
Happy Reading 😘😘
Lian masuk kedalam kamar dengan hati bahagia. Dia senang sebab sudah membuat perhitungan pada Hana.
Dia yakin jika Hana pasti sekarang lagi mengerang sakit, dan pasti nya Hana tersiksa dengan permainan ketiga pria berbadan tegap dan besar itu.
Atu mungkin Hana malah menikmati setiap hentakan ketiga pisang jumbo mereka.
Tapi Lian tak perduli. Baginya penderitaan Hana belum seberapa, dengan apa yg dulu dia lakukan pada Tania. Lian sudah berjanji pada dirinya sendiri, jika ia akan membalaskan rasa sakit Tania yg dulu.
"Tinggal satu lagi, yg harus ku beri pelajaran! Tapi, selama dia tak membuat ulah maka aku akan diam saja. Tapi, jika dia berani berbuat ulah. Maka dia akan bernasib sama seperti jal*ng itu!
Tak perduli jika dia ibu angkat nya Tania atau bukan. Karena dia tak jauh beda dengan anak nya itu?" Gumam Lian sambil mengganti baju nya dengan piyama tidur.
Setelah itu dia berjalan ke ranjang dan berbaring di samping Tania. Lian menyingkirkan anak rambut yg menutupi wajah cantik Tania.
"Aku akan bahagiain kamu sayang! Gak akan aku biarin kamu terluka sayang, walau hanya satu tetes air mata." Lirih Lian
Dia pun menutup mata nya sambil memeluk tubuh Tania.
🌹
🌹
🌹
__ADS_1
Byuurrr
Segayung air menyiram wajah Hana yg masih tertidur lelap. Hana bangun dengan sangat terkejut, dia pikir itu hujan deras tapi ternyata bukan.
Dia mengusap wajah nya yg basah, dan menatap seorang pria di hadapan nya dengan memegang gayung.
Wajah Hana seketika merah padam menahan marah, dia menatap tajam pria di hadapan nya itu yg tak lain adalah Anton.
"Heh! Maksud Lo apa hah? Kenapa Lo nyiram gw? Berani sekali Lo sama gw?" Bentak Hana dengan marah.
Anton berdecih, lalu mencengkram dagu Hana dengan kuat sampai Hana meringis sakit.
"Dengar ya jal* ng! Kau sudah tanda tangan kontrak. Dan tentu kau tahu bukan, apa yg harus kau kerjakan? Sekarang mandilah, sebentar lagi dokter akan datang untuk mengobati lukamu!" Ucap Anton
"Gak! Gw gak mau. Gw cuma mau pulang! Lepasin gw." Teriak Hana
Dengan sekali gerakan, Anton meremas kuat da.da Hana, membuat wanita itu memekik sakit. Dia mencoba melepas tangan Anton di salah satu buah da.da nya. Tapi Anton malah semakin memperkuat cengkraman nya.
Membuat Hana meringis sakit. Belum selesai rasa sakit akibat semalam. Kini harus menambah sakit yg baru lagi.
"Dengar ya wanita kotor! Kau tidak akan bisa keluar dari sini, sebelum masa kontrak mu habis. Dan jika, kau mau hidupmu aman dan selamat! Maka kau, harus menurut pada perintah ku! Dan kau harus melayani tamu ku dengan baik. Paham!" Bentak Anton sambil mendorong tubuh Hana hingga telentang di kasur.
"Aku tak sudi jika harus kerja begini?" Pekik Hana
"Hahhaha..... Kau tak ada pilihan lain Nona! Mangkan nya, kau jangan berurusan dengan Lian ataupun keluarga nya, jika hidup mu mau selamat!" Ejek Anton
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Anton keluar dari kamar Hana. Sedangkan Hana menangis pilu di dalam kamar nya.
Dia tak menyangka jika Lian setega itu. Dan membiarkan dia bekerja di tempat menjijikan ini.
"Aaaghhhhhh...... Aku hanya ingin merebut nya darimu Tania! Tapi kenapa aku yg malah menderita? Awas kau Tania! Semua gara gara kamu? Kamu sudah membuatku seperti ini, dan kamu akan menerima balasan nya dariku aaghhhhhh......" Hana berteriak sambil melempar bantal dan guling hingga bercecer di lantai.
"Baiklah! Aku harus ikuti peraturan di sini dulu. Setelah itu aku harus mencari celah untuk kabur." Gumam Hana sambil menghapus air mata nya.
Dia berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Walaupun Hana berjalan dengan sangat pelan, sebab area sensitif nya begitu sakit dan perih.
"Shiit, pasti luka nya sangat besar?"
20 menit Hana sudah selesai mandi, saat dia keluar dari kamar mandi. Hana melihat seorang wanita dengan setelan dokter sedang duduk di ranjang nya.
"Dengan Mba Hana! Sini berbaring Mba. Biar saya lihat luka nya." Ucap dokter yg bernama Susi itu.
Hana manut dan berbaring di ranjang dengan masih memakai handuk. Kemudian dokter Susi meminta Hana mengang.angkang untuk melihat luka nya.
Setelah itu dia mengeluarkan alat jahit untuk menjahit luka robek di bagian anu nya Hana.
Baru kali ini Hana merasakan area sensitif nya di jahit, dan itu sangat menyakitkan.
"Sudah Mba! Saya juga sudah menyuntikan cairan kb 3 bulan pada tubuh Mba Hana ya! Kalau gitu saya permisi."
Dokter Susi pamit keluar setelah tugas nya selesai.
__ADS_1
"Syukurlah, jika aku di KB. Setidak nya aku tak harus mengandung anak anak para bedebah itu?" Gumam Hana.
Bersambung......