
Happy Reading 😘😘
Aaaaaaaaaa
Lian dan kedua orang tua nya langsung berlari menuju kamar Lian. Wajah mereka sangat tegang dengan rasa cemas yg teramat sangat.
Lian dan kedua orang tuanya masuk ke kamar, lalu melihat Tania yg sedang berdiri sambil menutup mulut nya.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Lian
Tania langsung menghambur memeluk tubuh Lian. Badan nya bergetar ketakutan.
"Sayang, ada apa Nak?" Tanya Mama Rena sambil mengusap rambut Tania.
Tania tak menjawab, dia menunjuk ponsel nya yg ada di atas kasur. Papa Wahyu yg melihat itu segera mengambil ponsel Tania dan mengecek nya.
"Kenapa Pa?" Tanya Mama Rena saat melihat wajah tegang suaminya.
Kemudian Papa Wahyu memberikan ponsel itu pada Lian, agar Lian membaca nya.
Saat Lian membaca isi pesan itu, rahang nya mengeras dengan sorot mata yg begitu tajam. Tangan nya mengepal kuat di balik punggung Tania.
Mama yg penasaran segera merampas ponsel Tania, dan membaca pesan itu. Seketika wajah Mama Rena terlihat sangat syok.
Bahkan air mata nya mengalir begitu saja. Pandangan nya mengarah ke Tania, dia sangat mencemaskan menantunya itu.
"Kamu tenang ya! Aku disini, dan gak akan biarin kamu kenapa napa. Aku akan selalu menjaga kamu sayang." Ucap Lian mencoba menenangkan Tania.
"Aku takut Pu...."
Mama dan Papa keluar dari kamar Tania, sementara itu Lian masih menenangkan Tania.
Di luar kamar Tania, Mama dan Papa duduk di sofa dekat tangga. Terlihat raut kecemasan di wajah mereka.
"Pa, siapa yg ngirim pesan ancaman itu?"
__ADS_1
"Papa juga gak tahu Ma! Papa akan cari tahu." Jawab Papa Wahyu.
Di ponsel Tania tadi, ada yg mengirim pesan dengan gambar bangkai Ayam di sertai tulisan KAMU HARUS MATI.
Itu kenapa Tania tadi menjerit dan sangat syok.
Tak lama Lian pun keluar setelah Tania tertidur. Dia membuka pintu kamar nya, untuk memantau Tania dari depan sofa tangga.
"Pa, kira kira siapa yg mengirim ancaman itu?" Tanya Lian
"Papa juga gak tahu Ian. Tapi, kita harus lebih waspada lagi. Kalau bisa, kamu ganti kartu telfon Tania."
Lian menagngguk, dia juga berpikir hal itu.
"Apa ini ulah wanita itu?" Tebak Lian
Mama dan Papa mengerutkan kening nya.
"Wanita itu? Siapa?" Bingung Mama dan Papa
"Itu Pa, Ma. Ibu nya Hana? Pasti dia! Aku yakin itu."
Ketiga nya pun larut dalam pikiran masing masing. Mana 1 minggu lagi acara tasyakuran 4 bulan kehamilan Tania akan di adakan.
'Lihat saja! Kalau sampai ku tahu, siapa yg sudah meneror istriku. Maka tak ada kata maaf untuk nya?' Batin Lian.
Sudah 3 hari pasca kejadian itu, kini Tania sudah jauh lebih tenang. Saat ini Juwi juga sedang berada di Mansion Arganendra untuk menemani sahabat nya itu.
Dia ingin menghibur Tania, agar pikiran nya fresh.
"Gimana buat acara tasyakuran nanti?" Tanya Juwi pada Tania saat mereka berada di taman samping rumah.
"Ya, rencana nya sih manggil anak anak panti kesini."
Tak lama Mama Rena datang dan ikut bergabung bersama dua wanita hamil itu. Mereka pun mengobrol tentang acara nanti.
__ADS_1
Malam ini keluarga Tania datang ke Mansion Arganendra, sebab Mama Rena sengaja mengundang mereka untuk menghibur Tania juga.
Kini semua sedang berkumpul di Ruang tamu, disana juga ada Juwi dan Jojo. Dan tentu nya ada pengantin baru juga.
"Gimana Riel? Apa sudah jebol gawang?" Tanya Lian
"Ya, gimana mau jebol kak? Orang gawang nya aja sedang di palang?" Lesu Riel
Semua terkekeh mendengar ucapan Riel, sedangkan Clara mencubit lengan suaminya dengan wajah malu.
"Sabar, Riel. Tinggal 4 hari lagi ini?" Timpal Juwi
"Iya, ini sudah sabar menunggu malah."
Setelah makanan siap, mereka pun berjalan ke meja makan.
Suasana begitu hangat terasa dengan kehadiran keluarga Tania. Bahkan senyum dan tawa selalu terpancar di wajah mereka.
"Sayang, kamu mau buah gak?" Tanya Lian saat selesai makan.
"Nggak Pu! Aku sudah kenyang."
Setelah makan malam, semua orang berkumpul di taman samping rumah untuk menikmati udara malam sambil bersantai santai.
Sedangkan Juwi, Tania dan Clara berada di kursi dekat bunga. Membicarakan perihal malam pertama Clara nanti, dan juga tasyakuran 4 bulan Tania.
"Sayang, ini udah malam tidur yuk!" Ajak Lian saat jam menunjukan pukul 10 malam.
Keluarga Tania juga berpamitan untuk pulang kerumah.
"Sayang, jaga diri baik baik ya! Jangan keluar rumah tanpa suami kamu." Ucap Mami Amanda
"Iya, Mi...."
Setelah mengantarkan kedua orang tuanya ke teras, Tania pun masuk kedalam Mansion dan menuju kamar nya.
__ADS_1
Bersambung.......