
Happy Reading😘😘
Hana sudah sampai di rumah Niko. Rumah yg dulu ia tempati bersama dengan suaminya itu. Hana masuk setelah satpam membuka kan pintu gerbang untuk nya.
Niko memang sengaja menyuruh satpam untuk membukakan pintu saat Hana datang. Karena ia sangat yakin, jika Hana pasti datang dan akan membujuk nya lagi.
"Mas.... Mas Niko.... Dimana kamu Mas?" Teriak Hana saat sudah di dalam rumah.
Niko yg mendengar teriakan itu, keluar dari ruang kerja nya. Dia tersenyum sinis saat melihat Hana sudah ada di ruang tamu.
"Oh, masih punya malu rupanya kamu? Kalau mau ambil baju, sudah ku siapkan tuh! Tinggal bawa pergi." Ucap Niko sambil menunjuk koper Hana di pojokan yg sudah Niko siapkan.
Hana terperangah saat melihat koper nya berada di sana. Dia tak Terima jika Niko mengusir nya. Hana langsung berjalan ke arah Niko dan memeluk tubuh pria itu.
"Mas, kamu salah paham! Dia bukan selingkuhan aku, Mas. Dia teman aku! Kamu jahat sudah menuduh aku! Apa kamu tahu Mas. Gara gara kamu dorong aku, waktu di cafe. Aku pendarahan Mas. Kita kehilangan bayi kita!" Ucap Hana dengan air mata buaya nya, berharap Niko akan luluh.
Niko nampak terkejut saat mendengar ucapan Hana. Dia tak menyangka jika Hana keguguran. Kemudian pandangan nya beralih ke perut rata Hana.
__ADS_1
'Perut nya rata? Berarti benar kalau..... Aku sudah membunuh bayi itu! Kalau benar dia anaku, berarti aku sudah membunuh anaku sendiri?' batin Niko
Hana yg melihat Niko melamun, kembali menambah dramatis. Bahkan sampai duduk di lantai dengan sesegukan.
"Kamu jahat Mas! Setelah membunuh anak kita. Kamu mau menceraikan aku? Apa kamu gak nanya dulu, siapa dia! Kenapa aku bersama nya? Kamu langsung menuduh dan mendorong ku! Hiiiikksss..... Aku kehilangan bayi ku Mas. Bayi kita." Teriak Hana sambil memukul kaki Niko
Niko merasa bersalah, hati nya tak tega melihat Hana se terpuruk itu. Ada rasa bersalah dalam dada nya saat mendengar jika Hana keguguran. Tapi, dia juga tak yakin jika anak itu anak nya.
"Jika dia teman mu! Kenapa harus rangkul merangkul? Dan kau pun malah bersender santai di bahu nya? Dan parah nya lagi, dia mencium pucuk kepala mu! Apa itu yg di sebut teman?" Sarkas Niko
Hana berdiri. "Mas, aku bersumpah! Aku gak selingkuh dari kamu. Kenapa kamu gak percaya? Aku ini istri kamu Mas. Istri kamu! Kamu jahat Mas! Kamu sudah membunuh bayi yg tak berdosa. Apalagi, dia anak kamu! Kamu jahat." Desak Hana
Niko diam tak menjawab. Hatinya seketika menjadi bimbang. Antara benci dan bersalah.
Dan hal itu di manfaatkan oleh Hana, dan terus mendesak Niko.
"Kamu usir ibu aku! Kamu tinggalin aku! Sekarang kamu ceraikan aku! Aku tak menyangka Mas, jika kamu sangat lah tak bernurani. Kamu pria tak bertanggung jawab! Kamu pembunuh...." Teriak Hana
__ADS_1
"Tidak! Aku bukan pembunuh. Aku mendorong kamu karena kamu selingkuh! Aku yakin, jika pria itu selingkuhan kamu? Dan aku bahkan ragu, jika anak itu adalah anaku!"
Hana terkejut mendengar jawaban Niko.
"Bagaimana kamu bisa berspekulasi seperti itu Mas? Kamu kan tahu berapa usia kandungan aku? Dan sudah berapa lama kita berhubungan? Bahkan sebelum nikah, kita sudah melakukan nya?" Ucap telak Hana
Namun Niko menggeleng cepat. Dia masih menyangkal semua nya. Hati nya mengatakan kebalikan dari ucapan Hana.
"Aku akan mencari buktinya dulu, jika memang kamu gak selingkuh. Dan anak itu adalah anaku! Tapi, sebelum itu. Kamu gak boleh tinggal di sini. Dan aku masih akan menggugat kamu!"
"Mana bisa gitu Mas! Aku ini masih SAH istri kamu?" Protes Hana tak Terima
"Gak ada bantahan. Aku akan cari buktinya. Jika memang kamu dan dia gak ada hubungan! Maka ku kembalikan kemewahan itu lagi! Tapi, jika benar kamu selingkuh dariku. Maka aku akan langsung menalak mu!" Ucap Niko dengan tegas.
Dia gak mau salah dalam mengambil keputusan lagi. Niko yakin jika itu jalan terbaik bagi keluarga nya. Dia gak mau gegabah dalam bertindak.
Niko kemudian menyuruh Hana pergi dan membawa koper nya. Dengan berat hati dan dada bergemuruh benci pada Niko. Hana melangkah pergi dari rumah Niko.
__ADS_1
'Awas saja kau! Akan ku buat kau menyesal Niko Brahma.' batin Hana.
Bersambung........