
Happy Reading 😘😘
Juwi dan Jojo masuk kedalam kamar, setelah makan malam selesai. Sedangkan Tania dan keluarganya sudah kembali ke jakarta.
Mereka tak menginap sebab tak mau mengganggu malam belah duren Jojo dan Juwi.
Jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Juwi masuk kedalam kamar nya, dia menatap kamar itu dengan dada yg sudah berdebar kuat.
Kamar minimalis itu di dekor dengan begitu indah dan romantis, dengan taburan bunga di atas kasur nya.
Juwi melihat kado berwarna silver dari Tania. Dia pun membuka nya, sebab ia sangat penasaran dengan isi nya.
Dengan perlahan Juwi membuka kotak itu, dan seketika mata nya membulat dengan satu tangan menutup mulut.
"Wah, si Tania mau balas dendam rupanya?" Ucap Juwi sambil mengangkat sebuah lengrie pink muda di tangan nya.
"Iiiihh, kok gw jadi geli sendiri ya?"
Lalu Juwi menemukan sebuah surat dari Tania.
...Hey my best friend! Selamat ya untuk pernikahan kamu! Dan anggap saja, hadiah ini adalah pembalasan dariku, heehe..... Kamu kan dulu juga begitu? Ngasih aku lengrie merah. Nah, sekarang gantian ok. Semoga sukses belah duren nya!...
Juwi mendengus kesal, dugaan nya benar jika Tania ingin membalas nya. Juwi terlihat enggan mengenakan saringan tahu itu.
Dia malu, toh Juwi pikir nanti juga Jojo akan melihat tubuh nya.
Kriiieet
Pintu kamar terbuka, lalu tertutup kembali setelah Jojo masuk. Juwi mencoba menetralisir degup jantung nya.
Dia merasa oksigen di kamar itu kian menipis.
"Kamu belum tidur?" Tanya Jojo sambil duduk di sebelah Juwi.
__ADS_1
Untung saja tadi Juwi sudah menaruh kado Tania kembali.
"Eum, belum. Tadi lagi buka kado."
Hening
Kedua nya sama sama diam, mereka sangat gugup satu sama lain. Sebab ini pertama kalinya mereka satu ruangan di dalam kamar.
"Eum, kamu udah ngantuk?" Tanya Juwi
'Aduh Juwi, pertanyaan bodoh macam apa itu?' Rutuk Juwi dalam hati nya.
"Belum! Kamu emang sudah ngantuk?" Tanya balik Jojo
"Be-belum..." Gugup Juwi
Kedua nya sama sama diam kembali, tak tahu harus apa dan mulai darimana. Suasana begitu terasa canggung.
Eekhm
"Sayang, malam ini kan kita sudah sah jadi suami istri? Eum..... Apa, aku boleh anu.... Eum...." Jojo terlihat sangat gugup, sampai mau bilang hak nya saja dia gak sanggup.
"Mau apa sayang?" Tanya Juwi. Padahal dia sudah tahu arah pembicaraan suaminya itu.
"Anu, eum.... Apa boleh?" Tanya Jojo
Juwi nampak diam dengan kepala menunduk malu, dengan perasaan berdebar dia menganggukan kepala nya.
Jojo yang melihat itu menjadi senang, wajah langsung terlihat berseri seri, seperti mendapatkan hadiah satu triliun saja.
Jojo menggeser duduk nya agar semakin dekat pada Juwi, lalu mengangkat dagu Juwi agar wajah cantik itu menatap ke arah nya.
Kedua mata mereka terkunci satu sama lain. Entah siapa yg memulai, keduanya sudah berpaut bi.bir dengan hangat dan panas.
__ADS_1
Juwi yg sudah beberapa kali berci uman dengan Jojo, segera mengalungkan tangan nya ke leher suaminya itu.
Lalu Jojo dengan perlahan membaringkan tubuh Juwi di atas kasur. Ciuman itu makin memanas seiring dengan desiran hasraat yang menggebu.
Semakin lama semakin menuntut, kedua nya sama sama lihai dalam bermain lidah.
Dan entah siapa yang memulai kini keduanya sudah polos tanpa sehelai benangpun. Setelah melakukan pemanasan, Jojo langsung melakukan tugas nya.
Dia akan menyelami gua belanda untuk pertama kali nya.
"Sayang, apa muat?" Tanya Juwi dengan ragu
"Muat kok! Kepala bayi aja muat!"
Dengan perlahan Jojo mulai menyelam, perlahan tapi pasti Jojo mulai memasuki gua belanda itu. Sedangkan Juwi hanya meremas rambut Jojo saat merasakan sakit yang teramat sangat di pangkal paha nya.
Aaghhhh
Setelah 30 menit bermain bola, akhirnya Jojo bisa menjebol gawang Juwi. Hingga membuat gadis itu memekik sakit.
Kamar itu pun penuh dengan suara merdu sepasang pegantin yang sedang di mabuk asmara.
Juwi tak menyangka jika surga dunia itu sangatlah nikmat tiada tara. Hingga dia dan Jojo pun melakukan nya hingga 5 ronde sampai jam 5 pagi.
"Mau lagi sayang?" Tanya Jojo saat keduanya sama sama terkapar lelah.
"Kamu ini minum apa sih? Udah 5 ronde juga! Masih belum puas?" Heran Juwi sambil menarik selimut ke atas tubuh polosnya.
"Belum! Habisnya bikin nagih."
Wajah Juwi bersemu merah saat mendengar ucapan vulgar suaminya. Lalu dia menggeleng, Juwi tak sanggup jika harus melayani Jojo lagi.
Tenaga nya sudah habis terkuras.
__ADS_1
Bersambung......