
Happy Reading 😘😘
Mobil Lian sudah sampai di pesantren Al-Muhajirin. Pesantren yg akan Tania jadikan sebagai donatur tetap selanjutnya
"Assalamu'alaikum...." Ucap Tania dan Lian
"Waalaikumsalam..." Jawab santri putra yg kebetulan sedang membersihkan halaman pesantren.
Lian pun bertanya dimana ruangan pemilik pesantren tersebut. Dan dengan senang hati santri itu membawa Lian dan Tania ke rumah di samping pondok.
"Assalamu'alaikum...." Ucap Tania dan Lian
Semua yg ada di ruang tamu menengok ke arah sumber suara.
"Wa'alaikumussalam...." Jawab semua serempak.
Degh
Mata seorang wanita membulat dengan raut wajah terkejut, dia menatap Tania tanpa henti.
'Dia, dia gadis beberapa hari yg lalu, yang ku tabrak di mall itu?' Batin nya
Lian dan Tania pun masuk lalu bersalaman dengan pemilik pesantren dan 2 orang tamu nya.
Mata Tania menatap wanita berjilbab syari di hadapan nya yang terus menatap diri nya.
'Aku seperti pernah melihat ibu ini?' Batin Tania, tapi dia lupa dimana.
Tania pun mengutarakan niat dan tujuan nya ke pesantren itu. Dan tentu saja pemilik pesantren itu menerima nya dengan baik.
"Pi, dia wanita yg Mami temui di Mall." Bisik wanita berhijab syari pada suami nya.
Lalu pria itu melihat Tania dengan seksama.
'Memang benar ada kesamaan antara Mami dan dia?' Batin pria itu
Setelah urusan selesai, Tania dan Lian pun pamit untuk pulang. Mereka berjalan menuju parkiran dimana mobil nya berada.
"Tunggu...." Panggil seseorang saat Tania dan Lian akan masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Tania menoleh ke belakang.
"Eh, Tante Amanda. Iya Tan, kenapa?" Tanya Tania
Grep
Tante Amanda langsung memeluk tubuh Tania tanpa permisi, lalu menangis tersedu dalam pelukan Tania.
Tania bingung lalu dia melirik kearah suami nya. Sedangkan Lian yang di lirik mengangkat bahu nya tanda tak mengerti.
Tania pun mengusap punggung wanita itu.
"Tante, ada apa?" Tanya Tania
Tante Amanda mengusap air mata nya, lalu menggenggam tangan Tania dengan erat. Air mata nya terus menetes tanpa henti.
"Anak Mami, kamu anak Mami sayang."
Tania terkejut dengan ucapan Tante Amanda, dia mengerutkan dahi nya dengan bingung.
"Maaf Tante, maksudnya gimana ya?" Bingung Tania
Tania merasakan tegang saat wanita itu memeluk dirinya. Dia merasakan kehangatan dalam pelukan itu, kehangatan seorang ibu.
Dada nya berdesir saat Tante Amanda bilang jika ia adalah anak nya.
"Ma-maksud Tante? Maaf Tante, tapi saya--"
"Nggak! Mami yakin ini kamu sayang! Tanda lahir di bahu kanan kamu membuktikan jika kamu anak Mami yg hilang 24 tahun yang lalu?" Potong Tante Amanda
Degh
Tubuh Tania mematung saat mendengar ucapan Tante Amanda, jantung nya tiba tiba berdebar kencang. Lalu dia melirik ke arah wanita di hadapan nya yg sedang menangis pilu.
"A-anak?" Kaget Tania
"Iya sayang! Mami dan Papi sudah mencari kamu selama 24 tahun ini? Kami mencarimu Nak! Mami senang akhirnya bisa menemukan kamu!"
Tania diam tak tahu harus bilang apa, Lian yang melihat itu segera membantu istrinya.
__ADS_1
"Maaf Tante Amanda! Mungkin Tante salah orang? Tania ini istri saya." Ucap Lian
"Tapi dia memiliki tanda lahir yang sama persis dengan anak saya! Dan saya yakin jika Tania ini anak saya yang hilang." Ujar Tante Amanda keras kepala.
Kemudian dia menunjukan sebuah foto bayi di dompet nya dengan tanda lahir yg sama persis dengan Tania.
Lian dan Tania tentu saja sangat terkejut saat melihat itu. Tania menatap Tante Amanda dan Pak Arya bergantian.
Air mata nya menetes tanpa bisa di bendung lagi.
"Jika kalian orang tua saya? Kenapa kalian tega membuang saya?" Tanya Tania dengan dada yang terasa begitu sesak.
"Nak! Kami tak pernah membuangmu? Kamu di culik sewaktu bayi Nak! Dan kami sudah mencarimu." Jelas Pak Arya
Tania menghapus air mata nya lalu mengambil napas dan membuang nya dengan perlahan. Dada nya sangat sesak saat mengetahui kebenaran yang entah itu benar atau salah.
"Maaf! Sepertinya kalian salah orang." Ucap Tania sambil membuka pintu mobil.
Tante Amanda memegang tangan Tania, dia tak rela jika harus berpisah lagi dengan anak nya.
"Nak, Mami mohon jangan tinggalkan Mami? Please, Mami gak mau pisah lagi sama kamu!" pinta Tante Amanda
Tania melepaskan tangan wanita itu di tangan nya.
"Maaf Tante! Sepertinya anda salah orang. Jika pun iya kalian orang tua ku! Aku butuh bukti dan waktu."
Brak
Setelah mengatakan itu Tania masuk kedalam mobil Lian, air mata nya mengalir dengan deras.
"Pak Lian, bisakah saya meminta alamat anda?" Tanya Pak Arya
Lian awal nya terlihat ragu, tapi setelah melihat memang ada kemiripan antara istrinya dengan Tante Amanda, maka Lian pun memberikan kartu nama nya.
Setelah itu dia masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan pesantren itu.
Karena banyak yang protes si Niko author pakai visual nya Babang Lee🤭akhirnya author ganti, dan author harap sesuai harapan ya😘Babang Lian dan Babang Niko nya Author ganti ya.
Bersambung.......
__ADS_1