
Happy Reading 😘😘
Bu Kus berjalan semakin mendekat ke arah Tania, dengan senyum menyeringai dan jahat nya. Bahkan dia memainkan pisau yg ada di tangan nya.
Tania melihat nya dengan wajah yg begitu takut. Ia takut jika bu Kus nekat dan malah mencelakai kandungan nya.
'Ya Allah, lindungilah aku dan bayiku.' Batin Tania berdoa pada sang pemilik jiwa.
Di luar kamar, Lian sedang mengobrol bersama klien nya. Tiba tiba ponsel nya berdering.
"Juwi.... Tumben dia video call?" Bingung Lian
Dia pun menggeser tombol hijau.
"Ada ap-" Mata Lian membulat saat melihat Tania sedang berdiri dengan ketakutan, dengan seseorang yg dia kenal sedang menodongkan pisau pada istrinya itu.
Wajah Lian seketika menjadi syok, dengan dada berdebar dan juga amarah yg membuncah.
"Lian, kamu kenapa nak?" Tanya Papa
"Tania dalam bahaya."
Ucap Lian sambil berlari tanpa menghiraukan panggilan Papa dan Papi. Lalu mereka pun menyusul Lian ke kamar nya.
"Jangan Bu. Tania mohon!" Ucap Tania dengan nada memohon, bahkan air mata nya sudah mengalir deras.
Juwi melangkah ke arah BU Kus dengan hati hati.
"Kamu harus mat* wanita sial*n.... " Teriak Bu Kus sambil mengayunkan pisau ke arah Tania.
"Aaaghhh...." Tania menjerit sambil melindungi perut nya
Dengan sigap Juwi menarik baju Bu Kus dengan kasar, hingga jatuh tersungkur ke belakang.
Tapi naas, lengan Juwi terkena pisau Bu Kus dan robek.
"Aaawwhh..." Ringis Juwi
"Juwi...." Panik Tania dan Mami
__ADS_1
"Berani kau menghalangiku!" Geram BU KusKus sambil bangkit dan hendak menikam Juwi.
Brak
Pintu kamar terbuka, masuklah Lian, Papa, Papi, Mama dan Jojo kedalam kamar itu.
Bu Kus yg melihat itu segera bangkit dan melangkah menuju Tania.
"Bubu.... Tania...." Teriak Lian dan kedua orang tua nyanya bersamaan.
Mata semua orang membulat dengan wajah yg terkejut, saat Mami Amanda berlari menghadang ayunan pisau itu yg akan mengenai tubuh Tania dan kandungan nya.
Jleb
"Aaaghhhhh....." Teriak Tania sambil menutup mata nya. Tapi seketika dia merasa heran sebab tubuh nya nampak baik baik saja.
"Mami......" Teriak Papi dan Clara bersamaan.
Pisau itu menusuk perut Mami, saat akan di arahkan ke perut Tania.
Tania membuka Mata nya, dan seketika tubuh nya bergetar hebat. Dia melihat sang Mami terjatuh di lantai, dengan luka di perut nya.
"Mami....." Teriak Tania sambil memeluk tubuh Tante Amanda.
Sedangkan Tania memeluk tubuh Mami nya sambil menangis terisak. Clara dan Papi pun berlari ke arah Tania.
"Mi... Bangun Mi. Tania mohon! Kenapa Mami lakuin ini?" Ucap Tania sambil terisak.
"Ta-nia a-anak Ma-mi... Ma-mi se-nang ka-mu sel-amat sa-yang." Ucap Mami dengan terbata, sambil memegangi perut nya.
Dia tentu tak akan membuat Tania dan calon cucu nya celaka. Hingga ia mengorbankan tubuhnya yg terkena tusukan benda tajam itu.
Uhhuukk uuhuuuk
Setelah itu Mami Amanda pun tak sadarkan diri, membuat Tania dan Clara histeris.
"Mami..... Bangun Mi...." Teriak Tania dan Clara.
"Pi, kita Bawa Mami ke rumah sakit!" Ucap Clara
__ADS_1
Papi segera menggendong Mami kerumah sakit, sementara itu Lian masih memegangi Bu Kus yg terus meronta.
"Hahaha..... Kalian pantas mat* haha..." Teriak Bu Kus.
Bugh
Lian memukul tengkuk leher wanita itu hingga akhirnya jatuh pingsan. Sedangkan Jojo ikut Papi Arya untuk membawa Juwi juga kerumah sakit, sebab lengan nya terluka.
Jojo juga khawatir dengan keadaan istrinya itu.
"Sayang.." Panggil Lian sambil memeluk tubuh Tania. Dia sangat mencemaskan keadaan istrinya itu.
"Pu, Mami Pu. Mami...." Isak Tania
"Tuan muda." Ucap pengawal yg baru saja masuk kedalam kamar.
Lian yg melihat itu melepaskan pelukan nya di tubuh Tania, dan langsung di peluk Mama.
Plak
Plak
Bugh
Bugh
Lian menampar dan menendang tubuh kedua pengawal itu. Wajah nya mengeras menandakan amarah yg menggebu.
"Gimana kerja kalian hah! Kenapa kalian teledor hah! Kenapa?" Teriak Lian dengan suara menggelegar.
"Maafkan kami Tuan Muda. Kami sudah kecolongan." Ucap salah satu pengawal
"Bawa dia, dan bawa ke penjara! Pastikan dia tidak bisa keluar, kau paham!" Bentak Lian.
"Paham Tuan Muda."
Lian mendengus kasar, jika saja saat ini keadaan sedang tak begitubegitu kacau dan menegangkan. Maka sudah pasti Lian menghajar dua pengawal itu sampai kritis.
"Ya Allah... Tania sayang... Bangun sayang..." Panik Mama saat Tania tak sadarkan diri.
__ADS_1
Lian dengan sigap menahan tubuh istrinya agar tak jatuh ke lantai. Kemudian dia segera membaringkan tubuh Tania di kasur.
Bersambung.....