
Happy Reading 😘😘
Juwi balik ke resto dengan wajah sumringah, bahkan wajah nya terlihat sangat berseri. Bagaimana tidak, dia saat ini benar benar bahagia tak terkira.
Semua karyawan melihat Juwi dengan tatapan heran, sebab Juwi bersenandung kecil sambil muter muter kecil, membuat semua karyawan dan pengunjung heran.
Bahkan ada yg mengira jika Juwi itu sedikit kurang waras.
"Tuh orang cantik cantik geser ya?" Ucap salah satu pengunjung.
"Tuh orang lagi jatuh cinta atau emang gesrek ya?" Ucap pengunjung yg lain lagi.
Tapi Juwi tak perduli, dia tak mau ambil pusing dengan omongan semua orang.
Biasa dears lagi jatuh cinta mah ya begitu, serasa dunia milik sendiri🤣🤣
Bruk
Pyar
Saat Juwi membuka pintu ruangan, dia gak sengaja menabrak Tania yg mau keluar untuk mengambil minum. Alhasil gelas yg Tania bawa jatuh ke lantai.
"Ya ampun Juwita bohay..... Lo itu kenapa sih, cengar cengir gak jelas sampe jalan gak lihat lihat?" Ketus Tania sambil mengusap bahu nya yg terasa sakit.
"Maaf Tan. Gw gak sengaja!" Ucap Juwi sambil menggaruk kepala nya.
"Lala..... Tolong kamu bersihkan pecahan gelas nya ya! Dan nanti tolong bikinin saya juz buah naga ya." Pinta Tania pada Lala
"Baik Mba."
Tania pun kembali kedalam ruangan, dan duduk di samping Juwi yg sedang senyam senyum sambil mengusap jari manis nya.
Dahi Tania mengkerut heran saat melihat cincin yg melingkar di jari manis Juwi.
Eekkhmm
"Cincin dari siapa tuh? Kayak nya ada yg baru di lamar?" Goda Tania sambil menyenggol bahu Juwi
"Hehe.... Iya Tan, gw habis di lamar tadi." Jawab Juwi dengan wajah malu malu.
"Waaahh.... Siapa?" Tanya Tania dengan antusias.
__ADS_1
Dia tentu saja bahagia jika melihat Juwi di lamar pria. Setidak nya Juwi tidak jomblo lagi, dan tentu nya laku.
"Eum, itu Tan.... Jojo yg ngelamar aku!" Lirih Juwi dengan menunduk malu
Grep
Tania langsung memeluk Juwi dengan erat.
"Selamat ya, akhirnya double J bersatu juga!"
"Double J? Apa tuh?" Bingung Juwi
"Ya Lo lah sama Jojo. Kan nama Kalian awalan nya hurup J. Jadi, double J." Jelas Tania.
🌹
🌹
🌹
"Jo, kamu dari mana aja sih?" Tanya Lian saat Jojo masuk membawa berkas kedalam ruangan nya.
"Maaf Tuan, tadi saya ada urusan sebentar." Jawab Jojo
Jojo mengangguk sambil mengikuti langkah Bos nya menuju ruang meeting. Jojo ingin bilang pada Lian, tapi dia takut jika nanti Lian malah meledek nya.
Sedari meeting Lian terus memperhatikan gerak gerik Jojo yg terlihat banyak senyum.
Lebih tepat nya senyum senyum sendiri kayak orang kurang obat.
Setelah meeting selesai, semua karyawan keluar dari ruangan. Kini tinggalah Lian dan Jojo.
"Jo..." Panggil Lian
Jojo yg sedang membereskan berkas berkas, menoleh ke arah Lian.
"Iya Tuan."
Lian mendekat ke arah Jojo, dan memegang dahi nya.
"Gak panas?" Gumam Lian, dan itu membuat Jojo sangat bingung.
__ADS_1
"Maksud Tuan apa? Tuan pikir saya gil*?" Ucap Jojo
"Gak! Saya gak nyangka kamu gitu. Saya hanya berpikir, jika obat kamu habis? Lagian kamu ini kenapa? Dari tadi senyum senyum gak jelas!" Ledek Lian
Jojo mendengus kesal mendengar ucapan Lian. Secara tidak langsung Lian mengatakan jika Jojo itu kurang waras.
Jojo yg terlanjur kesal dengan Bos nya, dia pun meninggalkan Lian di ruang Meeting. Tak perduli dengan panggilan Lian.
🌹
🌹
🌹
Di kediaman Brahma, Niko dan kedua orang tua nya sedang duduk makan siang di meja.
Mama nya Niko tadi menelpon Niko untuk pulang makan siang di rumah. Semenjak perceraiannya dengan Hana beberapa hari yg lalu.
Niko menjadi lebih pendiam, dan menjadi dingin tak tersentuh. Dua kali pernikahan nya yg gagal membuat Niko menjadi trauma menjalin sebuah hubungan.
Bahkan sekarang Niko menjaga jarak dengan yg nama nya wanita. Dia tak mau jatuh cinta atau sampai menikah lagi, Niko takut tersakiti bahkan dia takut menyakiti lagi.
"Nik, Pa. Kalian tahu gak! Tadi Mama ketemu sama ibu nya Hana. Tapi, keadaan ya benar benar sangat miris."
"Miris gimana Ma?" Heran Papa
Niko menoleh ke arah Mama nya sambil memakan makan siang nya.
"Mama lihat dia bertanya pada setiap orang, sambil membawa foto Hana. Dan yg lebih parah adalah, penampilan nya seperti tak terurus." Ucap Mama
Niko dan Papa nya saling pandang.
"Maksud Mama?" Tanya Niko
"Tadi pas Mama belanja di supermarket Nik. Ternyata ibu Kus sedang mencari keberadaan Hana! Emang Hana kemana ya?" Ujar Mama sambil memegang dagu.
Niko teringat akan sebuah tempat dimana ia dan Hana bertemu terakhir kali. Tapi Niko hanya diam saja. Dia sudah gak perduli lagi dengan keluarga Hana, dia gak perduli lagi apa yg akan Hana lakukan atau apa yg terjadi pada Hana.
Bagi Niko, Hana sudah mati di hati maupun ingatan nya.
"Ma, Pa. Niko balik ke kantor dulu ya!" Ucap Niko sambil mencium tangan orang tua nya.
__ADS_1
'Jika memang Bu Kus tak tahu keberadaan Hana. Mungkin memang benar jika Hana di sana karena Lian! Tapi biarlah, bukan urusan ku lagi. Toh, Hana juga menyukai nya.' Batin Niko
Bersambung.......