
Happy Reading 😘😘
Maaf ya othor jarang bales komen kalian🙏tapi other selalu baca kok😘Dan othor yang sering ngakak baca komen komen kalian🤣🤣jadi teruslah tinggalkan jejak kalian ya😘😘🙏
Waktu yang di tunggu pun tiba, dimana keluarga Lian dan keluarga Tania akan makan siang bersama di sebuah restoran ternama.
Mama Rena dan Pak Wahyu serta orang tua Tania sudah ada di sana. Tapi Tania dan Lian masih di jalan belum sampai.
"Jo berhenti." Pinta Lian
Ckiiit
Jojo memberhentikan mobil nya.
"Ada apa Tuan?"
"Iya sayang, ada apa?" Timpal Tania
"Jo, belikan aku itu?"
"Mpek mpek Tuan?" Tanya Jojo sambil melihat ke arah gerobak yang ada di depan mobil nya.
"Iya, cepat Jo. Aku mau!"
"Ba-baik Tuan." Jojo pun turun dari mobil dan membeli 3 porsi mpek mpek.
Sebab Jojo tahu jika Tuan nya sedang ngidam, pasti tak cukup satu porsi saja.
"Sayang, ayo nanti kita telat tahu?" Rengek Tania
"Sebentar sayang! Jojo belum kembali."
Brak
Pintu mobil tertutup, lalu Jojo pun menyerahkan mpek mpek itu pada Lian. Tanpa bilang makasih Lian langsung melahap makanan itu dengan lahap nya.
Dia tak perduli dengan tatapan heran Tania dan Jojo.
Uwweekk
"Sayang jauhin dari aku ih? Aku mual nyium nya?" Pinta Tania sambil menutup hidung.
"Duh sayang, ini enak. Kok malah di bilang mual?"
"Tapi aku mual, uuweeek...."
__ADS_1
"Yasudah, cium ketek aku saja!" Usul Lian
Tania langsung mencium ketek Lian, tapi masih terasa mual. Akhirnya dia membuka kancing kemeja Lian satu persatu.
"Sayang, kamu mau apa? Ini masih di mobil sayang? Kita ke hotel saja kalau gitu!" Ucap Lian
Tania tak menjawab, dia masih membukan kancing kemeja suaminya. Lalu menyibak sebelah kemeja Lian dan langsung menghirup aroma ketek suaminya itu.
Jojo yang melihat di pantulan cermin seketika menahan tawa nya. Dia ingin tertawa terbahak bahak melihat ekspresi kecewa Lian..
"Mau ku potong gajihmu hah?" Bentak Lian pada Jojo sambil menatap tajam lewat pantulan cermin.
"Nggak Tuan, maaf!" Lirih Jojo
Padahal hatinya saat ini sedang tertawa menggelegar.
"Ck, ku kira kamu minta anu sayang? Kok malah keteku sih yang di cium? Enakan juga belalainya?" Rengut Lian dengan wajah cemberut menahan kesal.
Tania yang mendengar itu, malah menggigit dada Lian. Membuat pria itu meringis sakit.
"Kok di gigit sih? Enakan juga di hisap?" Cetuk Lian
Plak
Kali ini Tania memukul lengan Lian dengan kesal. Dia benar benar malu dengan Jojo, sebab Lian kalau bicara terlalu vulgar dan tanpa di saring dulu.
"Dih, ngapain malu? Anggap aja si Jojo itu patung tanpa nyawa! Jadi, dia gak bakal ngerti kita ngomong apa?" Cuek Lian
Jojo yang mendengar itu memanyunkan bibir nya.
'Dasar Bos kembaran haji Bolot? Bisa bisa nya dia bilang gw patung tanpa nyawa? Makin kesini otak Tuan Muda makin konslet? Kayaknya perlu di ganti sama wat yang baru?' Batin Jojo
🌹🌹🌹🌹🌹
Sesampainya di restoran, Tania langsung menghambur memeluk tubuh Mami dan Papi nya.
"Sayang, gimana kandungan kamu hem?"
"Alhamdulilah, baik Mi! Clara mana Mi? Kok gak ikut sih?" Tanya Tania
"Ada kok! Dia nanti nyusul. Katanya mau jemput Gabriel dulu di bandara." Jelas Mami Amanda
"Gabriel datang ke indo?"
"Iya sayang!"
__ADS_1
Mereka pun memesan makanan, Mami Amanda dan Mama Rena lah yang memilih menu makan siang kali ini.
Mereka gak mau jika nanti Tania mual saat mencium makanan. Jadi mereka teliti sekali, dan hasilnya Tania tak mual sama sekali.
Mereka pun langsung makan, sambil mengobrol hangat masalah bisnis sekaligus masalah kehamilan Tania dan kelahiran nya nanti.
Saat mereka sedang makan tiba tiba dari arah belakang, ada yang memanggil Tania.
"Tania....."
Tania yg sedang makan menghentikan gerakan mulut nya, lalu menengok ke belakang. Dia sangat terkejut saat melihat wanita paruh baya yang sedang menatap nya dengan sendu.
"Mama Susi... Papa Brahma..." Ucap Tania sambil mencium tangan kedua mantan mertua nya itu.
Semua hanya diam, tapi kedua orang tua Tania menatap heran pada Tiga orang di hadapan Tania.
"Mama dan Papa apa kabar? Sudah lama ya, kita gak ketemu?" Tanya Tania
"Kabar baik sayang! Kamu sendiri gimana?"
"Alhamdulillaah baik Ma!"
"Hai Tan, apa kabar?" Tanya Niko sambil mengulurkan tangan nya.
Lian yang melihat itu segera bangkit, dan menjabat tangan Niko.
"Baik! Bahkan rumah tangga kami sangat baik." Jawab Lian
Niko tersenyum mendengar nya, dia bisa melihat raut tak suka dari mata Lian.
"Syukurlah..."
"Sayang, mereka siapa?" Tanya Pak Arya pada Tania.
"Oh, ini Pi kenalin. Mereka ini mantan mertua aku, nama nya Papa Brahma dan Mama Susi...." Ucap Tania
Pak Arya mengangguk, dia memang sudah tahu jika dulu Tania pernah menikah sebelum bersama Lian. Tapi Pak Arya tidak tahu keluarga suami pertama Tania.
"Hallo, saya Pak Arya. Papi nya Tania!" Ucap Pak Arya memperkenalkan diri
"Saya Brahma."
"Dia siapa nak?" Tanya Mama Amanda sambil menunjuk Niko
"Oh itu... Eum kenalin Mi, Pi. Dia Mas Niko, mantan suami Tania!" Ucap Tania
__ADS_1
Pak Arya tampak diam menatap ke arah Niko. Ada rasa amarah di hati nya saat mengetahui jika Niko adalah mantan suami yang pernah menyakiti anak nya.
Bersambung......