
Happy Reading 😘😘
Sejak dari pagi Tania terlihat lesu dan tak bersemangat. Dia juga terlihat lebih pucat. Lian yang melihat itu menjadi khawatir.
"Sayang, kita kerumah sakit sekarang ya?" Ajak Lian
Tania mengeleng, dia tak suka dengan aroma rumah sakit. Lebih tepatnya dia tidak suka tempat itu, karena bagi Tania tempat itu bisa bikin semua senyum musnah.
"Yasudah sekarang kamu istirahat saja di kamar pribadi aku! Biar aku nanti telpon dokter untuk kesini."
Lian pun membawa Tania ke kamar pribadi nya yang ada di ruang kerja nya. Kemudian dia menelfon Jojo untuk memanggil dokter.
"Kamu kenapa sih sayang? Biasanya juga kamu gak begini? Sekarang kamu makan dulu ya? Aku pesenin ke OB!" Ucap Lian
Tania menggeleng, saat ini dia tak ingin makan nasi. Rasanya lidah Tania terasa pahit dan dia juga merasa eneg jika mencium bau masakan.
"Lalu, mau nya makan apa? Kamu kan harus sarapan sayang?"
"Eum, aku mau buah sayang!"
"Buah? Buah apa?" Tanya Lian
"Aku mau buah Srikaya sayang!"
"Buah Srikaya? Buah apa tuh?" Bingung Lian
"Itu loh Sayang, bentuk nya kayak buah sirsak! Tapi buah nya cuma sebesar buah apel. Tanya aja sama tukang buah nya pasti tahu!" Jelas Tania.
Tok
Tok
Tok
"Tuan, dokternya sudah datang!" Ucap Jojo di luar kamar.
Kriiet
Lian pun membuka pintu nya, dan mempersilahkan dokter wanita itu masuk dan memeriksa Tania.
__ADS_1
Jojo pamit kembali keruangan nya, sedangkan Lian berada di kamar itu untuk mengetahui keadaan istrinya.
"BukTania, apa sudah datang bulan?"
Tania terlihat berpikir, tapi seketika mata nya menbulat. Dia pun menggeleng ke arah dokter itu.
"Belum Dok! Harusnya sih 2 minggu yang lalu?"
"Dok, sebenernya istri saya itu sakit apa?" Tanya Lian
"Buk Tania tidak sedang sakit pak! Selamat ya Pak Lian, Buk Tania. Sebentar lagi Bapak dan Ibu akan menjadi orang tua!"
Tania dan Lian saling melirik satu sama lain, kedua mata mereka melebar dengan tatapan tak percaya.
"Dok, mak-sud anda sa-saya Hamil?" Tanya Tania dengan gugup.
"Betul Buk! Sekali lagi, selamat ya Buk."
Lian segera memeluk tubuh Tania dan mengecup wajah istrinya itu dengan bahagia. Dia bahkan tak perduli jika disana masih ada dokter Mita.
"Makasih sayang, makasih!" Ucap Lian sambil mencium pipi Tania berkali kali.
"Bodo amat! Yang penting saat ini aku bahagia! Yeeeaaayy..... Aku jadi Papa! Aku jadi Papa...." Teriak Lian sambil membentangkan kedua tangan nya.
Tania tersenyum melihat suaminya yang amat sangat bahagia. Dokter Mita pun pamit keluar dari ruangan itu, setelah memberikan resep vitamin buat Tania.
"Tunggu Dok!" Panggil Lian
"Iya Pak!"
"Begini Dok! Istri saya ini tak mau makan dok? Dia belum sarapan dari pagi? Kata dia kalau nyium bau masakan, dia akan mual? Dan tadi, dia malah minta buah Dok? Apa boleh belum sarapan makan buah?" Tanya Lian sambil melirik Tania.
Dokter Mita tersenyum mendengar pertanyaan Lian.
"Tidak apa Pak! Itu nama nya Buk Tania sedang mengidam Pak? Di turutin saja Pak, selagi tidak membuat Buk Tania mual."
Lian mengangguk paham, lalu dokter Mita pun pamit.
"Mas, yasudah beliin buah nya?" Pinta Tania
__ADS_1
"Yaudah, aku suruh Jojo dulu?" Ucap Lian sambil mengambil ponsel nya hendak menelpon Jojo. Tapi Tania segera mencegah nya.
"Aku mau kamu yang beli!"
"Apa! Aku yang beli?" Kaget Lian sambil menunjuk dirinya sendiri.
Tania mengangguk. " Iya lah, kan suaminya kamu sayang?"
Gluk
Lian menelan ludahnya dengan kasar, bukan nya ia tak mau. Tapi selama ini bahkan Lian tak pernah berbelanja buah.
Semua kebutuhan resto nya bahkan karyawan nya yang belanja.
"Baiklah" Jawab lesu Lian, dia pun berjalan hendak keluar pintu. Tapi seketika langkahnya terhenti oleh ucapan Tania.
"Sayang, kamu jangan cari di supermarket atau swalayan ya? Sebab buah itu gak akan ada di sana! Kamu cari nya ke pasar tradisional?" Ucap Tania.
"Apa! Pasar? Sayang kamu serius?"
"Iyalah, masa aku bohongan?"
Dengan langkah gontai Lian pun keluar dari ruangan nya. Dia bisa membayangkan bagaimana kotor nya pasar tradisional itu.
Seumur hidupnya, Lian tak pernah menginjakan kaki di pasar. Bahkan dia hanya lewat saja.
"Jo, kamu ikut saya!? " Ajak Lian
"Kemana Tuan?"
"Kepasar! Udah ayo..."
Bukan nya bangkit berdiri, Jojo malah terbengong mendengar ucapan Lian. Dia pikir jika Lian sedang konslet sebab habis di periksa dokter.
"Tuan, ngapain ke pasar?"
Lian tak menjawab nya, dia malah menarik tangan Jojo setengah menyeret. Dia gak mau menderita sendirian, jadi dia membawa Jojo.
Lagipun Lian tak paham dengan buah yang di minta oleh Tania.
__ADS_1
Bersambung......