
Happy Reading 😘😘
"Mau apa kamu kesini? Apa wanita itu sudah mat*? Hahaha.... Iya, wanita itu pasti sudah mat* kan?" Ucap Bu Kus pada Lian.
Lian menyilangkan tangan nya di depan dada, sambil melihat wanita gila di hadapan nya dengan tatapan yg begitu tajam.
Jika saja ini bukan negara hukum, sudah pasti Lian akan menghabisi wanita di hadapan nya itu.
"Kenapa kamu mau mencelakai Tania?" Tanya Lian sambil menahan amarah di dada nya.
Bu Kus mendelik dengan tajam, sambil melihat ke arah Lian.
"Dia pantas mat*. Gara gara dia, saya dan Hana di usir oleh Niko, dan kehilangan semua nya! Dia harus menderita."
Brak
Lian menggebrak meja dengan kencang, hingga membuat wanita di hadapan nya terjingkat kaget.
"Jika kau bukan wanita gila. Sudah ku habisi kau saat ini. Pak! Hukum dia seumur hidup, dan jangan di bawa ke RSJ. Jika itu terjadi, maka dia akan kabur lagi?" Ucap Lian sambil menunjuk Bu Kus dengan wajah garang.
Setelah mengatakan itu, Lian pun pergi dari sana tanpa memperdulikan teriakan Bu Kus yg minta di bebaskan.
Blub
Pintu mobil tertutup. Lian memukul setir mobil dengan emosi. Sebenarnya dia sudah gatal ingin menghabisi Bu Kus.
Tapi, Lian tak mau gegabah. Sebab negara ini, negara hukum. Jadi dia tak mau berurusan dengan hukum.
Lian memacukan mobil nya menuju Mansion orang tua nya.
Sesampainya di Mansion, Lian memerintahkan semua pengawal untuk kumpul. Setelah kumpul, Lian memandang mereka satu persatu.
Sedangkan para pengawal, hanya diam menunduk. Mereka tak berani menatap Lian.
Bugh
Bugh
Bugh
Bugh
__ADS_1
Lian menendang 30 pengawal itu satu persatu dengan keras, hingga mereka jatuh tersungkur sambil memegang perut nya.
"Apa kerja kalian hah? Aku perintahkan kalian sebanyak ini buat apa? Guna nya kalian buat apa hah?" Bentak Lian
Mereka tak berani menjawab, atau bahkan melihat ke arah Lian.
"Kalian sebanyak ini, tapi bisa kecolongan? Kalian kerja sambil tidur hah?" Teriak Lian
"Jawab!"
Tapi tak ada yg berani menjawab. Mereka masih menunduk takut, dan Lian yg melihat itu tentu saja menjadi lebih murka.
Iya mengangkat tangan nya, hendak melayangkan tinju pada para pengawal itu, tapi harus terhenti saat ponsel nya berbunyi.
"Hallo Ma." Ucap Lian saat mengangkat telpon dari Mama Rena.
"Kamu ke rumah sakit sekarang ya! Bawa baju salin Tania." Ucap Mama di sebrang sana.
"Baik Ma. Aku akan ke sana."
Klik
Telfon pun terputus, Lian meninggalkan para pengawal yg masih menunduk. Lalu ia masuk kedalam Mansion dan manggil Mbok Yem.
"Mbok, tolong siapkan baju salin buat Tania ya buat di rumah sakit nanti."
"Baik Tuan."
Lian pun masuk kedalam kamar, lalu melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
🌹
🌹
🌹
Di kantor Brahma Group, Jerry baru saja sampai di kantor setelah menghadiri meeting bersama klien nya.
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
Jery mengetuk pintu ruangan Niko.
"Masuk...."
Jery pun masuk kedalam dan memberikan sebuah map kepada Niko.
"Ini Bos, berkas kerjasama sama PT. Niagara Contruksi." Ucap Jery.
Niko menerima nya, dan mengecek hasil meeting Jery. "Ok, semua sesuai. Kerjamu sangat bagus Jer."
"Eum, Bos. Sebenarnya ada yg mau saya katakan."
Niko mengangkat wajah nya dan menatap asisten nya itu.
"Apa itu?"
"Tadi, sehabis saya Meeting. Saya bertemu dengan teman saya, yg baru saja pulang dari tasyakuran 4 bulan Nona Tania. Tapi, ada kabar duka Bos." Jelas Jery.
Niko mengeryit heran.
"Kabar apa?" Tanya Niko dengan tak sabar.
"Anu Bos. Kata temen saya, Nona Tania mau di tusuk sama penyusup! Tapi sayang, yg kena malah Mami nya Nona Tania."
"Apa! Di tusuk?" Kaget Niko sampai di berdiri dari duduk nya, saking kaget nya.
"Iya Bos. Tapi penjahat nya sudah di bawa ke kantor Polres Braja."
"Siapa pelaku nya?"
"Kata teman saya, pelakunya itu wanita paruh baya Bos."
Niko terdiam mendengar penjelasan Jery. Dia berpikir tentang siapa pelaku itu, yg sudah berusaha mencelakai Tania.
'Apa Ibu Kus?' Batin Niko menerka nerka.
"Bos, kalau gitu saya pamit dulu." Ucap Jery.
Niko berpikir dia akan ke kantor polisi besok untuk mengetahui siapa pelaku nya. Entah kenapa feeling Niko, itu adalah ibu nya Hana.
__ADS_1
Bersambung.....