
Happy Reading😘😘
Saat ini Lian dan Tania sedang bersantai di kamar nya dengan kepala Lian di paha Tania. Mereka sedang membicarakan rencana buat honeymoon nanti.
"Jadi, mau kemana sayang?" Tanya Lian sambil memainkan satu buah semangka Tania yg berada di depan wajah nya.
Tania yg sedang memejamkan mata, menikmati setiap sentuhan lembut lidah suaminya. Seketika membuka mata dan menatap Lian.
"Kita ke Korea saja ya! Aku mau ketemu oppa korea." Jawab Tania
Lian menghentikan hisap.an nya. Dia menatap Tania dengan tatapan tajam.
"Oppa? Gak! Kalau kamu mau kesana, untuk bertemu oppa mu itu? Maka aku gak akan bawa kamu kesana." Ketus Lian dengan wajah masam.
Tania terkekeh melihat suaminya begitu cemburu. Dia mengelus rambut Lian hingga pria itu kembali menenggelamkan wajah nya di belahan da.da Tania.
"Aku bercanda sayang! Kita, kesana karena aku belum pernah ke negri sana." Jelas Tania sambil menggigit bibir bawah nya dan menjambak rambut Lian.
Sebab Lian mengigit kecil coklat kemerahan itu, sehingga membuat Hana merasakan geli sekaligus nikmat.
"Baiklah! Kita akan kesana. Sesuai dengan permintaan ratu ku. Tapi, aku minta bayaran nya sekarang." Ucap Lian sambil mendorong tubuh Tania berbaring di sofa.
Dia langsung menyambar dua bukit kembar di hadapan nya dengan rakus, sementara tangan satu nya menyusup ke bawah deres Tania. Dan menarik kain segitiga itu.
Satu tangan nya dia masukan dengan gerakan pelan dan lama lama semakin cepat sesuai irama suara Tania yg mendes.ah nikmat.
Saat mereka sedang menikmati indah nya meraba raba. Tiba tiba ponsel Lian berdering, membuat pria itu terganggu dan membuang napas nya dengan kasar.
"Sayang, itu ponsel nya bunyi!" Ucap Tania sambil terus menarik ulur tangan nya di batang pohon kelapa Lian.
"Tanggung sayang, ganggu banget." Jawab Lian sambil mengarahkan kepala Tania untuk men servis batang kelapa nya.
__ADS_1
Tania pun menurut saja, karena dia gak mau mengecewakan Lian.
Lama kelamaan Lian terganggu oleh suara bising tersebut, dengan berat hati sambil menahan gejolak di tubuh nya akibat hisap.an di bawah sana, dia pun mengangkat telpon dari Jojo.
"Apa sih Jo? Apa gak bisa nanti saja hah!" Bentak Lian sambil memejamkan mata nya.
Jojo di sebrang sana sampai terkaget dan mengelus dada nya, saat mendengar Lian berteriak. Dia merasa takut, sebab pasti dia sudah mengganggu bos nya itu.
"Ma-maaf Tu-tuan. Saya hanya mau bilang soal Hana." Ucap Jojo dengan gugup
"Nanti saja. Kau ini ganggu aku saja sih!"
Tut
Telpon di matikan sebelah pihak oleh Lian. Dia tak mau *** *** nya di ganggu dulu.
🌹
🌹
Dia yakin maghrib tadi Jojo ingin mengatakan sesuatu yg penting pada nya. Apalagi saat mendengar nama wanita sundal itu di sebut.
"Ada apa kau tadi menelpon?" Tanya Lian saat sambungan telpon sudah terhubung.
"Maaf Tuan Muda, jika tadi saya mengganggu."
"Iya, kau memang sangat mengganggu! Tak kah kau tahu Jo? Aku sedang membuat adonan. Dan kau malah membuat mood ku ambyar!" Ketus Lian
Gluk
Jojo menegak ludah nya dengan kasar.
__ADS_1
'Pantas saja, tuan muda marah padaku! Ternyata dia sedang belah duren. Duh, ceroboh banget sih Jo!' batin Jojo merutuki kebodohan nya.
"Maaf Tuan! Saya hanya mau mengabarkan soal Nona Hana." Ucap Jojo di sebrang telpon
"Jangan kau sebut namanya di telingaku! Rasanya aku ingin muntah. Cepat katakan, apa yg wanita sundal itu lakukan?"
Lian bahkan tak mau mendengar atau menyebut nama Hana. Karena bagi nya Hana adalah wanita siluman jelmaan iblis. Sebab dia wanita jahat yg ingin menghancurkan kebahagiaan istri tercinta nya.
"Dia mengira jika Tuan Niko mengetahui perselingkuhan nya karena Nona Muda tuan."
"Bagaimana wanita sundal itu, bisa berpikir begitu?" Geram Lian
"Dari rekaman yg saya dengar. Dia mengira Nona Muda sudah menghubungi Tuan Niko dan mengadu pada nya, tentang keberadaan dia dan selingkuhan nya waktu itu. Dan dia juga, menyalahkan Nona Muda atas kehilangan bayi nya.
Sebab ia mengira jika Nona muda lah yg melaporkan nya ke Tuan Niko. Dia dan Ibu nya sedang merencanakan sesuatu untuk membalas dendam pada Nona Muda, Tuan!" Jelas Jojo
Lian meremas besi pagar balkon, dia tak Terima jika istrinya di sangkut pautkan dengan rumah tangga mereka. Dada Lian bergemuruh menahan amarah.
"Apa yg mereka renanakan?"
"Saya belum tahu Tuan. Mereka tak membicarakan nya!"
"Hm, kau pantau terus Jo. Sebentar lagi dia akan menerima balasan yg menyakitkan dari ku!" Ucap Lian
"Baik Tuan."
Tut
Telpon terputus. Lian menatap langit yg gelap dengan kelap kelip bintang di atas sana. Tangan nya masih terkepal kuat di pagar besi.
"Lihat saja kau wanita sundal. Akan ku buat kau sengsara, bahkan lebih sengsara! Sampai kau, menangis menciun kaki ku dan menangis darah meminta ampun di bawah kaki ku." Geram Lian dengan sorot mata penuh dendam.
__ADS_1
Lian memang menyuruh anak buah Jojo untuk memasang alat perekam di bawah ranjang Hana. Agar ia bisa mendengar apa saja yg wanita itu rencanakan.
Bersambung........