
Happy Reading 😘😘
"Pu, aku mau Mami Pu...." Pinta Tania saat setelah sadar dari pingsan nya.
"Sayangku, Bubu. Kamu harus istirahat dulu! Kata dokter kondisi kamu dan bayi kita sangat lemah sayang. Please, jangan begini." Ucap Lian
Tania terdiam sambil meneteskan air mata nya. Dia menatap langit langit rumah sakit, bahkan saat ini Tania juga sedang di infus.
"Kenapa Pu? Kenapa semua jadi begini? Aku baru saja bertemu dengan Mami dan keluargaku! Kenapa sekarang begini? Aku merasa bersalah Pu. Aku merasa, jika aku hanya membawa Mami dalam masalah. Aku.... Aku.... Hiiiksss."
Lian segera memeluk tubuh istrinya yg bergetar akibat tangis nya.
"Sayang, jangan bicara seperti itu! Mami juga ngelakuin itu, karena ia sayang sama kamu, dan calon cucu nya. Sekarang, kita berdoa supaya Mami selamat dan lekas melewati masa kritis nya!"
Tania menangguk, lalu memohon pada Allah agar menyembuhkan sang Mami.
"Ya Allah, sesungguhnya engkaulah pemilik jiwa setiap manusia dan mahluk hidup yg ada di bumi. Engkaulah yg maha Agung, dari semua yg agung. Engkau Maha Pengasih, dari segala yg kasih. Engkau Maha mengabulkan segala do'a setiap hamba hamba mu.
Ya Allah, aku meminta dan memohon ke padamu! Tolong selamatkanlah Mami, ya Allah. Aku tak mau jika harus berpisah lagi dengan nya. Jangan biarkan kami berpisah untuk kedua kali nya.
Ya Allah, bantu lah Mami melewati masa kritis nya! Aku sayang padanya ya Allah. Jangan jadikan aku anak yg durhaka, sebab menjadi penyebab Mami seperti itu?
Sesungguhnya tak ada yg abadi, dan tak ada yg kuasa selain engkau. Aku mohon ya Allah, selamatkanlah Mami. Aamiin...."
Tania terisak dalam doa nya, dia merasa bersalah sebaba gara gara dia, sang Mami terbaring kritis di UGD.
"Sayang, sekarang kamu makan ya!" Ucap Lian
Tania menggeleng lemah. Ia bahkan tak nafsu makan, selera makan nya sudah hilang.
"Nak, kamu boleh bersedih dan meratapi nya! Tapi ingat sayang, di perut kamu itu sekarang ada bayi yg harus kamu beri nutrisi sayang. Walaupun kamu sedih, tapi anak kamu harus di kasih asupan." Nasihat Mama sambil mengelus rambut Tania.
🌹
__ADS_1
🌹
🌹
"Chubby, gimana tangan nya? Apa sakit?" Cemas Jojo
"Nggak kok Panda. Sakit sedikit saja!" Bohong Juwi, dia gak mau membuat suaminya semakin khawatir.
"Panda, aku mau ketemu Tania." Pinta Juwi
"Dia lagi ada di ruang rawat, sebab tadi pingsan." Jelas Jojo.
"Yasudah, kita kesana yuk!" Ajak Juwi
Jojo mengangguk, lalu membawa Juwi ke ruangan dimana Tania di rawat.
Kriiieet
"Wi, Mamiku Wi..."
"Iya, aku tahu. Kamu yg sabar ya! Kita do'akan supaya Tante Amanda baik baik saja." Ucap Juwi
Tak lama pintu terbuka, dan masuklah Clara dan Riel. Clara juga langsung memeluk Tania. Dia juga sama hancur dan sedihnya seperti Tania.
"Kakak gak papa kan?" Tanya Clara
Tania menggeleng dengan cepat. Lalu ia melirik ke arah tangan Juwi yg di perban.
"Wi, maaf dan makasih karena sudah menolongku. Maaf, jika karena menyelamatkan aku, kamu jadi terluka." Ucap Tania dengan wajah sendu.
"Gak Papa Tan. Kamu kan sahabat aku! Masa aku akan diam saja, saat melihat sahabatnya dalam bahaya?"
"Tapi kalau kamu kenapa napa gimana? Kamu juga lagi hamil Wi? Kalau sampai terjadi apa apa sama kandungan kamu, maka aku adalah orang pertama yg akan merasa bersalah."
__ADS_1
Juwi tersenyum, lalu memegang tangan Tania.
"Tak perlu cemas. Semua sudah takdir nya! Kamu sahabat ku, dan kita saling melindungi." Mendengar ucapan Juwi, Tania langsung memeluk tubuh sinyal itu.
Dia begitu terharu dan bersyukur, sebab memiliki sahabat sebaik Juwi.
"Mami gimana Ra?" Tanya Tania
"Mami masih belum sadar Kak!" Jawab Clara dengan lemah.
Sementara di tempat lain, tepat nya di kantor polisi seorang wanita sedang meraung di balik jeruji besi, sambil sesekali tertawa terbahak.
"Lepaskan saya... Hey, kalian lepaskan saya... Hahaha... Mereka pantas mat*. Mereka pantas ku habisi...."
"Diam!" Bentak polisi yg terganggu dengan teriakan BU Kus.
"Ma, aku titip Tania sebentar ya!" Ucap Lian
"Kamu mau kemana nak?"
"Aku ada urusan sebentar." Ucap Lian lalu berbisik sesuatu pada Jojo.
Setelah itu Lian pun keluar dari ruangan istrinya dan menuju parkiran. Dia akan menuju kantor polisi untuk menemui wanita gil*itu.
Wanita yg sudah membuat mertua nya celaka.
'Tak akan ku ampuni kau.' Batin Lian
Maaf untuk novel baru author yah ISTRI KONTRAK SANG CEO, author terpaksa hapus🙏🤧🤧sebab ada yg bilang jika itu plagiat😭padahal itu adalah hasil halu author🤧author hanya menghindari pro kontra saja, takut jika nanti nya akan jadi masalah seperti kebanyakan author lain yg di tuduh plagiat🤧🤧
Tapi gak usah khawatir, awal bulan nanti author akan publis novel baru yg lebih seru😘😘dan semoga gak ada yg bilang plagiat lagi😭
Bersambung......
__ADS_1