ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Pulang Ke Indonesia


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Tania dan Lian sudah berada dalam jet untuk pulang ke Indonesia. Di dalam pesawat Tania terus saja melihat poto sang Papa saat bersama nya di ponsel milik nya.


Juwi juga mengirimkan poto terkhir Pak Hery saat berada di rumah sakit.


Air mata Tania terus mengalir tanpa henti, sampai mata nya bengkak. Lian yg melihat itu terus menguatkan sang istri, dia tahu jika Tania saat ini sangat rapuh dan terluka.


Kehilangan orang yg berharga dan paling berjasa dalam hidup kita memang lah tidak mudah.


'Aku tak menyangka, jika Papa akan pergi secepat ini? Kenapa Pa? Kenapa Papa gak biarin aku bertemu Papa untuk terakhir kalinya! Kenapa Papa pergi tanpa pamit padaku. Kenapa Pa?


Maaf! Maafkan aku yg tak bisa menemani dan menggenggam tangan mu saat Papa terakhir kali nya menutup mata. Sakit Pa! Hatiku sakit menerima kenyataan ini.' Batin Tania pilu


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


Di kediaman Daulay, semua orang sibuk untuk mempersiapkan pemakaman jenazah Pak Hery. Di sana juga sudah banyak yg ngelayat dari kolega bisnis dan para tetangga.


Bahkan Orang tua nya Lian juga sudah berada di sana untuk berbela sungkawa. Dan sedari datang, Juwi terus berada di samping jenazah Papa nya.

__ADS_1


Sedangkan Jojo terpaksa harus kembali ke kantor untuk meeting.


Jenazah Pak Hery pun sudah siap di makam kan, kini jenazah nya di masukan kedalam ambulance untuk di bawa ke tempat pemakaman.


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


Pesawat yg di tumpangi Tania dan Lian baru saja sampai di bandara soekarno Hatta. Mereka segera menaiki mobil dimana Jojo sudah menjemput mereka.


Harusnya kepulangan nya ke Indonesia menjadi raut wajah bahagia, tapi kini malah menjadi raut wajah kesedihan.


"Sayang, kamu harus kuat! Aku yakin, Papa akan sedih jika melihat kamu begini." Ucap Lian sambil mengelus kepala Tania


Cup


Lian mengecup dahi Tani, mencoba menguatkan istrinya. Dia tahu perasaan istrinya kini amat teramat sedih.


35 menit mobil pun sampai di kediaman Daulay. Tania dan Lian langsung turun, bahkan tubuh Tania sempat oleng sebab ia tak sanggup berjalan.


Lian pun dengan sigap menggendong nya sampai kedalam rumah.

__ADS_1


Sesampai nya di ruang tamu, Tania sudah di sambut oleh Juwi dan kedua mertua nya. Tania langsung menghambur ke pelukan Juwi, kemudian mereka menangis bersamaan.


"Nak, kematian memang akan datang pada siapapun. Kita sebagai umat manusia, pasti akan mengalami nya! Ikhlaskan Papa, walaupun itu berat. Jika kamu dan Juwi terus meratapi kematian Pak Hery, maka Papa kamu di sana pasti akan sangat sedih.


Biarkan beliau tenang di alam sana, jangan biarkan dia berat meninggalkan dunia ini." Ucap Pak Wahyu sambil mengusap rambut Juwi dan menantu nya.


Juwi dan Tania yg mendengar itu segera menghapus air mata nya. Pak Wahyu benar, jika mereka tak boleh meratap terus menerus.


"Wi, kenapa kamu bilang Papa baik baik saja! Sedangkan Papa sedang sakit? Kenapa kamu bohong?" Ketus Tania


"Maafkan aku Tan! Aku sungguh sangat terpaksa. Papa melarang ku memberitahu kamu, jika Papa sedang sakit. Dia gak mau mengganggu masa bulan madu kamu!" Jawab Juwi dengan kepala menunduk


"Sayang, Juwi tidak sepenuh nya salah. Dia hanya menjalankan perintah Papa." Ucap Lian


"Ian, bawa istri kamu ke kamar! Dia pasti kurang istirahat." Ucap Mama


Lian menurut, dia pun membawa Tania ke kamar yg biasa di tempati nya di rumah megah itu.


"Sayang tidurlah dulu!" Ucap Lian sambil mengelus rambut Tania yg berbaring di samping nya.


Tania menurut dia juga sangat lelah, dengan hitungan menit dia sudah tertidur lelap dengan mata bengkak nya.


Hati Lian sangat sakit saat melihat istri tercinta nya begitu sangat memprihatinkan.

__ADS_1


'Jika saja aku bisa menggantikan kesedihan kamu sayang! Maka sudah menggantikan nya. Aku benar benar tak tega melihatmu seperti ini?' Batin Lian, kemudian ia pun turut memejamkan mata.


Bersambung.........


__ADS_2