
Happy Reading😘😘
''Sayang, kamu kenapa? Kok melamun terus?'' Tanya Lian saat melihat Tania banyak diam selepas pergi dari Mall tadi.
Tania hanya menggeleng pelan, lalu menyandarkan kepala nya di bahu kekar Lian.
''Kamu kepikiran sama si Niko itu?'' Terdengar nada bicara Lian seperti tak suka.
Tania mengangkat wajah nya, menatap Lian dengan senyum mengembang di bibir sexy nya.
''Kamu kenapa? Cemburu?'' goda Tania sambil mencolek dagu Lian.
''Nggak! Siapa juga yg cemburu?'' sanggah Lian
''Halah, cemburu aja sok sokan gak ngaku?''
''Beneran, aku gak cemburu kok!''
''Apa iya....''
''Udah deh! Mending kamu jawab deh. Kenapa tadi melamun?'' Lian mencoba mengalihkan pembicaraan sebab ia tak mau Tania tahu jika ia memang cemburu.
''Aku hanya kasihan saja sama Hana tadi? Padahal tadi itu, aku berniat baik mau mengantar nya ke rumah sakit?'' jelas Tania dengan tatapan lurus ke depan.
Lian mengelus rambut Tania dengan gemas, lalu mengecup dahi nya.
''Kamu itu kenapa sih, harus baik sama dia? Kamu kan tahu? Kalau dia itu jahat sama kamu, dulu? Dia udah hancurin rumah tangga kamu?'' Lian sebenar nya malas membahas hubungan rumah tangga Tania dan Niko dulu.
Tapi, walau gimana pun itu adalah masa lalu yg akan terus melekat sampai tua. Karena walau gimana pun Tania dan Niko dulu pernah menikah, dan itu tidak bisa di bantah.
''Ya, aku tahu kalau Hana itu jahat sama aku! Tapi, melihat nya kesakitan seperti itu. Aku kasihan sama dia! Karena Hana juga gak 100% salah. Sebab penjahat gak bakal masuk ke rumah tanpa tuan nya membuka pintu.''
__ADS_1
Tania memang tak sepenuh nya menyalahkan Hana. Sebab Hana juga gak bakal bisa merusak rumah tangga nya dulu, jika Niko tak membuka hati nya.
Kriiing
Kriiiing
Ponsel Lian berdering, dan ternyata itu dari Jojo.
''Hallo, Jo.''
............
''Ok, kamu tunggu aku kesana sekarang!"
Tut.
Panggilan terputus, Lian menaruh ponsel nya kembali ke saku kemeja nya.
''Baik Tuan Muda.'' jawab sang supir.
Lian jadi penasaran dengan isi video yg akan di tunjukan oleh Jojo. Sebab ia tadi bilang kalau Jojo sudah menemukan bukti dalang dari obat sialaan itu.
🌹
🌹
🌹
"Tuan, ada apa memanggil saya?" tanya Jery saat berada di ruang kerja Niko yg ada di rumah nya.
Niko duduk dengan amarah yg masih terlihat jelas. Jery memandang Niko dengan perasaan penasaran sebab terlihat jelas gurat kebencian penuh amarah di mata Niko.
__ADS_1
Jery takut jika dia membuat salah pada Tuan Muda nya itu.
"Jer, aku mau kamu ambil Rumah yg di tempati ibu nya Hana! Dan blokir semua kartu card yg aku jatah buat Hana. Satu lagi, jika Ibu nya Hana tak mau keluar. Seret saja dia, jangan kasih ampun! Bilang saja, jika aku yg suruh."
Jery terlihat bingung mendengar perintah Niko. Sebab ia tahu jika Hana adalah istri tercinta nya. Tapi, kenapa sekarang Niko menyuruh dia mengambil kemewahan istrinya itu.
"Gak usah banyak berpikir. Lakukan saja apa titah ku! Kalau perlu, kau sewa pengawal untuk mengusir ibu nya Hana. Akan ku buat wanita itu kembali ke asal nya!" ucap Niko dengan dada naik turun dan amarah yg menggebu.
Niko tahu apa yg di pikirkan oleh Jery. Mangkan nya dia menyuruh Jery untuk tak banyak tanya. Niko hanya tak mau jika masalah keluarga ny di umbar, walaupun pada asisten pribadinya sendiri.
"Baik Tuan. Kapan saya harus mengusir mertua anda, Tuan?" tanya Jery memastikan.
"Hari ini juga gak masalah. Jangan sampai wanita tua itu membawa harta berharga satu pun dari rumah itu? Kau paham!"
"Paham Tuan." setelah itu Jery pergi keluar dari rumah Lian, dan menuju rumah mertua nya. Jery juga membawa dia pengawal untuk membantu nya.
Brak
Niko menggebrak meja kerja nya dengan keras, hingga membuat tangan nya memar. Dada nya bergemuruh hebat menahan amarah yg bergejolak di hati nya.
Bahkan Niko tak memperdulikan keadaan Hana saat ini.
"Lihat saja kau wanita jal*ng. Akan ku buat kau kembali ke tempat asalmu itu? Sudah enak, kau selama ini ku manjakan. Tapi ternyata, balasan duri yg kau beri untuku?
Lihat saja! Sampai kau nangis darah sekalipun. Aku tak akan pernah memaafkan dan menerima wanita hina sepertimu lagi? Ku buang Tania, demi wanita hina dan murahan sepertimu?" geram Niko dengan sorot mata yg begitu tajam.
Baginya melihat Hana di rangkul oleh pria lain, sudah membuktikan bukti yg kuat dan jelas. Dia yakin jika nanti pasti Hana akan kembali pada nya dan membujuk nya kembali.
Niko berjalan ke kamar nya, untuk mengambil surat surat mobil yg di beli nya buat Hana waktu itu. Begitu pula dengan perhiasan Hana. Semua Niko ambil, dan menaruh nya di berankas. Dia juga mengganti kode brankas nya agar Hana tak bisa membuka nya.
Niko mengemasi baju baju Hana ke dalam koper, dan membawa nya ke ruang tamu. Saat Hana pulang nanti, Niko akan langsung mengusir dan menalak nya.
__ADS_1
Bersambung.......