ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Larangan Mama dan Mami


__ADS_3

Happy Reading 😘😘


Sesuai dengan ucapan Tania kemarin, jika hari ini dia akan mengantar Clara untuk ke salon bersama Mami nya.


"Sayang, kamu berangkat sama Mami gak papa kan? Aku ada meeting pagi ini." Ucap Lian


"Iya, gak papa Pupu."


Setelah sarapan Lian pun pamit pada Tania dan kedua mertua nya. Tak lupa dia juga mencium perut dan kening Tania.


"Yaudah Yuk. Kita berangkat sekarang." Ucap Mami


Kemudian mereka pun berangkat untuk ke salon, sebab jam menunjukan pukul 8 pagi.


Di dalam mobil.


"Kak! Kenapa sih Kaka sama Kak Lian itu manggil nya Pupu sama Bubu? Emang artinya Apa? Ya, manis sih! Tapi lucu aja gitu?" Tanya Clara


"Pupu itu, artinya Papa. Sedangkan Bubu itu, artinya Ibu."


"Ooh... Nanti kalau aku udah nikah sama Riel, aku mau juga ah panggilan kesayangan gitu? Lucu." Seru Clara


Sesampai nya di salon, mereka pun melakukan perawatan mulai dari atas hingga bawah.


*********


Di kantor Arganendra Lian baru selesai melakukan meeting. Lalu dia memanggil Jojo untuk masuk keruangan nya.


Lian ingin menanyakan perihal makam Hana. Tak lama Jojo pun masuk kedalam ruangan Lian.


"Iya Pak!"

__ADS_1


"Duduk Jo." Jojo pun duduk di hadapan Lian


"Gimana soal makam itu? Apa kau sudah menyelidikinya?"


"Iya Tuan! Sudah saya selidiki. Kemarin saya menyuruh anak buah saya, dan 2 orang penggali kuburan untuk mengecek makam itu. Dan ternyata benar Tuan. Jika makam itu adalah makam Hana! Di sana juga ada tulang belulang nya. tapi sudah di makamkan di TPU terdekat di sana. Ini Tuan, video yg anak buah saya berikan." Jelas Jojo panjang lebar sambil memeberikan ponsel nya pada Lian.


Mata Lian melebar saat melihat isi Video itu.


"Baiklah, kau boleh keluar."


Jojo mengangguk, lalu pamit keluar.


"Aku harus memberitahu Tania, jika aku sudah menemukan makam Hana." Gumam Lian.


**********


Malam ini Lian pulang lebih cepat, sebab ia ingin membicarakan perihal malam nya Hana.


Dia masuk kedalam rumah Mewah milik mertua nya itu. Tapi ternyata Tania lagi ada di dalam kamar.


"Pupu, kamu sudah pulang?"


"Gimana perawatannya?" Tanya Lian.


"Alhamdulillah, lancar sayang."


"Sayang, ada yg mau aku bicarakan!"


Tania menghentikan gerakan tangan nya dan menatap Lian dari pantulan cermin.


"Apa itu?"

__ADS_1


"Aku sudah nemuin makam nya Hana!"


Tania yg mendengar itu tentu sangat terkejut. Dia membalik tubuh nya dan menatap suaminya dengan serius.


"Serius? Pupu gak lagi bohong kan?"


Lian menggeleng cepat, lalu ia menjelaskan bagaimana ia bisa menemukan makam nya Hana.


"Kalau begitu, besok kita kesana!"


"Baiklah. Tapi, hanya sebentar saja ya! Ingat, kamu lagi hamil."


Tania mengangguk.


Di meja makan semua sedang menikmati makan malam nya. Disana juga ada orang tua Lian yg baru saja datng untuk makan malam.


Sebab Tante Amanda sengaja mengundang nya. Tania pun memberitahukan keinginan nya untuk mengunjungi makam Hana.


Tapi sayang, keinginan nya itu mendapat penolakan dari Kedua orang tua nya dan juga mertua nya


"Kenapa Ma, Mi? Tania kan hanya mau mengunjungi Hana di tempat peristirahatan nya yg terakhir?" Heran Tania.


"Sayang, anak Mami. Bukan kami kejam atau sebagainya? Kamu kan lagi hamil? Gak baik, jika wanita hamil itu ke tempat mengerikan seperti itu? Kamu tahu? Bau nya wanita hamil, nifas dan bayi itu, adalah bau wangi bagi makhluk halus.


Dan mereka akan senang jika mencium bau wangi wanita hamil. Mangkan nya kan banyak kasus, wanita hamil hilang janin nya dan ketempelan. Begitu pun dengan bayi dan wanita yg habis melahirkan? Mangkan nya, rentan bagi ketiga itu?" Jelas Mami


Lian dan Tania menegak ludah nya dengan kasar. Lian malah langsung memegang perut Tania, dia menjadi cemas saat mendengar ucapan mertua nya.


"Bu! Aku gak mau ya, kalau kamu kesana? Pokok nya kamu gak boleh kesana!" Jelas Lian


"Apa separah itu Mi?"

__ADS_1


Mami dan Mama mengangguk. Kemudian Tania pun akhirnya menurut untuk tidak ke makam nya Hana. Dia juga tak mau jika terjadi apa apa sama kandungan nya.


Bersambung......


__ADS_2