ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Lamaran Jojo


__ADS_3

Happy Reading 😘😘


Jangan pelit pelit ya dears kasih vote dan bunga nya😘😘😘


Hari ini, hari dimana Juwi merasa bahagia. Dimana ia akan di lamar oleh Jojo.


Juwi sudah berada di kampung halaman nya di bogor. Disana juga sudah ada Tania yang menemani nya.


Segala jenis makanan sudah di beli Ibu nya Juwi tadi pagi di pasar. Mereka akan menyambut keluarga Lian yang mewakili keluarga Jojo. Sebab Jojo tak punya orang tua.


Orang tua nya Jojo sudah meninggal 7 tahun yang lalu, karena kecelakaan.


Juwi juga sudah siap memakai kebaya berwarna pink muda, bersama dengan Tania.


Tak lama suara deru mesin mobil terdengar di teras rumah Juwi. 2 mobil terparkir di depan rumah minimalis itu.


Bu Eni, ibu nya Juwi segera menyambut keluarga Lian. Mereka pun masuk kedalam rumah, sedangkan 5 pelayan membawa barang barang lamaran.


Lian mengedipkan sebelah mata nya saat melihat istrinya berdiri di samping Juwi. Kamudian mereka pun duduk di sofa ruang tamu.


Tania berjalan ke dapur untuk membawa minuman, tapi Lian malah menarik tangan nya ke sudut ruangan.


"Apa sayang? Aku harus ambil minuman."


"Buat apa? Kamu bukan pelayan?" Ketus Lian, kemudian dia memanggil pelayan yg di bawa nya dari jakarta, dan menyuruh nya untuk membawa minuman ke depan.


"Sayang, acara akan di mulai? Gak enak kalau di sini?" Bisik Tania


"Kamu sangat cantik sayang! Aku jadi pengen bawa kamu ke kamar?" Goda Lian sambil menjawil dagu Tania


Tania memutar bola matanya nya dengan malas.


"Haduh, kamu itu ya! Di otak kamu cuma ada kue apem mulu? Heran deh aku! Sudah, ayo ke depan. Gak enak tahu!" Ajak Tania sambil menarik tangan suami mesyum nya itu.


"Lalu, jatahku kapan?".


" Nanti malam." Jawab Tania dengan cepat.


Lian tersenyum senang mendengar ucapan istrinya itu. Dia sudah tidak mencoblos gawang selama 2 malam, sebab Tania sedang di rumah Juwi.

__ADS_1


Acara pun di mulai, dimana Pak Wahyu, Papa mertua Tania mengungkapkan niat nya melamar Juwi untuk Jojo.


Dan keluarga Juwi yang di wakili oleh paman nya, menerima lamaran itu dengan tangan terbuka.


🌹🌹🌹🌹


Saat ini Tania sedang berada di atap rumah Juwi yang menghadap langsung ke arah pesawahan.


Kebetulan rumah Juwi memang dekat dengan pesawahan. Jadi udara di sana masih cukup asri.


"Sayang, kamu lagi apa?" Tanya Lian yang baru saja naik ke atap.


"Lagi menikmati keindahan ciptaan Allah!"


Matahari mulai menguning menandakan jika sebentar lagi siang akan berganti malam.


Lian dan Tania pun duduk di atas genteng yang menghadap ke arah dimana matahari akan terbenam. Tania menyenderkan badan nya di bahu Lian.


Kedua nya menikmati suasana romantis itu dalam diam. Hingga Lian yang memang pada dasar nya berotak mesyum, memegang dagu Tania dan mencium bibir nya.


Keduanya pun larut dalam ciuman panas yg sangat mendominasi itu.


🌹


🌹


🌹


Bahkan Clara sering jalan jalan bersama Tania jika wekend tiba.


Pagi ini seperti biasa, Tania menyiapkan semua kebutuhan Lian. Setelah itu ia akan ke dapur untuk membuatkan kopi untuk suaminya.


"Mbok, apa makanan nya sudah siap?" Tanya Tania pada mbok Yem


"Sudah Nona!"


Rencana nya pagi ini Tania akan ikut ke kantor Suaminya untuk melihat pemasukan bulanan dari harta warisan Pak Hery.


Tania kebagian mengelola kebun kelapa sawit, mall 1 di bali dan 1 hotel. Begitupun dengan Juwi. Dia mendapatkan 1 mall dan 9 hotel.

__ADS_1


Tak lama Lian turun ke bawah dan duduk di meja makan. Setelah itu dia meminum kopi nya, sementara Tania mengambil Tas nya ke kamar.


"Yuk sayang, aku sudah siap!" Ucap Tania


Lalu mereka pun berangkat ke kantor di jemput oleh Jojo.


"Jo, gimana persiapan pernikahan kalian buat bulan besok?" Tanya Tania


"Alhamdulilah, semua lancar Nona muda! Sudah 60 persen Nona." Jawab Jojo


"Syukur deh! Aku harap acara nya akan lancar sampai hari H nanti."


"Aamiin...."


Tak lama mobil pun sampai di kantor Lian. Ketiga nya turun dan langsung menuju lantai atas, dimana ruangan Lian berada.


Tania membuka rantang makanan yang Mbok Yem sudah siapkan, tapi baru saja Membuka nya. Tania sudah mual, dia pun berlari ke arah wetafle yang ada di ruangan itu.


"Sayang, kamu kenapa?" Cemas Lian sambil memijit tengkuk Tania.


Uuweekk


Uweeekk


Tania menggeleng, lalu membersihkan mulut nya.


"Aku gak tahu Sayang? Bau makanan nya gak enak! Bikin aku eneg." Ucap Tania


Lian mengambil rantang makanan itu lalu mencium nya. Dahi nya mengkerut heran menatap Tania.


"Sayang, ini gak bau loh? Justru wangi kok!"


"Nggak Sayang! Singkirkan makanan itu dariku!" Pinta Tania saat Lian mendekat ke arah nya sambil membawa rantang makanan itu.


"Tapi sayang, ini gak bau?"


"Aku gak mau sayang! Kamu saja yang sarapan." Ucap Tania sambil menutup hidung nya.


Dengan perasaan bingung Lian pun akhirnya memakan sarapan nya seorang diri. Sedangkan Tania duduk di kursi kerja Lian sambil memakai masker, sebab bau masakan itu membuat nya mual.

__ADS_1


'Istri gw kenapa sih? Biasanya dia paling doyan malah?' Batin Lian dengan bingung


Bersambung......


__ADS_2