ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Sadar


__ADS_3

Happy Reading 😘😘


Sesampainya di rumah sakit, Lian segera menyerahkan baju ganti Tania. Dia membantu istrinya untuk ganti baju di kamar mandi, sebab badan Tania masih lemas.


"Gak usah Pupu, aku bisa kok." Tolak Tania


"Kenapa? Kamu malu sama aku?" Tanya Lian sambil mengangkat satu alisnya


Tania mengangguk, dan itu malah membuat Lian terkekeh.


"Apa yg mau kamu maluin Bubu? Bahkan aku sudah tahu setiap lekuk tubuh kamu! Bahkan, aku juga tahu tahi lalat di bagian itu?" Goda Lian sambil melihat ke arah bawah perut Tania.


Seketika Tania menyilangkan tangan nya di bawah perut nya.


"Dasar, mesyum."


"Mesyum juga sama istri sendiri. Udah yuk!" Ajak Lian sambil memapah Tania ke kamar mandi.


Dia dengan teliti mengelap tubuh Tania, dengan susah payah Lian menelan saliva nya saat melihat tubuh polos istrinya itu.


Tania mencubit hidung Lian dengan kesal. Bagaimana Tania tidak kesal, sedari tadi Lian terus mengelap d*d* Tania tanpa berpindah.


"Kenapa di cubit sih sayang? Sakit tahu!" Kesal Lian sebab aktivitas nya di ganggu.


"Gimana aku gak cubit. Habisnya kamu sih! Kenapa tangan nya malah di situ terus?" Protes Tania.


"Hehe.... Habisnya gemes sih! Apalagi sekarang tambah gede. Bikin menantang." Ucap gamblang Lian


Tania mengambil bh nya dan memakai nya. Tapi tangan Lian menghentikan gerakan Tania.


"Kenapa?"


"Boleh ya! Sebentar saja." Pinta Lian sambil memegang buah pepaya di hadapan nya.


"Sayang, tapi inikan di rumah sakit?"


"Bentar saja! Aku janji, cuma yg atas saja."

__ADS_1


Tania tak tega melihat wajah melas suaminya, akhirnya ia pun mengangguk. Lian yg melihat itu langsung saja menyerbu buah pepaya di hadapan nya dengan rakus.


Sedangkan Tania hanya memejamkan mata nya, saat lidah Lian bermain dengan lembut di bagian depan.


🌹


🌹


🌹


Esok nya, seperti yg sudah Niko rencanakan. Ia akan ke kantor polisi untuk melihat pelaku yg sudah mencelakai Tania


Sesampai nya di sana, Niko pun menyampaikan maksud kedatangan nya kesana pada polisi.


Kemudian dia duduk di ruang tunggu. Tak lama polisi datang membawa seorang wanita paruh baya yg sangat Niko kenal.


Mata Niko membulat dengan raut wajah yg begitu syok.


"I-bu...." Lirih Niko


"Niko.... Niko, kamu kesini mau keluarin ibu kan? Iya kan Nik? Ibu gak betah di sini Nik. Ibu mau cari Hana Nik." Ucap Bu Kus sambil memeluk tubuh Niko.


"Saya gak nyangka, jika anda melakukan kejahatan seperti itu? Kenapa anda mencelakai Tania?" Tanya Niko dengan tatapan tajam.


"Hahaha.... Kenapa kamu bertanya seperti itu? Oh, atau kamu masih suka sama dia? Ingat Niko, hanya Hana lah wanita yg kamu cintai. Bukan wanita sial*n itu?"


"Saya sudah menceraikan Hana."


"Kamu jahat! Kamu laki laki tak punya hati." Hardik Bu Kus sambil menunjuk Niko.


"Siapa yg jahat! Sudah jelas jika anak ibu lah yg jahat, karena sudah berselingkuh di belakang saya? Dan dia pecinta para pisang." Ucap Niko dengan nada jijik


"Dimana Hana, Niko? Saya mau Hana."


"Saya tidak tahu! Dan Saya gak mau tahu. Sekarang anda harus menanggung, apa yg anda perbuat."


Setelah mengucapkan itu, Niko pun pergi dari sana.

__ADS_1


🌹


🌹


🌹


Sudah dua hari Mami di rawat di ICU. Dan selama itu pula Clara Dan Papi nya menginap di sana.


Tadinya Tania juga mau menginap. Tapi Lian melarang, sebab Tania sedang hamil. Dan rumah sakit tidak terlalu bagus untuk Tania, sebab sekarang lagi banyak Virus menyebar.


Tania sudah siap dengan drres selutut berwarna kuning. Dia akan kerumah sakit untuk membawakan Papi nya sarapan.


Saat ia sedang menyiapkan sarapan, tiba tiba ponsel nya berdering di atas meja.


"Bubu, ponsel kamu berdering." Ucap Lian


"Iya Pu."


Tania pun melangkah ke meja makan, lalu mengambil ponsel nya. Terlihat jika nama Clara yg terpampang di atas layar.


"Hallo, assalamu'alaikum de."


"Waalaikumsalam, Kak. Kak, kakak kerumah sakit sekarang ya! Mami sudah sadar kak." Ucap Clara dengan antusias.


Mata Tania berbinar bahagia saat mendengar ucapan Clara.


"Benarkah? Iya dek. Kakak kesana sekarang."


Klik


"Sayang, ada apa?" Tanya Lian


"Pu, Mami udah sadar Pu! Aku mau kesana." Ucap bahagia Tania.


"Alhamdulilah. Yasudah, sarapan nya di mobil saja ya!" Ucap Lian


Tania mengangguk, Mama Rena dan Papa Wahyu yg kebetulan ada di sana juga ikut bersama Tania kerumah sakit.

__ADS_1


'Alhamdulillah ya Allah. Terimakasih, sudah menyelamatkan Mami.' Batin Tania penuh rasa syukur.


Bersambung.......


__ADS_2