
Happy Reading😘😘
Acara tahlilan pun di mulai, Tania dan Juwi kini berada di ruang tamu membaca yasin dan ikut berdoa. Sedangkan jamaah tahlil ada di ruang tengah.
Tania dan Juwi membaca yasin dengan air mata yang terus menetes tanpa henti, walaupun sudah mereka hapus.
Tahlilan pun selesai, semua jama'ah mesjid dan juga para warga setempat pulang ke rumah.
"Nak, ada pengacara Pak Hery kata nya mau bicara sama kamu dan Juwi." Ucap Mama.
Tania mengangguk, lalu pria berumur 45 tahun duduk di sofa di hadapan Tania dan Juwi. Sedangkan Lian duduk di samping Tania.
"Maaf MbakTania dan Mbak Juwi, saya mengganggu waktunya sebentar!" Ucap Pak Haris
"Iya Pak, gak apa apa!" Jawab Tania
"Saya mau menyampaikan tentang warisan yg di berikan Pak Hery untuk Mbak Tania dan Mbak Juwi, selaku anak angkat nya! Sebelum meninggal, beliau pernah membuat surat wasiat pada saya.
Dan beliau memberikan seluruh harta nya untuk mba Tania dan mba Juwi. Di sini ada 10 hotel ternama di negara LA dan Jepang. 2 mall di Bali dan juga satu perkebunan sawit di Kalimantan seluas 100 hektar. Dan semua di serahkan kepada Mba Tania dan Mba Juwi.
Di sini sudah tertulis bagian bagian nya!" Ucap Pak Haris sambil memberikan map kuning pada Tania.
Tania dan Juwi pun membaca isi map itu, lalu meletakan nya kembali di meja.
"Maaf Pak! Bukan saya tak mau. Hanya saja, saya rasa saya tak butuh harta itu?" Ucap Tania.
Baginya harta nya sekarang sudah cukup, dia tak butuh harta lagi.
"Saya tahu jika Mba Tania pasti akan menolak nya! Tapi, ini adalah wasiat dari Almarhum."
Tania dan Juwi saling pandang satu sama lain. Lalu mereka pun menandatangani surat itu setelah Papa Wahyu memberi pencerahan.
"Kalau begitu saya pamit dulu!" Pamit Pak Haris
Setelah Pak Haris pergi Tania menyenderkan kepala nya di sofa. Dia merasa sedikit pusing sebab kurang tidur.
"Tan, lalu apa kita harus urus semua bisnis Papa?" Tanya Juwi
Huuufff
Tania membuang napas nya dengan berat, seakan mengeluarkan beban yang ada di dalam diri nya saat ini.
"Aku gak sanggup Wi. Apa kita bisa jual salah satu Mall Papa di bali?"
"Buat apa?" Kaget Juwi
"Aku ingin membangun masjid dan juga panti, atau musola buat semua umat dan anak yatim. Itu akan lebih berguna bagi Papa di atas sana! Setidak nya, harta yg dia cari dengan susah payah di dunia ini. Tak akan sia sia di atas sana." Jelas Tania
__ADS_1
"Kalau gitu aku setuju, kita bangun mesjid dan mushola di kampung kampung." Ucap Juwi
Lian dan orang tua nya terasa tertampar dengan ucapan Tania. Mereka bahkan tak pernah terpikirkan untuk menabung buat di akhirat kelak.
Apalagi Papa dan Lian, mereka hanya menimbun harta hingga kaya raya. Tapi tak pernah sekalipun membangun tempat ibadah buat semua orang.
'Tania benar, aku harus menabung untuk masa depanku di sana!' Batin Papa Wahyu
🌹
🌹
🌹
Hana berlari dengan kencang menghindar dari kejaran anak buah Anton.
Tadi sore saat ia berusaha keluar dan membuang sampah, Hana ketahuan sebab Anton mengetahui nya.
Awalnya Anton tak tahu jika itu Hana, tapi saat dia ke kamar Hana dan mendapati pelayan terkapar di kamar mandi. Anton tahu jika pelayan yg keluar tadi adalah Hana.
Hoosshh
Hoosshh
Hooossshh
"Aku harus sembunyi." Gumam Hana
Dia pun masuk kedalam semak semak yg ada di pinggir jalan, dan bersembunyi di sana.
Tap
Tap
Tap
Banyak suara langkah kaki mendekat ke arah dimana Hana bersembunyi, anak buah Anton ada 3 orang yg mengejar Hana.
"Kemana dia?" Ucap salah satu pria berbadan kekar
"Sepertinya dia bersembunyi? Tak mungkin jika dia bisa lari secepat itu?"
Mereka pun mencari Hana di sekitaran Sana.
'Gawat, mereka tahu kalau aku sembunyi. Aku harus cepat pergi dari sini!' Batin Hana
Dia melihat ketiga orang itu sedang mencari dirinya. Dengan langkah perlahan dia keluar dari persembunyian nya tapi nasib sial menimpa nya.
__ADS_1
Krreekk
Suara botol bekas ke injak sama kaki Hana. Ketiga orang itu pun menoleh kearah nya.
"Itu dia!" Seru salah satu dari mereka.
Hana berlari dengan kencang tanpa arah, dia menengok kebelakang dan ketiga orang itu semakin dekat.
'Gawat.' Batin Hana
Saat dia akan menyebrang tiba tiba dari arah berlawanan mobil melaju sangat kencang tanpa Hana sadari dan dia tidak bisa lagi menghindar.
Brughh
Tubuh Hana terhempas dengan keras, terlempar 2 meter dari mobil hingga terguling guling di aspal.
Kepala dan tubuh Hana mengejang mengalirkan darah segar yg menggenangi aspal.
Cckiiit
Mobil itu mengerem mendadak.
"Waduh, dia tertabrak," ucap ketiga pria itu
"Kita pergi dari sini. Daripada kita kena masalah!"
''Tunggu! Kita lihat dulu keadaannya bagaiamana?'' Ketiga pria itu pun mendekat ke arah Hana yang terkapar di atas aspal.
Melihat Hana masih menghembuskan nafas. Salah satu dari ketiga pria itu tersenyum menyeringai. Kemudian dia meminta kedua temannya untuk membawa tubuh Hana ke semak belukar.
''Kita mau apakan dia?'' tanya salah satu pria botak kepada temannya.
Kemudian pria yang satunya membuka baju, lalu mulai merobek baju yang Hana kenakan, bahkan baju itu sudah penuh oleh darah.
''Ka-kalian, ma-u a-pa?'' tanya Hana dengan suara terbata.
''Kami akan menikmati tubuhmu dulu, wanita jalaang!'' jawab pria gondrong yang sudah membuka celananya.
Hana menggeleng dengan pelan, kepalanya terasa begitu sakit. Dan sebelum dia menutup mata, Hana merasakan tubuhnya di gempur tanpa ampun oleh pria gondrong itu. Setelah pria gondrong itu selesai, dia bergantian dengan dua temannya.
Awalnya dua pria lainnya tidak mau melakukan itu. Akan tetapi, setelah melihat temannya begitu menikmati tubuh Hana. Mereka pun mulai bergairah, bahkan sesuatu di bawah perut mereka mulai meronta ingin di keluarkan.
Kedua pria itu menyiksa tubuh Hana yang sudah tak bernyawa. Yang satu bagian di bawah dan yang satu di bagian atas. Mereka tidak perduli dengan tubuh Hana yang sudah tak bernyawa.
"Nikmatilah sodokan terakhir ini dan sampaikan pada malaikat maut akan kenikmatan surgawi. Saat dia menjemputmu wanita ******," sahutnya terkekeh penuh kemenangan.
Setelah mereka puas menikmati tubuh Hana, mereka bertiga pun pergi meninggalkan wanita malang itu. Terkapar di atas rumput dengan tubuh polos dan aliran darah membanjiri seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Bersambung......