
Happy Reading๐๐
Selesai mandi dan makan malam, Lian kembali ke kamar nya sambil membawa rujak buah di piring.
Sehari saja Lian tak makan rujak, ia tak akan bisa. Bahkan sehari Lian bisa ngabisin 5 piring rujak.
"Sayang, aku mau nanya sesuatu sama kamu?" Ucap Tania
"Tanya apa sayang? Tanya aja, gak bayar kok!"
"Eum, sayang! Gimana keadaan Hana?"
Uhuuuk
Uhuuk
Uhuukk
Lian tersedak makanan nya sendiri, Tania yang melihat itu segera memberikan air putih di atas meja.
Gluk
Gluk
Gluk
Lian menegak habis air itu tanpa sisa. Dia benar benar gugup dengan pertanyaan Tania.
"Kamu kalau makan hati hati sayang! Kalau kenapa napa gimana?"
"I-ya..." Jawab gugup Lian
"Kamu belum jawab pertanyaan aku loh, sayang?"
"Per-tanyaan y-ang ma-na?" Gugup Lian
Tania memicingkan mata nya, dia melihat suaminya begitu gugup.
"Sayang, kamu kenapa? Kok gugup gitu?" Heran Tania
"Nggak apa apa kok! Si-siapa juga yang gugup?" Elak Lian, tapi sayang Tania tak mudah di bohongi.
Dia bisa melihat kegugupan suaminya itu.
__ADS_1
"Sayang, gak ada yang kamu sembunyikan kan dari aku?" Selidik Tania
"Nggak! Sesuatu apa coba sayang?" Alibi Lian.
Dia tak mau Tania tahu jika Hana sudah mati, sebab ia tak mau Tania kepikiran dan malah berdampak pada kandungan nya.
'Mas Lian kenapa ya? Kok kayak gugup gitu saat aku bertanya soal Hana? Apa ada yg Mas Lian sembunyikan ya?' Batin Tania
"Sayang..... Kamu gak lagi nyembunyiin sesuatu tentang Hana kan?" Tanya Tania
Lian menggeleng dengan cepat, dia gak mau jika Tania akan curiga.
"Oh, terus gimana kabar Hana Sayang? Kan kata kamu dia kerja di tempat temen kamu?" Tanya Tania
"Eum, sebenernya dia sudah gak kerja di temen aku!"
"Apa! Terus dimana?" Kaget Tania
Lian mengangkat bahu nya. "Gak tahu! Dia kabur dari club itu?"
Tania yang mendengar itu menghela napas nya, dia bukan nya khawatir pada Hana. Hanya saja Tania penasaran dengan kabar Hana.
"Begitu ya! Mungkin dia sudah kembali sama Mas Niko! Atau mungkin juga, Mas Niko yang bebasin dia?"
Dengan cepat Tania menutup mulutnya. Bukan ia tak suka, hanya saja hari sudah malam dan Tania juga sudah kenyang.
"Maaf sayang! Aku lagi gak mau. Kamu saja ya, yang makan? Aku mau tidur dulu, udah ngantuk nih!" Ucap Tania sambil menguap.
Tania melangkah menuju ranjang, dan langsung merebahkan dirinya. Dengan gerakan cepat Lian menghabiskan rujak nya, setelah itu dia menyusul istrinya ke ranjang.
"Sayang kita nengokin si boy yuk!" Ajak Lian
Tapi tak ada sahutan dari Tania. Dengan wajah lesu Lian menyenderkan badan nya ke sandaran ranjang.
Padahal niat nya dia mau nyoblos gawang, tapi sayang harus gagal sebab Tania sudah tidur. Padahal barus 10 menit Tania naik ke kasur.
๐น
๐น
๐น
Pagi ini seperti biasa, mereka sedang sarapan di meja makan. Dan Tania hanya sarapan susu dan roti bakar saja.
__ADS_1
Lidah nya belum bisa menerima makanan yg berat.
"Sayang, hari ini aku ada meeting di bekasi, Kamu ikut ya!" Pinta Lian
Tania mengangguk. Sedangkan Mama dan Papa memandang ke arah Lian, mereka mengkhawatirkan keadaan Tania jika ikut terus bersama Lian.
"Ian, apa tak sebaiknya Tania di rumah saja!" Protes Mama
"Bukan nya aku tak mau Ma! Hanya saja, jika aku jauh dari Tania, maka aku akan muntah tiap 10 menit sekali? Dan itu membuatku tersiksa! Aku janji Ma! Aku akan jaga istriku dengan baik." Jelas Lian
Mama dan Papa pun hanya bisa pasrah saat mendengar ucapan Lian
Selepas sarapan mereka langsung berangkat ke Bekasi. Mereka akan di antar oleh Jojo.
Sepanjang perjalanan Tania terus bersender di dada bidang Lian, sambil menghirup bau ketek suaminya itu.
1 jam perjalanan mereka pun sampai di sebuah hotel mewah. Jojo langsung membuka pintu untuk Tuan dan Nona muda nya.
Setelah itu mereka pun masuk kedalam Hotel.
Mereka masuk kedalam resto yang ada di hotel itu, kemudian melakukan meeting.
๐น๐น๐น๐น
"Sayang, kita istirahat dulu ya! Aku lelah." Pinta Tania saat meeting selesai.
Lian melihat wajah lelah istrinya, lalu meminta Jojo untuk memesan kamar buat Tania istirahat.
"Sayang kamu kenapa?" Panik Lian saat tubuh Tania oleng.
"Kepalaku pusing sayang!" Jawab Tania dengan lirih.
Lian langsung menggendong Tania, dan menuju kamar yg sudah Jojo pesan. Ia juga menyuruh Jojo untuk memanggilkan dokter ke hotel itu, Lian takut jika Tania kenapa napa.
"Sayang, gak usah panggil dokter! Jangan Jo. Saya gak papa kok!" Larang Tania
"Sayang, aku takut anak kita kenapa napa?" Cemas Lian
"Gak papa sayang! Aku hanya kelelahan saja."
Akhirnya Jojo pun tak jadi memanggik dokter. Dia keluar dari kamar itu dan membiarkan Nona dan Tuan Muda nya beristirahat..
Bersambung.....
__ADS_1