
Happy Reading😘😘
Sepulang dari belanja, Mama Rena ngajak Tania untuk nongkrong di cafe langganan nya sambil nunggu Lian jemput.
Mereka sudah mendapatkan apa yg mereka cari untuk seserahan nanti.
"Sayang, boleh Mama nanya sesuatu?" Tanya Mama Rena.
"Tentu, Ma. Mau nanya apa?"
Mama Rena tampak berpikir. Sebenar nya dia mau menanyakan perihal orang tua Tania, tapi bingung harus mulai dari mana.
Mama Rena takut jika Tania akan tersinggung nantinya.
"Ma, mau nanya apa?" Ujar Tania saat melihat Mama Rena hanya diam melamun.
"Eum, itu, anu. Eum, Mama......" Mama Rena terlihat ragu untuk mengatakan nya.
Tania menatap heran ke arah calon mertua nya itu.
'Sebenarnya apa yg mau Mama tanyakan ya? Kenapa terlihat ragu?' batin Tania
"Itu, Sayang. Mama mau nanya? Eum, maaf! Orang tua kamu kemana? Kok kamu di tinggal di panti?"
Akhir nya pertanyaan itu keluar juga dari mulut Mama Rena.
Tania tertegun mendengar ucapan Mama Rena. Dia diam sejenak, memikirkan jawaban yg dia pun sama sekali tak tahu keberadaan orang tua nya dimana.
"Tania juga gak tahu, Ma. Kata bu panti, dulu Tania di temukan di depan pintu! Mungkin orang Tua Tania tak menginginkan Tania Ma? Jadi, Tania di buang deh ke panti asuhan? Mungkin juga, kelahiran Tania menjadi beban bagi mereka?" Ucap Tania dengan lirih dan wajah sendu nya.
Mama yg melihat itu segera memeluk tubuh Tania. Dia salah sudah membuka luka di hati Tania.
"Maafkan Mama ya sayang! Mama gak bermaksud membuat kamu sedih?" Ucap Mama Rena merasa tak enak.
Tania tersenyum sambil mengusap air mata nya.
"Nggak kok! Mama gak salah. Tania hanya bingung saja? Kenapa mereka membuang Tania? Jika mereka tak mau kehadiran Tania, kenapa mereka gak gugurin Tania saja?"
"Astagfirullah, Nak. Kamu gak boleh bicara kayak gitu? Semua orang itu, punya takdir nya masing masing? Kalau kamu gak di lahirkan ke dunia, lantas sekarang kamu gak ketemu dong, sama Lian? Dan pastinya, sekarang kamu gak akan bersama Mama?" Jelas Mama Rena.
"Tania, sayang. Anggaplah Mama ini sebagai Mama kandung kamu sendiri? Toh, sebentar lagi kan kamu akan jadi anak Mama!" Jelas Mama Rena
Tania benar benar terharu mendengar ucapan calon mertua nya itu, lalu dia langsung menghambur memeluk tubuh Mama Rena.
"Makasih ya Ma. Tania benar benar beruntung, bisa kenal sama Mama!"
__ADS_1
"Sama sama, sayang. Sudah jangan nangis lagi ya! Nanti, kalau Lian datang dan lihat wajah kamu sembab. Dia kan nuduh Mama yg bukan bukan? Dia akan berpikir, kalau Mama udah apa apain kamu lagi?"
Tania terkekeh, lalu mengambil tisu dan menghapus air mata nya.
Tak lama setelah kejadian tadi, Lian datang ke arah mereka.
"Ma, Tania. Maaf ya aku lama! Soal nya tadi meeting nya rada alot." Ucap Lian
"Gak papa sayang! Kita pulang sekarang yuk!" Ajak Mama
Lalu mereka pun pulang bersama. Untung saja tadi Tania menutupi mata sembab nya dengan bedak sebelum Lian datang. Jadi, Lian tak tahu jika Tania habis nangis.
Kalau Lian tahu, bisa bisa nanya nya kayak emak emak yg lagi menjajakan dagangan pecel nya. Cerewet banget.
🌹
🌹
🌹
"Ma, kalau gitu Lian antar Tania pulang dulu ya." Ucap Lian saat sudah mengantar Mama Rena sampai Mansion.
Mama mengangguk.
Setelah berpamitan Tania pun pulang dia antar oleh Lian. Sebenar nya dia akan pulang sendiri, sebab ada mobil nya di Mansion nya Lian.
Tapi calon suami nya itu ngotot mau nganter Tania. Terpaksa deh, Tania menurut. Karena menolak pun percuma saja.
"Kamu mau pulang kerumah, atau..." Tanya Lian
"Ke reti ya Mas. Aku belum kesana soal nya? Nanti kamu gak usah nganter aku pulang! Biar aku bareng Juwi saja." Ucap Tania
Lian mengangguk, lalu mencium tangan Tania sambil tersenyum manis.
Tania baru tersadar, dia teringat dengan pertemuan nya dengan Hana di Mall tadi pagi.
"Mas, tadi sewaktu di Mall, aku bertemu dengan Hana." Ucap Tania dengan badan menghadap ke arah Lian.
"Hah, Hana? Apa dia mengganggu mu?" Tanya Lian dengan tatapan menyelidik dan alis bertaut.
Tania menggeleng.
"Nggak, Sayang. Tapi, tadi aku melihat dia jalan sama pria lain?"
"Pria lain? Niko maksud kamu?"
__ADS_1
Tania menggeleng dengan cepat.
"Bukan! Sepertinya laki laki itu selingkuhan Hana?"
Lian tergelak mendengar ucapan Tania.
"Kamu kenapa ketawa?" Heran Tania
"Ya, gimana aku gak ketawa? Dulu Niko selingkuhin kamu demi wanita jal*ng seperti adik angkat mu itu? Lalu, wanita yg di cintai nya ternyata main sering di belakang nya? Hahaha.... Ternyata karma itu, di balas cash ya? Tanpa menunggu pendosa nya mati duluan?" Ucap sarkas Lian
Tania terdiam mendengar ucapan Lian. Hati nya membenarkan apa yg di ucapkan oleh Lian.
'Mungkin memang benar yg Kak Lian bilang? Itu adalah karma buat Mas Niko?' batin Tania
Lian menengok ke arah Tania, dia melihat wanita nya melamun.
"Kamu kenapa? Sedih, melihat Niko di selingkuhin?" Tebak Lian
Tania menggeleng, dengan senyum manis nya.
"Nggak, kak. Buat apa coba? Aku hanya berpikir, mungkin yg kamu bilang barusan itu benar! Karna Mas Niko di bayar cash di dunia?"
Lian mengusap rambut Tania. Lian pikir jika Tania sedih karena Niko di selingkuhin.
"Kamu gak ada perasaan lagi kan sama dia?" Tanya Lian
Tania menatap Lian dengan mata memicing.
"Kenapa? Kamu cemburu?" Goda Tania
"Nggak! Aku cuma nanya aja." Elak Lian
Gengsi banget kalau Lian sampai mengakui jika dia cemburu sama mantan suami Tania.
"Aku gak mencintai Mas Niko, Kak. Aku tak pernah mencintai dia selama pernikahan kami? Karena ku tahu, hati dan cinta nya bukan buat aku. Jadi, aku tak pernah mencintai nya!" Jelas Tania
"Baguslah sayang. Kamu gak boleh mencintainya? Kamu hanya boleh, mencintai aku saja! Hanya Lian Arganendra."
Tania terkekeh mendengar ucapan calon suaminya itu.
"Dasar bucin." Ledek Tania
Tak lama mobil pun sampai di depan resto milik Tania. Lian tak ikut turun sebab dia harus menghadiri meeting kembali.
Bersambung......
__ADS_1