ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Keganjilan


__ADS_3

Happy Reading 😘😘


Prosesi pemakaman Bu Kus pun sudah di siapkan, saat ini jenazah Bu Kus sudah di kafani dan akan di bawa ke mesjid untuk di shalatkan.


Sedangkan Tania berada di kamar di temani Juwi dan Clara. Mereka sedang mengaji yasin bersama.


Setelah selesai di shalatkan, Jenazah Bu Kus siap di makamkan. Tapi Tania tak ikut bersama Juwi dana Mama Rena.


Sebab Tania dan Juwi lagi hamil, jadi tak di perbolehkan ke kuburan.


"Tan, apa Lo udah maafin Bu Kus? Secara kan semasa hidup nya, dia itu sangat jahat sama Lo?" Tanya Juwi


"Aku sudah memaafkan nya Wi. Tak baik jika kita memendam dendam untuk seseorang yg sudah meninggal? Berat siksa nya di sana. Kasihan dia!" Jawab Tania.


Acara pemakan berjalan dengan lancar, walaupun ada sedikit kendala. Sebab harus membuat kuburan baru lagi.


Karena liang lahat yg pertama di gali ada air nya. Jadi mau tak mau membuat yg baru lagi.


🌹


🌹


🌹


Lian dan keluarga nya pun sudah pulang ke kediaman Bu Kus setelah pemakaman yg cukup menguras tenaga.


Lian pun mandi dahulu, sebab baju nya sangat kotor.


"Pu, bagaimana pemakamannya?" Tanya Tania saat Lian sudah selesai mandi.


"Cukup melelahkan, sebab menguras tenaga dan mental." Ucap Lian


"Tenaga dan mental? Maksudnya gimana ian?" Tanya Mama Rena.


"Nanti saja di mobil. Sekarang kita pulang yuk! Udah sore nih." Ajak Lian


Dia merasa tak betah berada lama lama ada di rumah Bu Kus. Akhirnya Lian sekeluarga pamit untuk pulang pada warga yg ada di sana.

__ADS_1


Di dalam mobil, ada Lian, Tania, Mama, Papa, Clara dan juga Riel.


"Ian, kamu belum jawab pertanyaan Mama. Apa yg menguras tenaga, di pemakaman itu?" Tanya Mama Rena dengan sangat penasaran.


"Jelas menguras tenaga Ma. Soalnya pas pemakaman, lubang kubur nya itu kebanjiran Ma. Dan kami harus menggali nya lagi, untuk ketiga kali. Bukan hanya itu saja, jenazah nya juga sangat berat Ma. Sehingga butuh 10 orang untuk menggotong ke dalam sana." Jelas Lian


Tania menggenggam tangan Mama Rena dengan kuat. Entah kenapa dia jadi merinding saat mendengar itu.


"Pu, jangan di terusin ya. Aku merinding." Pinta Tania.


Lian melihat istrinya dari balik pantulan kaca spion. Dia bisa melihat wajah ketakutan Tania.


"Iya sayang."


🌹


🌹


🌹


Setiap hari selalu Tania lewati dengan senyum kebahagiaan. Apalagi saat ini kandungan Tania sudah memasuki bulan ke 8, dan sebentar lagi baby yg keluarga Lian dan Tania nanti akan lounching.


"Pupu, kaki aku sakit Pu." Rengek Tania


Lian yg sedang memainkan laptop nya, akhirnya mendekat ke arah istrinya itu, dan memijat telapak kaki Tania.


Memang semenjak kehamilan Tania yg memasuki bulan ke 7 kemarin. Tania menjadi sangat manja pada Lian.


Bahkan lebih manja dari yg biasanya.


Untung nya saja Lian paham jika Tania sedang hamil, dan itu adalah bawaan anak nya. Sehingga Lian tak mempermasalahkan hal itu.


"Pu, kita kan belum beli kereta bayi. Kita beli dulu yuk!" Ajak Tania.


"Tapi sayang, kaki kamu kan lagi bengkak?"


"Gak papa. Nanti naik kursi roda aja! Please...."

__ADS_1


Lian mengangguk. Dia tak bisa menolak wajah imut Tania. Apalagi sejak kehamilan Tania makin membesar, Lian semakin bernafsuu dengan nya.


Sebab tubuh Tania menjadi lebih semok dan berisi. Apalagi bagian atas dan belakang.


"Baiklah, kita beli."


Mereka pun berangkat ke mall untuk membeli stroller bayi.


Sesampainya di sana, mereka langsung menuju ke tempat dimana barang yg mereka cari. Tapi di tengah jalan, Tania dan Lian berpapasan dengan Niko yg baru saja selesai meeting.


Niko menatap iri pada Tania dan Lian. Betapa bahagianya pasangan itu. Sedangkan Niko masih asik dengan kesendirian nya.


"Mas Niko..." Lirih Tania.


Lian menatap Niko dengan tatapan tak suka. Dia benar benar tak menyukai Niko.


"Kalian di sini juga?" Ucap Niko


Tania hanya mengangguk, sedangkan Lian hanya diam dengan wajah datar dan dingin nya.


"Kalau gitu aku duluan ya!" Pamit Niko.


Sebenarnya dia ingin sekali berbincang dengan Tania. Tapi melihat raut wajah Lian, membuat Niko merasa sungkan.


"Pu, kita mau beli warna apa?" Tanya Tania saat sedang memilih stroller.


"Terserah kamu Bu. Mau beli warna apa?"


"Eum, beli netral saja ya!" Ucap Tania.


Sebenar nya Tania dan Lian belum tahu jenis kelamin apa anak nya nanti. Bukan tak bisa, namun mereka tak mau tahu sebelum lahiran nanti.


Mereka ingin itu menjadi sebuah kejutan buat mereka. Sebab setiap kali USG. Lian dan Tania selalu berpesan pada dokter agar merahasiakan jenis kelamin anak mereka.


Akhirnya Tania membeli stroller berwarna netral, yg bisa di pakai bayi cewek maupun cowok.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2