
Happy Reading😘😘
"Niko.... Kembalikan rumah ibu." Teriak wanita itu
Niko yg mendengar itu menghentikan langkah nya, dia menoleh ke arah mertua nya itu dengan senyuman sinis.
"Apa! Rumah. Hahaaha......" Niko malah mentertawakan ucapan mertua nya. Membuat wanita tua itu geram dengan tangan terkepal kuat.
"Itu rumahku! Kalian hanya menumpang. Dan aku mengambil rumahku, karena sampah yg ku pungut telah menikam ku!"
Setelah mengatakan itu Niko kembali melanjutkan langkah nya, tanpa menoleh lagi ke belakang. Dia tak menghiraukan teriakan mertuanya tersebut.
Bagi Niko, tak ada kata kesempatan bagi seorang penghianat.
"Niko...... Niko......"
Bu Kus memukul pagar besi itu dengan kesal. Kemudian dia duduk di luar pagar.
"Apa yg sudah kamu lakukan Hana? Kenapa Niko semarah itu? Aaggghhhhh, sekarang aku harus kemana? Masa aku harus kembali ke rumah reyot itu lagi sih? Aku harus bicara sama Hana. Sebenar nya ada apa!"
Kemudian Bu Kus mengambil ponsel nya dan menekan nomor Hana. Tak lama telpon pun tersambung dan di angkat oleh Hana.
"Hallo, Hana kamu dimana? Ibu mau bicara sama kamu!" Ucap Ibu Kus dengan nada kesal.
"Aku di rumah sakit Buk!" Jawab Hana di sebrang telpon.
"Apa! Rumah sakit? Kamu kenapa? Kenapa ada di sana? Kamu baik baik saja kan?" Terlihat wajah panik saat Bu Kus mendengar jika Hana ada di rumah sakit.
__ADS_1
"Sebaiknya ibu kesini saja! Aku tunggu."
"Kamu di rumah sakit mana?"
"Aku di rumah sakit Cahaya medika."
"Yasudah, ibu kesana sekarang."
Tut
Telpon pun di tutup. Buk Kus langsung menghentikan taxi dan menuju ke alamat rumah sakit dimana Hana berada.
Dia sangat panik saat mendengar Hana ada di sana. Walau gimana pun Hana adalah anak kesayangan dan anak semata wayang nya.
"Kenapa Hana ada di sana? Apa terjadi sesuatu sama Hana dan kandungan nya? Kenapa tadi aku mendengar dia menangis? Apa ini ada hubungan nya dengan kemarahan Niko? Tapi, kenapa Niko tak menemani Hana di rumah sakit? Walau gimana pun kan Hana lagi hamil anak nya?" Gumam Buk Kus dengan perasaan heran.
Berbagai pertanyaan menumpuk di otak nya. Dia sudah gak sabar ingin segera sampai di rumah sakit, dan menanyakan semua nya sama Hana. Dia yakin, ada yg telah terjadi.
Lian dan Tania sedang berada di taman rumah nya, duduk di kursi yg ada di taman itu sambil meminum kopi di temani brownis coklat lumer.
Tania masih kepikiran soal keadaan Hana. Dia takut jika kandungan Hana kenapa napa. Karena walau gimana pun, Tania dan Hana besar bersama dalam 1 atap yg sama. Walaupun mereka bukan saudara kandung.
"Sayang, kamu kenapa lagi sih? Kamu banyak melamun." Tanya Lian.
Dia heran saat melihat istrinya itu banyak melamun setelah pulang dari Mall.
"Gak papa sayang. Aku hanya kepikiran sama.."
__ADS_1
"Sama Hana? Si wanita jal*ng itu?" Potong Lian
Tania menghela napas dengan pelan. Membuat Lian paham jika tebakan nya benar. Dia sebenar nya heran kenapa Tania masih memikirkan seseorang yg sudah membuat hidupnya hancur.
'Kamu melihat wanita jal*ng itu terluka saja, kepikiran terus! Gimana kalau kamu tahu jika dia keguguran?' batin Lian
"Sayang, kenapa sih kamu mikirin dia mulu? Aku gak suka, kalau kamu peduli sama dia! Kamu kan tahu, kalau dia itu jahat? Lalu, apa yg membuat kamu peduli sama dia?" Tanya Lian sambil menggenggam tangan istrinya itu.
Tania menghadap ke arah Lian, dan menatap kedua mata suaminya.
"Sayang, jangan biarkan dendam kita membutakan mata hati nurani kita! Aku memang marah dan benci pada Hana. Tapi, kita besar dalam rumah yg sama.
Walau aku dan dia bukan saudara kandung. Tapi, ayah selalu mengajarkan aku agar saling menyayangi. Aku kasihan saja sama dia, sayang! Walau gimana pun aku juga wanita. Kalau terjadi sesuatu sama kandungan nya gimana?"
"Ya, berarti itu karma buat dia! Anggap saja itu adalah balasan yg Allah kasih untuk menebus salah satu dosa nya?" Celetuk Lian sambil meminum kopi nya.
Tania menggelengkan kepala nya dengan heran. Dia tahu, jika suaminya itu tipekal orang pendendam dan tak mudah memaafkan.
"Iya, mungkin juga!" Jawab Tania. Dia tak menampik ucapan Lian, sebab yg Lian ucapkan memang ada benar nya juga.
'Mungkin Mas Lian benar! Jika terjadi sesuatu sama Hana. Itu adalah salah satu karma dari Allah, untuk menebus dosa nya.'
Setelah itu Lian mengajak Tania masuk kedalam rumah untuk shalat maghrib. Sebab adzan sudah berkumandang. Walau Lian terlihat dingin dan cuek. Tapi, dia tak pernah meninggalkan shalat 5 waktu. Sebab itu adalah kewajiban semua umat muslim.
Tentu saja Tania sangat bersyukur, sebab dia mendapatkan suami yg begitu sayang dan taat juga dalam agama.
Bersambung......
__ADS_1