ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Penasaran


__ADS_3

Happy Reading ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Lian terperangah mendengar ucapan Anton, netra nya menatap lekat laki laki di samping nya dengan pandangan membulat.


"Kau jangan bercanda Ton!" Ucap Lian


"Lo pikir muka gw ini bercanda? Apa Lo gak lihat muka gw yg tegang ini?" Ketus Anton sambil membuang wajah nya ke samping.


"Tunggu! Jangan bilang Lo yang udah..."


Bugh


Anton memukul tubuh Lian dengan bantal sofa.


"Heh kutu kupret. Lo pikir gw mau apa, ngotorin tangan Gw buat ngabisin tuh cewek?" Kesal Anton karena Lian berpikir dia lah yg menghabisi Hana.


"Ya, kan gw cuma nebak!" Elak Lian


"Tahu lah, ngomong aja sono sama tembok!" Kesal Anton dengan tangan nya mengusap wajah dengan gerakan kasar.


Seolah ia prustasi dengan keadaan sekarang.


"Tembok, tembok. Lalu bagaimana wanita itu mati? Apa kau tahu jawaban nya?" Tanya Lian pada tembok di hadapan nya.


Anton yg sedang menutup mata, menengok ke arah Lian dengan mulut menganga. Sejurus kemudian dia memukul lengan Lian dengan kesal.


"Lo ngapain nanya tembok kupret? Emang Lo pikir tembok bisa jawab?"


"Lah, gw mah cuma ngelakuin apa yg Lo bilang tadi! Bukan nya Lo nyuruh gw nanya tembok?" Ledek Lian


Anton semakin mengacak rambut nya dengan wajah memerah menahan kesal. Dia ke kantor Lian berharap dapat ketenangan, tapi malah di buat semakin kesal.


"Gw kesini mau minta solusi kupret, bukan di buat semakin hancur nih kepala gw!"


Lian mengangkat bahu nya, lalu satu kaki nya dia angkat menyilang dengan tangan bersedekap di depan dada.


"Solusi buat apa? Kalau sudah mati, ya mati saja! Emang Lo mau bangkitin dia lagi, dan Lo minta servisan nya lagi? Kalau memang gak ada yg tahu, ya biarkan saja! Mungkin itu akhir dari kehidupan dia?" Ucap Lian lugas dan enteng.


Anton terbengong mendengar penuturan Lian.


"Lo gak takut kalau nanti masuk penjara?"


"Lah, buat apa takut? Gw kan gak bunuh dia! Dan kalau pun masuk, sekarang itu gampang Tol. Tinggal bayar aja polisi nya beres kan?" Ucap enteng Lian

__ADS_1


"Lo bilang apa tadi? Lo nyebut gw Tol? Lo pikir gw jalan Tol, hah?" Kesal Anton


Lian terkekeh kecil melihat teman nya ngamuk.


"Eh, Lo pikir gw juga kutu beras? Lo juga kan tadi nyebut gw kutu kupret? Emang Lo pikir gw apaan? Masih mending gw namain Lo, dengan sebutan Tol. Kan sama kayak belalai Lo tuh!" Kelakar Lian sambil tertawa terbahak bahak.


Bugh


Bugh


Anton memukul badan Lian dengan bantal sofa berkali kali, sampai Lian mengambil bantal itu dan nelempar nya.


"Udah lah, kalau Lo kesini cuma mau bilang itu, sebaiknya Lo balik! Gw masih harus meeting lagi nanti. Soal wanita itu biarkan saja! Kalau nanti ada apa apa baru kita bertindak. Tapi, selagi aman ya biarkan saja! Toh itu kesalahan dia ini?"


Anton pun pergi dari ruangan Lian.


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


Saat ini Juwi sedang bersiap untuk makan siang bersama dengan Jojo. Dia tengah mematut dirinya di cermin untuk memastikan make-up dan juga penampilan nya.


"Duh, kok gw nervous ya? Jantung gw juga udah disko begini?" Gumam Juwi sambil memegang dada nya.


Maklum guys yg mau di lamar๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


Tok


Tok


Tok


"Masuk." Ucap Juwi


"Maaf Mbak, Juwi. Di luar ada pak Jojo." Ucap Lala salah satu karyawan Resto


Juwi mengangguk lalu melangkah keluar dari ruangan nya, dengan hati berdebar Juwi berjalan menuju ke arah Jojo yg sudah menunggu nya di salah satu kursi resto.


"Sudah siap?" Tanya Jojo yg terpana dengan kecantikan Juwi.


"Sudah."

__ADS_1


Jojo mengulurkan tangan nya untuk menggandeng tangan Juwi. Dan dengan senang hati Juwi menyambut nya. Mereka pun berjalan menuju parkiran dan masuk kedalam mobil Jojo.


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


Saat ini Tania dan Mama sedang berada di Mall untuk membeli tas yg Mama mertua nya mau.


Tadi pagi Mama nya Lian meminta Tania menemani nya untuk membeli tas branded keluarkan terbaru. Jadi mau tak mau Tania pun mengantarnya.


"Ma, Tania mau ke toilet dulu ya!" Ucap Tania saat mereka duduk di kursi dekat tangga eskalator.


"Baiklah, Mama tunggu sini ya!"


Tania mengangguk lalu melangkah mencari toilet. Setelah menemukan nya, Tania pun masuk kedalam toilet tersebut


Bruk


Tania bertabrakan dengan seorang ibu ibu yg baru keluar dari dalam toilet.


"Maaf Bu, saya gak sengaja! Maafkan saya." Ucap Tania


"Gak papa Nak! Ibu juga salah." Ucap Ibu ibu berhijab hijau tersebut.


Tania membantu memunguti belanjaan yg tercecer, tapi mata ibu itu tertuju pada tanda lahir yg ada di bagian pundak Tania.


Sebab saat ini Tania memakai drres dengan lengan tali tipis.


"Ini Buk, sekali lagi maaf ya! Kalau begitu saya pamit masuk dulu." Ucap Tania


Ibu itu mengangguk dan Tania pun langsung masuk ke kamar mandi. Tapi wanita itu masih memandang ke arah Tania.


"Mi, kenapa lama sekali? Ayo pulang. Clara sudah sampai di bandara katanya, kita kan harus jemput Clara?" Ucap pria setengah abad yg ternyata suami nya.


"Tapi Pih, itu...."


"Iya, nanti kita belanja lagi. Kalau telat nanti Clara ngambek!"


Ibu itu pun pergi dengan hati masih bertanya tanya.


'Siapakah gadis itu? Apakah dia.....'

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2