ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Promo Bab. ISTRI KONTRAK SANG CEO


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Hari ini Vita putuskan untuk merantau ke Jakarta, dia akan mengadu nasib di sana untuk mencari pekerjaan, guna membantu kebutuhan di panti.


Bermodalkan tabungan Vita yg satu juta, dia bertekad akan mencari kerja. Walaupun Bunda Arum sudah melarang nya, tapi Vita tetap ngotot.


"Bunda, adik adik. Aku berangkat dulu ya! Kalian jangan nakal nakal. Ingat, kalian harus patuh sama Bunda! Jangan bikin Bunda repot." Ucap Vita pada adik adik panti yg berjumlah 20 anak.


"Baik Kak! Kaka cepat kembali ya!" Ucap salah satu anak yg bernama Ella.


"Iya, Ella. Insya Allah, kaka akan pulang lagi. Kalau begitu Vita pamit ya Bunda! Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam...."


Vita melambaikan tangan nya dan masuk kedalam bis, yg akan membawa nya ke kota jakarta.


Perlahan bis itu melaju meninggalkan kota dimana khas dengan bawang dan nanas madu nya.


Vita menatap ke samping jendela, menatap hamparan sawah yg membentang luas. Tapi banyak yg menggunakan sawah untuk memanen bawang merah, sayuran, cabe dan yg lain nya.


Vita memegang gelang yg sejak bayi dia pakai. Gelang berbentuk bintang. Itu adalah gelang pemberian dari orang tua nya, dan Vita berharap dengan gelang itu Vita bisa bertemu dengan orang tua nya nanti.


🌹


🌹


🌹

__ADS_1


Saat ini Bagas sedang berada di mobil bersama dengan kedua orang tua nya. Dia akan makan siang bersama dengan keluarga dari Mahendra.


Sebenar nya keluarga Bagas dan keluarga Mahendra itu bersahabat. Kedua orang Tua mereka bersahabat sejak kuliah sampai sekarang.


"Mah, Pah. Kenapa sih harus jodohin Bagas? Bagas gak mau Pah, Ma." Tolak Bagas.


"Kenapa Gas? Kamu kan masih jomblo! Jadi gak ada salah nya, kalau Mama carikan kamu jodoh?" Jawab Mama Imel


Mendengar ucapan sang Mama, Bagas hanya diam saja. Kemudian dia membuka ponsel nya dan ternyata banyak pesan masuk dari wanita wanita bayaran yg mengirimi nya pesan.


Bagas pun membalas pesan itu satu persatu. Baginya tak ada yg mengasyikan kecuali bergoyang dengan para wanita jal*ng itu di atas ranjang.


Sesampai nya di Restoran, ternyata keluarga Mahendra sudah ada di sana menunggu kedatangan mereka.


Bagas masih sibuk dengan ponsel nya, membalas pesan wanita yg nanti malam akan menemani tidur nya.


"Selamat siang, silahkan duduk! Kayak sama siapa aja, sebut Pak, buk." Ledek Pak Yusman


Papa dan Mama nya Bagas terkekeh, sedangkan Bagas duduk di kursi di hadapan Alleta dengan dingin.


"Apa kabar Gas?" Tanya Pak Yusman


"Kabar baik Om!" Jawab Bagas


Mereka pun melakukan makan siang. Sedari kedatangan Bagas ke restoran, Alleta terus menerus memperhatikan Bagas.


Dia begitu kagum dengan ketampanan pria di hadapan nya itu. Alleta memang meminta orang tua nya untuk menjodohkan nya bersama Bagas. Sebab Alleta sudah menyukai Bagas sejak SMA.

__ADS_1


'Aku harus memiliki mu Bagasku.' batin Alle penuh dengan ambisi.


Setelah makan siang selesai, mereka pun membicarakan perjodohan antara Bagas dan Alleta.


"Bagaimana Gas? Apa kamu mau di jodohkan dengan Alle?" Tanya Papa nya


Bagas menatap Alle dengan lekat, lalu membuang napas nya dengan kasar.


"Maafkan Bagas, Pah, Mah, Om, Tante dan juga Alle. Bagas gak bisa!" Ucap Bagas, yg membuat Alle mendelik tajam dengan tangan terkepal di bawah meja.


"Kenapa Gas?" Tanya Mama Imel dengan nada kesal.


"Ma, cinta itu gak bisa di paksakan! Lagipula, Bagas sudah punya pacar!"


"Siapa? Dimana? Kamu gak pernah kan, bawa pacar kamu ke hadapan Mama dan Papa? Jangan bohong Gas!" Tekan Mama Imel


"Ma, Bagas gak bohong! Besok Bagas akan kenalkan sama Mama dan Papa. Tadi nya mau siang ini, tapi Mama dan Papa ngotot malah ingin menjodohkan aku."


Alle yg mendengar pengakuan Bagas, tak Terima. Dia marah dan kecewa, kemudian Alle berdiri dan berlari keluar dari resto dengan air mata yg sudah jatuh.


'Gak! Aku gak terima.' batin Alle menjerit


"Jeng, maafkan Bagas ya!" Ucap Mama Imel pada sahabat nya itu dengan nada tak enak


"Gak Papa jeng! Bagas benar. Cinta memang gak bisa di paksakan! Kalau gitu kami pamit ya! Mau nyusul Alle, takut nya kenapa napa."


Orang tua Alle pun pergi mengejar anak nya yg berlari. Mereka tak marah pada keluarga Atmajaya, sebab memang benar cinta tak bisa di paksakan.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2