
Happy Reading😘😘
Hari ini Tania sudah pulang ke rumah nya bersama Lian, sedangkan Juwi tetap stay di rumah Pak Hery.
Rencana nya Juwi akan tinggal di rumah Pak Hery, sedangkan rumah Tania akan kosong. Tapi sesekali Mbok Yem akan kesana membersihkan nya.
Mbok Yem sendiri di tarik ke rumah Tania yg di belikan oleh Lian. Dia akan menjadi asisten khusus untuk Tania.
"Sayang, kalau untuk kebun kelapa sawit di Kalimantan, biar aku saja yg mengurus nya! Kamu cukup di rumah saja." Ucap Lian saat mereka berada di ruang TV.
"Tapi sayang, apa gak merepotkan kamu? Aku gak mau kamu kelelahan."
Lian mengusap rambut istrinya yg sedang menyenderkan kepala nya di bahu Lian.
"Sama sekali gak repot! Kamu lupa ya, kalau aku itu pembisnis handal? Setiap bulan aku akan memberikan masukan dan pengeluarannya padamu!" Ucap Lian
Malam semakin larut Lian pun menggendong Tania memasuki kamar mereka, Lian tersenyum manis pada Tania.
"Huh, kalau udah senyum begitu biasanya ada bakwan di balik udang?" Cetuk Tania dalam gendongan Lian.
"Kebalik sayang! Udang di balik tahu."
"Batu, sayang! Bukan tahu?" Gemes Tania sambil mencubit hidung Lian.
Tak dia sangka, seorang Lian Arganendra. Pria berwajah jutek, dingin, kaku dan juga irit bicara. Sekarang sudah bisa bercanda.
Terkadang Tania suka di buat ketawa oleh kekonyolan sang suami.
Sesampai nya di kamar, Lian langsung menyerang Tania tanpa aba aba. Membuat Tania kuwalahan menghadapi serangan Suaminya, sebab Tania belum ada persiapan.
"Sayang, pelan pelan dong!" Pinta Tania saat Lian mengh.isap benda kenyal di sana
"Gak bisa sayang! Aku sudah 3 malam gak nyoblos."
Malam itu pun di lewati dengan panas dan berkeringat oleh sepasang pengantin baru itu.
🌹
🌹
__ADS_1
🌹
Pemilik mobil itu tersadar saat 30 menit setelah mobilnya menabrak pohon, akibat banting setir. Diq keluar dan melihat ke arah dimana korban yg ia tabrak tadi. Namun, tidak menemukan apapun.
Akan tetapi, matanya melihat ceceran darah yqng mengarah ke semak belukar. Dia oun berjalan dengan sempoyongan, mengikuti jejak darah itu. Namun, saat langkah nya sudah dekat, mata nya membulat dengan wajah yg terkejut.
"Hana!" Kaget nya.
Dia langsung mendekat ke arah Hana, lalu menepuk pipi nya. Bahkan Dia melihat Hana sudah tidak memakai apapun.
"Hana, Hana ... Hana bangun ...!'' ucap pria itu berkali kali.
Akhirnya dia menggendong Hana kedalam mobil dan membawa nya kerumah sakit.
Dengan langkah cepat dia menggendong tubuh yg bersimbah darah itu ke ruang UGD. Wajah nya terlihat sangat panik sampai sampai dia terus mondar mandir di depan ruang UGD.
"Aku harap kamu selamat Sayang! Maafkan aku, yg kurang berhati hati."
Pria itu adalah Revan. Dia baru saja pulang dari kumpul kumpul bersama teman nya, dia setengah mabuk tapi masih sadar.
Saat dia melajukan mobil nya dengan kencang, Revan kaget sebab tiba tiba ada wanita yg menyebrang jalan.
"Dok bagaimana keadaan nya?" Tanya Revan saat melihat dokter keluar
"Maaf! Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi, Allah berkehendak lain! Nyawa nya tidak tertolong, sebab kehilangan banyak darah." Jelas dokter itu
Revan menggeleng kuat, dia seakan tak percaya dengan yg dia dengar barusan.
"Nggak! Gak mungkin Dok. Pacar saya pasti selamat kan? Hana...." Teriak Revan sambil masuk kedalam.
Revan langsung memeluk tubuh Hana, dia benar benar merasa bersalah.
"Hana maafkan aku! Aku benar benar tak sengaja." Ucap Revan.
Revan pun mengurus kepulangan jenazah Hana. Tapi bukan ke rumah ibu nya Hana, melainkan ke villa nya.
Revan tak mau jika nanti ibu nya Hana melaporkan nya ke polisi. Revan memang mencintai Hana, tapi dia tak mau jika harus masuk penjara.
"Aku akan makamkan jenazah Hana. Tapi, aku tak akan kasih tahu ibu nya! Setelah Hana di makam kan, aku akan kembali ke Jerman." Gumam Revan.
__ADS_1
🌹
🌹
🌹
"Bagaimana? Apa kalian berhasil mendapatkan nya?" Tanya Anton saat anak buah nya masuk kedalam ruangan nya.
Ketiga orang itu menunduk dengan wajah takut.
"Jawab!" Bentak Anton sambil menggebrak meja.
"Maaf Bos! Kami tak membawa nya, sebab dia....."
"Dia apa? Kalau ngomong jangan separuh separuh?" Teriak Anton sambil mencengkram kerah baju salah satu dari ketiga orang itu.
"Am-pun Bos! Ka-kami tak membawa nya sebab dia..... Dia kecelakaan Bos!"
Anton melepaskan cengkraman nya dan menatap anak buah nya satu persatu.
"Kecelakaan? Bagaimana Bisa?"
"Dia lari Bos, dan menyebrang jalan. Tapi saat ia menyebrang, ada mobil melaju dengan kecepatan tinggi hingga menabrak wanita itu!"
"Lalu, bagaimana keadaan nya?"
"Kami tak yakin jika ia selamat! Dia pasti meninggal Bos. Sebab tadi luka nya sangat parah, hingga darah banyak menggenang di aspal."
Anton duduk di kursi nya, dia memijit kepala nya yg mendadak pusing. Dia gak mau jika sampai terlibat kasus gara gara kematian Hana.
"Apa ada yg lihat? Apa ada saksi mata?" Tanya Anton dengan cemas.
"Kami rasa tidak ada Bos! Sebab tempat itu sepi Bos, kendaraan pun jarang yg lewat."
'Aku harus hubungi Lian, dan mengabarkan kejadian ini? Aku tak mau, jika sampai terlibat kasus dengan kematian nya.' Batin Anton..
Bersambung.......
Semoga Hana tenang di Alam sana.
__ADS_1
Tapi kenapa Revan jahat banget🤔kenapa dia gak mau bertanggung jawab, dan memberitahu saja pada ibu nya Hana🤦♀️