ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Promo Novel aisyah az : Kekuatan Cinta


__ADS_3

Jangan Lupa Mampir ya guys di Novel baru ki🤗Tinggal cari aja di kolom komentar nama aisyah az. Nanti semua Novelku muncul semua😘Atau tekan Profil ku🤗


Happy reading....


Papa Renal terdiam saat mendengar pertanyaan dari istrinya.


"Papa sangat yakin Mah. Lagi pula, mana mungkin bisa kita kehilangan Rika? Emangnya Mama mau Rika pergi dari hidup kita? Papa sangat yakin kok, dia tidak akan betah tinggal di kampung seperti itu. Rika selama ini sudah terbiasa hidup mewah, bergelimang harta, fasilitas yang mewah. Dan mendadak dia harus tinggal di kampung dan beradaptasi dengan suami petaninya itu. Papa sih yakin, tidak. Dan dia pasti akan kembali kepada kita dan menerima lamaran Galang," jelas Papa Renal.


Mama Cantika terdiam memikirkan tentang ucapan suaminya, kemudian dia pun mengangguk. "Papa benar. Rika tidak mungkin bisa bertahan. Itu hanyalah cinta sesaat saja, pasti pria kampung itu sudah mengguna-guna anak kita. Dan mama yakin, jika Rika pasti akan kembali ke sini dan membutuhkan bantuan kita. Lalu, apa rencana papa?" tanya Mama Cantika sambil menatap ke arah suaminya.


Papa Renal berjalan ke arah jendela lalu menatap ke arah luar. "Papa akan menarik semua fasilitas Rika, kita akan membuat hidupnya susah di sana. Tidak ada pertolongan dari kita sedikitpun, dari ekonomi ataupun yang lainnya. Dan Papa sangat yakin, Rika akan merasa kesusahan dan dia pasti akan membutuhkan bantuan kita." Papa Renal tersenyum menyeringai memikirkan rencananya.


Sementara itu Mama Cantika mengangguk paham, dia setuju dengan jalan rencana suaminya. Karena itu juga demi kebaikan putrinya. Mereka sangat mengenal Rika, wanita itu sedikit keras kepala jika keinginannya tidak dituruti, maka Rika akan mengancam.


Mama Cantika dan juga Papa Renal tidak bisa kehilangan Rika, sebab hanya wanita itulah putri satu-satunya dari pasangan suami istri tersebut. Sebab setelah Rika dilahirkan, Mama Cantika harus diangkat rahimnya, sebab ada konflikasi yang menyebabkan itu semua harus terjadi, dan dia tidak bisa mengandung anak lagi.


.


.


Pagi telah tiba.


Saat ini di kediaman orang tua Rika, penghulu sudah datang bahkan rumah itu pun tidak didekor dengan mewah, karena Papa Renal memang tidak ingin mengadakan acara untuk pernikahan putrinya. Sebab dia tidak mau dunia tahu jika dirinya mempunyai menantu seorang petani.


Hanya ada penghulu dan beberapa pelayan saja di rumah itu, pernikahan Rika bahkan tidak dipublikasikan dan tidak mau orang luar tahu.


Sesuai dengan ucapan Papa Renal, Adi saat ini tengah berada di sana duduk di hadapan penghulu dan dihadapan calon mertuanya.

__ADS_1


"Adi Hermawan, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Rika Novitasari, dengan mas kawin cincin seharga 2 gram serta seperangkat alat sholat dibayar tunai!" ucap penghulu mengucapkan ijab qobul.


"Saya terima nikah dan kawinnya Rika Novitasari, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," jawab Adi dengan satu kali tarikan nafas.


"Bagaimana saksi, sah?" tanya penghulu pada semua orang yang ada di sana.


"SAH ..." jawab semua orang serempak.


Kemudian penghulu pun membacakan doa, setelah itu Adi menyematkan cincin di jari manis Rika, lalu wanita itu langsung mencium tangan suaminya. Sementara satu tangan Adi ditaruh di atas kepala Rika lalu membacakan doa yang baik untuk istrinya.


Sementara mama Cantika dan Papa Renal hanya tersenyum mengejek saat melihat adegan itu semua. Mereka berdua sama sekali tak bahagia dengan pernikahan putrinya.


Setelah itu penghulu pun pulang. Kini tinggallah Rika, Adi dan kedua mertuanya di ruang tamu. Mereka berempat sama-sama terdiam, hingga tiba-tiba saja Papa Renal mengangkat suara.


"Kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau Rika, dan Papa tidak melarang itu. Papa sih sangat yakin, kamu akan menyesal telah memilih pria kampungan, rendah dan tidak berpendidikan seperti dia," ucap apa Renal sambil menatap dingin ke arah Adi dengan tatapan merendahkan.


Mendengar itu Rika memejamkan matanya. Dia takut Adi akan tersinggung dengan ucapan orang tuanya, kemudian Rika menggenggam tangan Adi dan pria itu hanya tersenyum manis ke arah Rika.


Adi tidak mempermasalahkan cacian dan makian dari kedua mertuanya, sebab hal itu sudah biasa dia dapatkan dari orang lain. Dan bagi Adi hinaan seperti itu baginya seperti angin yang berlalu.


"Saya berjanji Mah, Pah, saya akan membahagiakan Rika walaupun tidak dengan kemewahan," jawab Adi dengan tenang, namun penuh keyakinan sambil menatap sendu ke arah sang istri.


"Cukup! Jangan pernah kamu memanggil saya Papa! Jangan pernah kamu memanggil kami dengan sebutan seperti itu! Karena sampai kapanpun, kami tidak akan pernah merestui kalian, paham! Dan kamu Rika, kemasi barang-barangmu! Jangan pernah membawa apapun. Kunci mobil atau kemewahan dari rumah ini! Kamu hanya boleh membawa ponselmu saja untuk ATM juga kamu tinggalkan di rumah ini, paham!" tutur Papa Renal dengan tegas.


Rika tersenyum menatap kedua orang tuanya.


"Baik Mah, Pah, Rika tidak akan membawa apapun. Karena Rika tahu, semua itu tidak akan ada gunanya di kampung. Rika akan menerima suami Rika apa adanya, dan kami akan menjalani hidup yang sederhana," jawab Rika sambil tersenyum ke arah Adi.

__ADS_1


Setelah itu dia pun berjalan ke kamarnya, membereskan baju dan membawanya beberapa setel yang Rika rasa bisa untuk beradaptasi di sana. Dia tidak ingin membawa pakaian yang mewah, aebab di sana Rika akan tinggal di sebuah rumah yang sederhana.


Setelah mengamati pakaiannya, Rika pun berjalan menuruni tangga, dan di sana sudah ada Papa Renal, Mama Cantika dan juga suaminya yang tengah menunggu.


"Mah, Pah, Rika pamit ya. Jaga diri Mama dan Papa baik-baik! Rika akan sering-sering main ke sini menengok keadaan kalian," ucap Rika sambil mencium kedua tangan orang tuanya.


"Tidak usah kamu main ke sini lagi! Karena setelah kamu keluar dari rumah ini, Papa tidak sudi lagi kamu menginjakkan kaki di sini! Kamu sudah membuat Papa dan Mama kecewa dengan pilihanmu Rika. Kami benar-benar marah kepadamu!"


Mendengar ucapan Papanya, bagaikan disambar petir di siang bolong. Rika tidak menyangka jika kedua orang tuanya bisa berkata seperti itu.


"Apakah salah, jika Rika memilih jalan hidup Rika sendiri? Apakah salah, jika Rika memilih kebahagiaan Rika sendiri? Apakah salah, jika Rika memilih Imam dalam rumah tangga Rika sendiri?" tanya Rika dengan air mata yang sudah menetes.


Adi segera menggenggam tangan sang istri.


"Memang tidak salah. Tapi pilihanmu yang salah. Kamu memilih orang kampung seperti dia! Sedangkan kamu lihat Rika! Keluarga kita itu seperti apa!" teriak Mama Cantika.


"Rika akan buktikan kepada Mama dan Papa, kalau Mas Adi itu suami pilihan terbaik Rika. Dan dia mampu membahagiakan Rika walaupun tidak dengan kemewahan." Setelah mengatakan itu Rika dan juga Adi berpamitan kepada Papa Renal dan juga mama Cantika.


Bahkan saat Adi akan mencium tangan kedua mertuanya, Papa Renal dan Mama Cantika tidak sudi. Bahkan mereka memalingkan wajah seolah jijik menatap pria yang berada di hadapannya.


"Jika kamu berani membuat putri kami terluka sedikit saja, maka saya tidak akan segan-segan menghancurkan hidupmu, paham!" ancam Papa Renal sambil menatap ke arah ke arah Adi dengan tajam.


Kemudian mereka pun keluar dari rumah itu, namun saat langkahnya baru sampai di pintu utama tiba-tiba saja terhenti saat mendengar ucapan dari Papa Renal.


"Papa sangat yakin, jika kamu pasti akan kembali ke rumah ini Rika. Kamu tidak akan pernah bisa hidup sederhana! Apalagi dengan pria melarat seperti itu? Tidak akan pernah bisa bertahan hidup sederhana!" ucap Papa Renal dengan suara yang lantang.


Rika tersenyum, tanpa membalikkan badannya dia pun menjawab, "Dan Rika juga akan membuktikan kepada Mama dan Papa, bahwa harta bukanlah segalanya. Kebahagiaan tidak melulu tentang kemewahan. Kebahagiaan itu bisa kita ciptakan dari hati dan juga hidup sederhana. Buktinya orang yang sederhana, orang miskin saja bisa bahagia. Banyak orang kaya tapi mereka tidak bahagia? Dan Rika akan buktikan itu semua!" Setelah mengatakan itu Rika dan Adi pun pergi dari rumah tersebut menaiki taksi untuk menuju Terminal.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2