
Happy Reading😘😘
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian guys dengan cara like vote dan gif nya😍
Tania bangun dengan badan yg remuk akibat pertarungan semalam. Dia bangun dengan meringis sakit, menahan perih di bagian inti nya.
Sshhhh
'Sepertinya punyaku bengkak? Kak Lian semalam ganas banget? Kayak gak di kasih jatah satu tahun aja!' batin Tania
Dengan langkah pelan Tania berjalan ke kamar mandi, sedangkan Lian masih terkapar lelap di atas kasur.
"Pantas saja perih. Ternyata benar dugaan ku, kalau punyaku bengkak! Iiis, Kak Lian ini doyan banget sih bikin aku jalan nya kayak bebek?' gerutu Tania sambil mencelupkan badan nya kedalam bathub yg sudah ia isi dengan air hangat.
Sedangkan Lian baru bangun dan mengerjapkan mata nya. Dia meraba samping nya dan ternyata kosong.
" Kemana Tania?" Gumam Lian, lalu pandangan nya tertuju pada pintu kamar mandi.
Tok
Tok
Tok
"Sayang, kamu di dalam?" Tanya Lian sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Iya, Sayang. Kalau kamu mau mandi, di kamar sebelah aja! Aku sedikit lama." Teriak Tania dari dalam
Tania memang butuh waktu untuk merilexan badan nya. Apalagi bagian bawah nya yg begitu bengkak dan perih.
__ADS_1
Lian menghela napas dengan kasar. Lalu dia memakai celana boxer nya dan menuju kamar sebelah. Lian merasakan gerah dan lengket di badan nya karena permainan semalam
"Pasti Tania kesakitan, sebab semalam aku gempur dengan hebat? Kenapa semalam aku bisa begitu ganas ya? Siapa yg sudah memasukan obat sial.an itu pada minuman ku? Kalau klien ku tak mungkin. Dia tak mungkin mencari gara gara denganku? Sepertinya aku harus menyelidiki ini?" Ucap Lian saat berdiri di bawah guyuran air shower.
Setelah selesai mandi, Lian langsung mengambil ponsel nya dan menelpon Jojo sambil berjalan ke kamar nya dan Tania.
"Hallo Jo. Aku mau, kamu selidiki soal semalam! Cek CCTV di sana ya!" Perintah Lian pada Jojo di sebrang sana.
Setelah mendengar jawaban Jojo, Lian pun mengakhiri telpon nya.Dia melangkah menuju lemari dan mengambil baju santai.
Hari ini Lian akan mengajak Tania pergi ke mall, untuk berbelanja. Dia akan membawa Tania membeli baju. Walaupun selama ini Tania menolak. Tapi tidak dengan kali ini.
Lian menatap pintu kamar mandi yg masih tertutup rapat. Perasaan nya tiba tiba menjadi cemas, dia takut terjadi apa apa pada Tania.
"Sayang, kamu baik baik saja kan?" Teriak Lian sambil mengetuk pintu.
Pintu kamar mandi terbuka, nampak lah Tania dengan wajah yg segar dan rambut basah nya.
"Kamu gak papa kan?" Tanya Lian dengan cemas sambil mengecek seluruh tubuh Tania.
"Sayang, kamu kenapa sih? Aku baik baik saja!" Jawab Tania
Lian bernapas lega saat mendengar Tania baik baik saja. Tapi dia merasa aneh dengan jalan Tania yg sedikit mengangkang seperti habis di sunat.
"Sayang....." Panggil Lian
Tania yg sedang memilih baju, menoleh ke belakang.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Kamu habis sunat? Kok jalan nya aneh?" Tanya konyol Lian.
Tania yg sedang menutup lemari, seketika membulat dengan tatapan begitu tajam.
"Sunat? Emang kamu pikir aku ini punya terong? Kamu lupa sayang, semalam kamu habis bobol gawang? Apa lubang terong nya besar, sampai singkong kamu bisa masuk!?" Ucap sarkas Tania
Lian menggaruk belakang leher nya yg tidak gatal.
"Lalu, itu kenapa jalan nya begitu?" Tunjuk Lian
Tania menepuk jidat nya. Dia bingung dengan suaminya itu. Padahal yg membuat nya jalan kayak bebek adalah dia sendiri, tapi seakan dia tak sadar.
"Sayang, sayang. Kamu ini lupa atau memang kelewat polos sih? Jelas jelas aku jalan kayak gini gara gara kamu semalam?" Kesal Tania sambil masuk kedalam ruang ganti.
"Iya, juga ya. Aku kan semalam ganas? Bodoh, kenapa bisa lupa sih?" Gerutu Lian pada dirinya sendiri.
Setelah 10 menit, Tania keluar dari ruang ganti dan berjalan menuju meja rias. Lian yg melihat itu segera memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Maaf ya! Aku sudah buat kamu kualahan." Ucap Lian lembut
"Gak papa sayang, aku paham kok! Tapi, siapa yg sudah menjebak kamu?" Tanya Tania dengan dahi mengkerut
Lian melepas pelukan nya. Dan berjalan ke arah jendela kamar, lalu membuka horden kamar nya. Sehingga cahaya matahari masuk dengan terang kedalam kamar.
"Aku tak tahu! Jojo lagi menyelidiki ini? Tapi yg pasti, aku tak akan memaafkan dia. Jika nanti aku tahu, siapa yg sudah berani menjebak? Maka tak akan ku kasih ampun!" Ucap Lian tegas dengan rahang mengeras.
Tak ada kata maaf bagi seorang penjahat. Apalagi dia sudah berani membuat Lian hampir saja jatuh dalam pelukan wanita menjijikan itu.
Bersambung.........
__ADS_1