
Happy Reading 😘😘
Jangan lupa vote nya ya🤭😍Dan maaf othor gak bisa balas komen kalian satu satu🙏tapi othor selalu baca kok😘Makasih ya, kalian udah stay membaca cerita receh othor🙏😍
Niko melamun di atas kursi kebesaran nya, dia masih tak menyangka jika Hana tega melakukan hal sekotor itu. Padahal selama ini Niko selalu percaya pada Hana.
"Bodoh nya aku! Dulu aku percaya, saat dia bilang jika Tania menculik nya sehingga dia tak jadi menikah dengan ku! Padahal nyata nya, dia pergi dengan pria lain.
Kenapa aku begitu bodoh? Kenapa dulu, aku tak mencari tahu kebenaran nya dahulu. Aaggghhh...... Sekarang rasa nya menyesal juga sudah tak ada guna! Mengejar Tania, juga tak bisa. Jika aku nekat, bisa bisa aku di gorok sama Lian.
Kenapa begitu sakit! Kenapa aku begitu sangat bodoh? Kenapaa......." Teriak Niko
Tapi semua kebodohan nya kini yg dia rasakan, penyesalan yg baru datang di hati nya. Sudah tak ada gunanya lagi, karena waktu tak akan bisa di putar kembali.
"Heh, karena Lo belum bisa ngelayanin tamu gw dengan baik! Sekarang Lo harus tetap kerja. Gimana pun caranya? " Ucap Anton saat masuk kedalam kamar Hana, sambil melempar baju drres mini nan ketat.
Hana mau marah dan mencekik pria di hadapan nya itu. Dia ingin berteriak sekencang kencang nya, sebab ia tak bisa melawan.
Jika ia melawan Anton, maka ia akan di siksa seperti tadi siang. Dia di pukul hingga badan nya terasa sangat remuk.
Dengan langkah gontai Hana mengganti baju nya di hadapan Anton. Dia sudah tak perduli lagi, Hana pikir jika badan nya sudah di lihat ini sama Anton
Jadi tak perlu lagi dia naif untuk ke kamar mandi, hanya untuk berganti baju.
Anton menatap tubuh Hana dengan liar, mata nya menatap dua buah semangka yg menggantung di bawah leher Hana dengan indah.
__ADS_1
Dia yg merasa hasr.at nya ter bangkitkan, akhirnya berjalan mendekat ke arah Hana dan memeluk tubuh Hana dari belakang.
Hana yg baru akan memakai drres, tentu sangat terkejut dengan apa yg di lakukan Anton. Tapi dia lagi lagi hanya bisa pasrah, daripada nyawa nya melayang.
Hana tak mau mati sia sia, dia ingin tetap hidup untuk membalaskan dendam nya pada Lian dan Tania.
"Lakukan.... " Titah Anton pada Hana
Hana sebenar nya tak mau, tapi dia tak bisa menolak. Akhir nya Hana pun melakukan perintah Anton.
"Aaahhhh.... Kau memang jal*ng terbaik. Good baby aaaah..... Lebih cepat....." Erang Anton sambil menjambak rambut Hana dengan kuat.
'Jika saja aku tak sayang nyawaku! Sudah pasti ku habisi kau.' batin Hana dengan marah.
Bu Kus terus mondar mandir di rumah nya, dia sedang cemas sebab Hana dari kemarin malam tak ada kabar.
"Duh, Hana kemana sih? Masa ke Bali saja belum sampai sih?" Ucap Bu Kus sambil menekan nomor telpon Hana.
Sedari semalam dia menelpon tapi nomor telpon Hana tak aktip.
Tin
Tin
Sebuah mobil paj*ro putih berhenti di halaman. Bu Kus yg melihat itu segera menghampiri sang pemilik mobil.
__ADS_1
"Nak Revan. Apa Hana ada menelpon kamu?" Tanya Bu Kus saat Revan turun dari mobil.
"Tidak Buk! Emang Hana kemana? Maaf, Revan baru bisa kesini. Sebab kemaren harus ke manado untuk mengurus kerjaan."
"Iya, gak papa! Ibu gak tahu kenapa, nomor Hana tak aktip dari kemaren."
"Emang Hana kemana Buk?"
"Kemarin malam, Hana di jemput seseorang. Kata nya dia suruhan Lian untuk menjemput Hana. Hana sekarang bekerja di Bali, dan itu Lian yg nyuruh."
Kemarin malam memang anak buah Jojo yg menjemput Hana. Tadinya mau Jojo langsung, tapi seketika Lian menelpon dan melarang nya.
Anak buah Jojo memang mengatakan akan pergi ke Bali, padahal nyata nya akan di bawa kedalam neraka di tempat Anton.
"Apa! Lian? Maksud ibu Lian Arganendra?"
Bu Kus mengangguk.
"Kalau gitu, kita tanyakan saja sama dia Kemana Hana, kenapa tak bisa di hubungi? Harusnya Hana sudah sampai dari semalam Buk!"
Mereka pun memutuskan untuk pergi ke kediaman Arganendra. Bu Kus akan menanyakan keberadaan Hana. Sebenar nya dia tak mau kesana, tapi dia terpaksa.
'Aku tak punya pilihan lain.' batin Bu Kus
Bersambung.........
__ADS_1