
Happy Reading😘😘
Budayakan like vote dan gift nya guys👍🌹😘agar othor semangat up💪💪
Hari ini Ibu nya Hana sudah bersiap siap untuk kerumah kediaman Arganendra. Dia akan menemui Tania dan meminta uang banyak pada nya.
Selama dalam perjalanan dia terus tersenyum bahagia. Dia sangat yakin jika Tania akan memberikan nya uang, sebab sebuah balas budi.
'Lihat saja, aku akan menguras harta suamimu?' batin jahat ibu Hana.
Dia selama ini memang tak pernah menyukai Tania, sebab baginya Tania hanyalah sebuah beban saat di bawa pulang suaminya dulu.
🌷
🌷
🌷
''Sayang, kamu sudah siap?'' tanya Lian
Hari ini dia akan mengajak Tania kerumah baru mereka, dan akan tinggal disana. Sejujur nya Mama Rena sudah mencegah agar Tania tetap tinggal di mansion Arganendra. Tapi, Lian menolak.
Walau bagaimana pun Lian harus sanggup menafkahi Tania dan memberikan nya tempat tinggal.
__ADS_1
Rumah baru mereka juga tak jauh dari mansion, hanya 15 menit saja sudah sampai. Lian memang sengaja membeli dekat dengan Mansion sebab jika dekat, maka Mama nya bisa main ke rumah nya, begitu pun sebalik nya.
''Kalian yakin, gak mau tinggal di mansion?'' tanya Mama dengan nada tak rela.
Mama memang sengaja meminta Tania dan Lian untuk tinggal di Mansion, sebab Mama sangat kesepian. Dan lagi Lian adalah anak tunggal.
Jika Tania dan Lian tak tinggal di sana, maka rumah akan terasa sepi. Tapi mereka juga tak bisa ikut campur dengan keputusan Lian.
Karena mereka tahu jika Lian sudah berkeluarga, dan Lian tahu apa yg menjadi terbaik buat istri dan anak anak nya kelak.
''Maaf ya Ma! Kalau Tania mah, ikut keputusan Mas Lian saja.'' ucap Tania
Mama dan Papa menghela napas dengan kasar. Mereka tahu jika Lian sudah memberi keputusan maka tak akan bisa di rubah.
''Ma, Pa. Tania pamit ya! Nanti Tania akan sering main kesini.'' ujar Tania sambil menyalami tangan kedua mertua nya.
''Iya, sayang. Kamu harus sering sering main kesini ya! Mama pasti kesepian? Lagian nih anak, ngapain juga sih bawa kamu pergi dari Mama.'' kesal Mama sambil menatap kesal pada Lian.
Saat Lian dan Tania akan menaiki mobil, tiba tiba di luar gerbang ada yg teriak teriak memanggil nama Tania. Lalu salah satu pengawal datang menghampiri mereka.
''Di luar ada apa?'' tanya Papa Wahyu
''Itu tuan besar, di luar ada wanita yg memaksa masuk. Dia ngaku ngaku sebagai ibu nya Nona Muda.'' jelas pengawal itu dengan wajah menunduk.
__ADS_1
Dia merasa takut pada Papa Wahyu sebab tak bisa menjaga ketenangan rumah ini.
Tania yg mendengar itu mengerutkan dahi nya. '' Mengaku sebagai ibu saya?'' tanya Tania heran
''Iya Nona Muda. Nama nya Buk Kusniah.''
''Kusniah! Pa, kalau gitu izinkan dia masuk.'' ucap Tania dan langsung di angguki oleh pengawal tersebut.
Mama, Lian dan Papa berpandangan satu sama lain. Mereka diam saja dan akan melihat siapa tamu yg tak di undang nya ke Mansion itu.
Tamu yg tak punya sopan santun, sebab sudah mengganggu ketenangan Kediaman Arganendra.
''Baik Nona Muda.'' Lalu pengawal itu pun pergi ke gerbang dan menyuruh satpam membuka kan pagar
Ibu masuk dengan wajah berbinar. Mata nya menatap kagum pada setiap sudut Mansion itu.
'Waaaah, ternyata sangat megah? Beruntung sekali si Tania itu? Dia bisa mendapatkan kemewahan seperti ini? Harusnya, rumah istana ini menjadi milik Hana. Dan harusnya, Hana lah yg menjadi menantu di rumah mewah ini? Bukan si wanita buluk itu?' batin Ibu Kus
Dia melihat Tania dan Keluarga suaminya berada di teras rumah. Sejujurnya dia gugup karena melihat pandangan tajam dari suami dan kedua mertua Tania.
Tapi, demi uang. Dia gak akan pulang sebelum mendapatkan apa yg dia mau.
'Lihat saja, akan ku kuras harta mu. Oh, salah. Harta suamimu? Hahaha....... ' batin Bu Kus dengan tawa menyeringai di dalam hati nya.
__ADS_1
Bersambung........