ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Kejujuran Tania


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Budayakan like sebbelum baca ya๐Ÿ‘๐Ÿ‘dan jangan lupa vote nya biar Tania semangat up๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช


" Iya, Tante...'' jawab Tania dengan anggukan kepala, namun Tania menundukan kepala nya. Dia tak berani menatap wajah calon mertua nya itu.


Tania pikir kalau Tante Rena akan marah dan menolak nya. Namun ternyata pikiran Tania salah besar.


Tante Rena melangkah maju mendekat ke arah Tania, membuat gadis itu semakin gugup.


Hap


Tante Rena menggenggam erat tangan Tania lalu membawa nya duduk di kursi, yg tak jauh dari mereka. Tania hanya menurut saja.


'' Tante mau tanya, kenapa kamu bisa cerai dengan mantan suami kamu dulu? Maaf, bukan Tante lancang! Tapi, tante mau tahu saja alasan nya? Bagi Tante, mau kamu janda apa gadis! Tante gak masalah. Hanya saja, Tante mau tahu alasan kamu pisah sama suami kamu? Apa boleh?'' tanya Tante Rena.


Tania terpaku sejenak, lalu menoleh ke arah Tante Rena. Tania menatap wanita 40 tahun itu. Bisa Tania lihat, jika Tante Rena sangat penasaran.


Huuufffff


Tania menarik napas nya panjang, sebelum menceritakan tentang masa lalu nya.


'' Saya dulu menikah dengan mantan suami saya, karena terpaksa! Saya harus menggantikan adik angkat saya, yg kabur di hari pernikahan nya. Karena saya mau membayar hutang budi, pada kedua orang tua angkat saya! Akhirnya, saat adik angkat saya kabur, saya terpaksa menggantikan nya.


Pernikahan kami tak bahagia. Dia memang suami saya, dan saya istrinya? Namun, saya tak pernah di anggap nya. Saya bagaikan Istri yang tak Di anggap, oleh nya.


Semua yg saya lakukan selalu salah di mata nya? Setiap hari, selalu ada saja siksaan yg dia lakukan pada saya! Tak pernah absen, walau hanya 1 hari.


Hingga suatu hari, adik angkat saya kembali, dan mereka menjalin hubungan kembali di belakang saya! Dan, suatu malam. Mantan Suami saya, membawa Adik angkat saya kerumah kami, dan ternyata mereka sudah menikah siri.


Saya sadar diri, jika memang saya Istri yg tak di inginkan! Saya mundur, karena saya sudah lelah dengan semua penderitaan saya? Saya pikir, saya pantas bahagia. Saya hanya ingin menjemput kebahagiaan saya sendiri...'' jelas Tania panjang lebar.


Tak Tania ketahui, jika di belakang nya ada Lian dan Papa nya. Mereka tadi nya ingin memanggil Tania dan Tante Rena makan siang, tapi mereka malah mendengar kenyataan pahit hidup nya.


Tante Rena yg mendengar kisah pahit Tania,segera memeluk nya. Mencoba menguatkan wanita itu.


'' Sabar ya sayang! Tante gak nyangka, jika ada manusia sekejam mereka?'' ucap Tante Rena sambil mengusap punggung Tania.


'' Iya, Tan. Aku sudah melupakan mereka! Bagiku, mereka hanya masa lalu! Masa lalu, yg tak harus ku bawa ke masa depan.'' jawab Tania


Tak semua orang tahu, jika di balik senyum ceria Tania selama ini, dia menyimpan luka yg begitu dalam.


'' Jika mereka orang tua angkat kamu? Lalu, dimana orang tua kandung kamu?'' tanya Tante Rena.


Tania menggeleng lemah. '' Saya gak tahu, Tan! Sedari kecil, saya di asuh oleh orang Tua angkat saya! Mereka membawa saya kerumah, setelah saya luntang lantung di jalan.'' tutur Tania


'' Sekarang, kamu anggap Tante sebagai Mama kamu juga! Dan, jangan panggil Tante lagi? Tapi, MAMA...'' Tekan Tante Rena


Tania menatap haru pada wanita yg hampir setengah abad itu. Lalu Tania menghambur memeluk tubuh calon mertua nya.


'' Makasih Tante..'' lirih Tania dalam pelukan Tante Rena.

__ADS_1


'' No! Jangan panggil Tante...'' tegas Tante Rena


Tania tersenyum. '' Iya, Ma-ma...'' ucap Tania dengan sedikit gugup


'' Good job Hany...''


Lian dan Papa nya tak kuasa menahan air mata, saat melihat 2 wanita itu berpelukan dengan haru. Lalu segera mengusap kasar air mata nya. Gengsi dong kalau sampai Tania melihat Lian menangis, bisa jatuh harga diri Lian.


'' Eekkhmm.... Pelukan nya udahan dulu, yuk! Sekarang, kita makan siang dulu!'' ajak Papa nya Lian sambil berdehem kecil.


Tania dan Mama Rena terperanjat kaget, mereka menoleh kearah belakang. Dan ternyata, Lian dan Papa nya sudah berdiri di sana.


Mereka pun berjalan beriringan menuju meja makan. Tania sungguh bahagia karena keluarga Lian menerima nya, dengan status janda yg melekat pada diri nya.


Tania berharap, jika itu adalah sebuah awal kebahagiaan nya.


' Terimakasih ya allah. Engkau sudah memberikanku pria yg baik, dan keluarga yg baik juga!' batin Tania penuh syukur.


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


Di sebuah rumah Mewah, Niko baru saja keluar dari kamar nya.


Hari ini dia tidak pergi ke kantor sebab Niko merasa sedikit tak enak badan. Dia keluar dan mencari Hana, namun tidak juga menmukan keberadaan Hana.


'' Bik, dimana Hana?'' tanya Niko pada ART di rumah nya.


'' Apa! Pergi? Pergi kemana Bi?'' kaget Niko, sebab Hana tak izin pada nya.


'' Bibi gak tahu Tuan.''


Niko pun melangkah ke kamar nya kembali dengan kepala yg sedikit pusing.


Dia mencoba menelpon Hana, namun no nya malah gak aktip. Dan itu membuat Niko sangat geram.


'' Benar benar, Hana! Bukan nya di rumah, saat suami sakit? Malah kelayapan? Apa dia gak mikirin keselamatan kandungan nya?'' geram Niko sambil meremas ponsel nya.


Saat ini Hana memang sedang mengandung anak Niko.


'' Aagghhhh.... Biasanya kalau aku sakit begini, Tania selalu merawatku? Walaupun aku, selalu berbuat kasar padanya? Beda sekali dengan Hana, yg sama sekali tak becus mengurusku!'' ucap Niko.


Mata nya menerawang langit langit kamar nya, menerobos ke waktu dimana Tania masih menjadi istrinya. Dimana Tania mengurus Niko, saat Niko sakit.


'' Mas, ini aku buatin bubur buat kamu! Jangan lupa dimakan ya? Jangan lupa juga, obat nya di minum.'' ucap Tania saat itu


Namun, bukan nya berterimakasih, Niko malah melempar nampan makanan itu.


Prang


Semua nampan beserta bubur yg di buat Tania tumpah ke lantai. Tapi, tak ada sedikitpun rasa bersalah di wajah dan diri Niko.

__ADS_1


'' Gak usah sok perhatian! Kamu senang kan, melihatku sakit?'' bentak Niko sambil mendorong tubuh Tania hingga membentur tembok.


Bugh


Tania meringis sakit, karena dorongan itu begitu kuat. Hingga Tania merasakan sesak di dadanya.


'' Kenapa aku sekarang merindukan Tania, ya? Apa iya, dulu aku sangatlah keterlaluan pada nya?'' gumam Niko saat mengingat semua perlakuan kasar nya pada Tania.


'' Tapi, dia sudah menjual diri nya sekarang?''


'' Aaaggghhh..... Apa sekarang aku baru menyadari, jika aku mencintai nya?'' teriak Niko


Kriiieeett


Pintu kamar terbuka, dan masuklah Hana dengan menenteng belanjaan penuh di tangan nya. Dan itu, malah membuat Niko semakin geram.


'' Sayang, kamu sudah bangun?'' tanya Hana lalu menghampiri Niko.


Namun Niko malah mengambil belanjaan di tangan Tania, dan melempar nya ke lantai hingga semua isi di dalam paperbag itu berhamburan keluar.


Hana sangat terkejut dengan perlakuan Niko.


''Sayang, apa yg kamu lakukan?'' bentak Hana


'' Apa, kamu bilang? Sini kamu...'' ucap Niko dengan nada tinggi, sambil menyeret Hana ke ranjang.


Brugh


Niko menghempaskan tubuh Hana dengan kasar ke atas ranjang, mata nya menatap tajam kedua mata istrinya itu.


'' Kemana saja kamu seharian, Hah? Belanja? Kamu tahu kan, kalau aku lagi sakit? Bukan nya di rumah, tapi kerjaan kamu hanya belanja, belanja dan belanja!'' bentak Niko dengan nada tinggi, bahkan menggelegar di segala penjuru kamar.


Hana sampai tersentak kaget, karena bentakan Niko. Dia tak pernah melihat Niko semarah itu, selama ini Niko selalu memanjakan nya.


'' Sayang, aku butuh reafreshing.'' lirih Hana


'' Dengan belanja, iya? Kamu itu, bukan nya mengurus suami, malah kelayapan! Mulai sekarang, aku blok semua kartu ATM kamu!'' ujar Niko


Hana terkejut saat nendengar penuturan Niko. Dia gak mau sampai ATM nya di blok oleh Niko.


''Sayang, jangan begitu dong? Masa di blok?'' protes Hana


Namun Niko tak menghiraukan rengekan Hana, dia berlalu keluar kamar dan membanting pintu kamar nya dengan kasar.


Brak


Hana sampai terjingkat kaget, dia mengusap dada karena terkejut


'' Siiiaaalll.......'' teriak Hana sambil mengacak semua barang yg ada di meja rias nya.


Bersambung....

__ADS_1


Emang enak Hana๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


__ADS_2