya, Tania akan menghambur memeluk dirinya. Tapi ternyata ia salah.


Lian hendak melangkah menuju tangga. Tapi tangan nya langsung di cekal oleh Mama Rena.


"Apa Ma? Aku mau nyusul Tania ke kamar? Tania butuh aku Ma?" Ucap Lian


Plak


Mama Rena memukul lengan anak nya dengan kesal.


"Dia gak butuh kamu! Saat ini sudah ada Juwi disana? Lagian kamu kenapa tes DNA gak izin dulu sama istri kamu hah? Kamu pikir Tania gak bakal setuju?" Ketus Mama Rena


"Tapi Ma, aku lakuin itu juga--"


"Juga apa? Demi Tania? Kamu sadar gak sih, kalau apa yang kamu lakukan itu salah?"


"Iya, iya. Lian minta maaf!"


"Sudah, biarkan Juwi saja yang menenangkan Tania! Mama yakin, Juwi akan membuat Tania tenang."


Jojo yang ada di sana hanya diam saja menyimak. Dia tak tahu harus apa. Ikut campur juga tak mungkin. Sebab itu bukan urusan Jojo.


Tak lama pandangan mereka tertuju pada tangga, dimana mereka melihat Tania dan Juwi turun.


Tania berjalan beriringan menuju ruang tamu bersama Juwi. Lian yang melihat itu segera memeluk tubuh istrinya. Tapi Tania hanya diam tak merespon.


"Sayang maafkan aku!" Ucap Lian


Cup

__ADS_1


Cup


Cup


Lian mencium dahi dan kedua pipi Tania di hadapan semua orang. Membuat pipi Tania bersemu merah menahan malu. Jojo dan Clara membuang pandangan nya ke arah lain.


"Somplak emang kalian ya? Gak sadar apa di sini ada banyak orang?" Ketus Juwi.


"Iri? Bilang Bos?" Ledek Lian


Pletak


Mama Rena menjitak kepala anak nya dengan kesal. Bisa bisanya Lian mencium Tania di hadapan banyak orang.


"Kamu ini kalau mau nyosor, ya jangan di sini?" Sindir Mama Rena


"Mama mau? Minta aja sama Papa!" Ledek Lian.


"Sudah, sudah. Sekarang kita makan saja yuk!" Ajak Papa


Mereka semua pun berjalan ke arah meja makan. Tania hanya diam saja tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut nya.


"Biar Mami saja ya?" Punya Tante Amanda


"Gak usah Tante! Tania bisa sendiri kok!" Ucap Tania


"Please, Mami mohon."


Tania melihat ke arah sahabat nya, dan Juwi mengangguk. Akhirnya Tania pun hanya diam membiarkan Tante Amanda mengambil kan nya nasi dan lauk pauk.


"Terimakasih Tante." Ucap Tania


Ada rasa nyeri di hati wanita 48 tahun itu saat Tania memanggilnya dengan sebutan Tante.


Setelah makan siang selesai, Tania meminum juz nya.


"Nak, kata Lian kamu punya restoran ya?" Tanya Pak Arya pada Tania.


Tania menoleh ke arah suara, lalu mengangguk. "Iya." Jawab singkat Tania

__ADS_1


Pak Arya menghela napas nya saat mendengar jawaban putri nya itu. Dia harus bersabar, sebab ia tahu jika Tania masih syok.


"Papi dan Mami tak pernah membuang kamu sayang! Kami kehilangan kamu, saat kamu di jaga oleh nenek mu di teras rumah. Saat itu Nenek kamu mau mengambil empeng kamu kedalam rumah, tapi saat balik ke teras kamu sudah gak ada?


Mami dan Papi sudah mencari kamu! Lapor ke polisi bahkan mengerahkan anak buah untuk mencari kamu sampai sekarang pun masih kami lakukan?


Kami tak pernah libur mencari kamu! Selama 24 tahun kami mencari kamu Nak! Tapi, keberadaan kamu bagaikan di telan bumi. Walaupun Papi sudah sewa detektif untuk mencari kamu? Tapi nihil." Jelas Pak Arya sambil menunduk


Dia bahkan menangis, dia tak malu di lihat banyak orang di meja makan. Sedangkan Tante Amanda sudah menangis di pelukan Clara.


"Kak, aku mohon akui Mami dan Papi! Mereka sangat merindukan Kakak? Mereka selalu mencari Kakak selama ini? Clara mohon Kak!" Pinta Clara yang sudah meneteskan air mata.


Tania yang melihat itu benar benar tak sanggup. Hatinya sangat rapuh, dia tak bisa melihat orang terdekat nya menangis.


"Sayang, mereka orang tua yang selama ini kamu rindukan?" Ucap Lian sambil menggenggam tangan Tania.


Tania menatap kedua orang tua nya dengan tatapan yang begitu sulit di artikan. Sedetik kemudian dia memanggil nama mereka dengan lirih.


"Mami.... Pa-pi...." Ucap Tania dengan lirih.


Tante Amanda dan Pak Arya yang mendengar itu mengangkat wajah nya, menatap Tania tak percaya. Kemudian Tante Amanda bangun dan langsung menghambur memeluk tubuh Tania.


Dia menangis pilu di pelukan anak nya. Anak yang selama ini dia rindukan.


"Anak Mami, anak Mami." Ucap Tante Amanda sambil menciumi seluruh wajah Tania


Cup


Cup


Cup


Pak Arya juga memeluk tubuh putri nya. Putri yg selama ini dia cari. Mereka bertiga berpelukan sambil menangis pilu, pak Arya juga mencium seluruh wajah Tania dengan penuh kasih sayang.


"Mami rindu Nak! Mami rindu hiiiksss... Jangan pergi lagi sayang, Mami gak sanggup!" Ucap Tante Amanda dengan suara purau.


Semua yang ada di meja makan ikut menitikan air mata melihat bersatunya keluarga Tania. Semua terharu melihat akhirnya Tania bisa bertemu dan memeluk keluarga nya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2