ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Kasihan


__ADS_3

Happy Reading 😘😘


Tak terasa waktu kian berjalan cepat, kini kehamilan Tania sudah memasuki bulan ke 4, dimana sebentar lagi dia akan melaksanakan 4 bulanan.


Selama itu pula Lian masih merasakan ngidam dan masih suka makan rujak.


Tapi sekarang ngidam Tania sudah berkurang, dia sudah tidak terlalu suka nyium ketek Lian lagi, tapi sekarang dia malah tak terlalu suka deket deket sama Lian.


Tiap deket dengan Lian, maka Tania akan merasa mual. Dan itu tentu sangat menyiksa buat Lian, sebab ia tak bisa berdekatan dengan istrinya.


"Sayang, aku tidur di kasur ya?" Pinta Lian.


Malam ini seperti biasanya, dia harus tidur di sofa. Sebab Tania tak mau tidur dengan nya.


"Pupu, kamu mau aku muntah lagi? Aku gak mau Pu! Pokok nya kamu tidur di sofa saja!" Ucap Tania


"Tapi punggung aku sakit sayang? Apa kamu tega, biarin suami kamu menderita begini?"


"Gak! Pokok nya kamu harus tidur di sofa."


Tania pun menarik selimut dan tidur dengan nyenyak, sementara Lian meratapi nasib nya yg harus tidur di sofa,


'Sungguh malang nasibku! Sekarang harus tidur di sofa. Belum lahir saja si Boy sudah bikin aku menderita? Bagaimana kalau dia lahir nanti? Bisa bisa bagianku juga di ambil nya.' Batin Lian


Lian pun memejamkan mata nya, walaupun punggung nya sakit dan terasa patah. Tapi Lian tak mungkin pindah ke kamar sebelah, sebab Tania akan menangis.


🌹


🌹


🌹

__ADS_1


"Sayang, sebelum ke kantor kita ke supearket dulu ya!" Pinta Tania


Lian mengangguk, lalu memerintahkan Jojo untuk mampir ke supermarket dulu. Setelah sampai, Tania langsung turun untuk membeli ice cream.


Brak


Pintu mobil tertutup setelah Tania masuk kembali dengan ice cream di tangan nya.


"Kita ke kantor Jo!"


"Baik Tuan."


Saat Jojo akan melajukan mobil nya. Tiba tiba Tania menghentikan nya, membuat Jojo dan Lian yg duduk di jok depan menjadi heran


"Sayang, ada apa? Apa ada yg kamu lupa tadi?" Tanya Lian


Namun Tania segera menggeleng. Dia menunjuk ke arah jalan di pinggir toko samping supermarket tersebut.


Kemudian Lian dan Jojo pun melihat ke arah yg di tunjuk Tania. Dan memang benar, di sana ada wanita setengah abad, yg sedang tertawa dengan rambut awet awutan. Dan juga pakaian compang camping.


Tania langsung membuka pintu mobil dan keluar. Dia melangkah menghampiri ibu angkat nya tersebut.


"Ibu......" Panggil Tania


Wanita itu menoleh, dan saat melihat Tania seketika ia langsung memeluk nya.


"Hana.... Ibu kangen kamu nak? Kamu kemana saja? Kenapa gak pulang? Hahaha..... Anaku pulang! Anaku pulang.." Teriak Bu Kus sambil memegang tangan Tania.


Lian dan Jojo langsung turun menghampiri Tania. Mereka takut jika Buk Kus menyakiti Tania dan kandungan nya.


"Buk....." Lirih Tania.

__ADS_1


Air mata nya tak bisa lagi ia tahan. Tania begitu kasihan melihat kondisi wanita yg sudah ia anggap sebagai ibu nya itu.


Walaupun selama ini Bu Kus tak pernah menganggap Tania. Tapi bagi Tania, dia tetaplah seorang Ibu.


"Hana sayang, kita pulang yuk...." Ajak Bu Kus sambil menarik tangan Tania.


"Buk, ini Tania! Ibu kenapa jadi begini?" Ucap Tania


Bu Kus yg tadinya semangat, ketika mendengar nama Tania. Dia segera menatap Tania dengan tajam, lalu menjambak rambut nya.


"Dasar kau wanita jal*ng... Gara gara kau, Hana ku pergi! Kembalikan anaku! Kembalikan kau wanita sial*n...." Teriak Bu Kus


Lian segera menyelamatkan sang istri dari amukan Bu Kus. Dia tak mau Tania dan kandungan nya kenapa napa.


"Buk! Sadar Buk."


"Kau wanita sial"*n.... Anak pembawa si*l kau...." Teriak Bu Kus sambil mencoba mencakar Tania, tapi Jojo menahan tubuh wanita gil* itu.


"Jo, kau urus dia ya! Jangan sampai dia berkeliaran. Sangat berbahaya!" Ucap Lian


Jojo mengangguk paham. Kemudian Lian membawa Tania ke mobil dan meninggalakan tempat itu.


Di dalam mobil Tania masih diam sambil melihat lurus kedepan. Dia tak menyangka jika keadaan Bu Kus bisa separah itu.


"Sayang....." Panggil Lian saat mobil sudah terparkir di halaman kantor.


"Aku sedih Pupu! Aku sedih melihat nya seperti itu? Walaupun dia jahat sama aku! Tapi aku sudah memaafkan nya Pu? Dimana Hana sebenar nya? Kenapa dia tega membuat Ibu nya seperti itu?" Ucap Tania


Lian menarik istrinya itu kedalam pelukan nya. Dia tahu saat ini Tania tengah sedih.


'Apa aku harus bilang pada Bubu, kalau sebenarnya Hana sudah mat*?' Batin Lian

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2