
Happy Reading 😘😘
Tok
Tok
Tok
Lian membuka pintu kamar nya, dan ternyata yg mengetuk adalah Mami Amanda.
"Ian, Tania mana?"
"Tania lagi tidur Mi."
"Oh begitu! Nanti kalau sudah bangun suruh makan siang ya! Mami mau kebawah dulu, soalnya masih banyak tamu."
"Iya Mi."
Saat Lian akan menutup pintu kamar, tiba tiba Jojo datang. Lian pun segera mengajak Jojo masuk dan membawa nya ke balkon.
Dia tak mau suara musik di lantai bawah masuk ke kamar dan membangunkan Tania.
"Bagaimana Jo?" Tanya Lian saat sudah berada di balkon.
"Tuan Muda! Saya tadi telfon RSJ nya. Dan ternyata benar, jika dia melarikan diri Tuan!"
"Apa! Bagaimana bisa?" Kaget Lian
"Mereka tak tahu pasti Tuan. Tapi, kemungkinan lewat tembok belakang. Sebab ada tangga di sana."
Lian terlihat cemas, apalagi saat mengingat ucapan Tania jika wanita tua itu membawa pisau.
"Jo, kerahkan anak buah untuk menjaga Mansion. Aku akan membawa Tania untuk tinggal di Mansion Papa dulu! Demi keselamatan nya."
"Baik Tuan."
Jojo lun pamit keluar kamar.
__ADS_1
Lian naik ke atas kasur dan berbaring di samping Tania. Dia mengelus perut buncit Tania.
'Pupu berjanji sayang. Pupu akan jaga kalian dengan nyawa Pupu sekalipun!' Batin Lian
Dia tak akan biarkan bahaya datang dan mencelakai Tania dan anak mereka. Dia akan berusaha dengan jiwa dan raga nya untuk melindungi Tania.
*******
"Mi, Pi. Lian dan Tania pamit dulu ya" Ucap Lian
Mereka akan pulang ke Mansion Arganendra.
"Kalian hati hati ya! Tapi, kenapa di depan ada banyak pengawal?" Tanya Papi
"Aku hanya mau menjaga mertuaku saja."
Mami dan Papi saling memandang satu sama lain. Mereka berpikir jika telah terjadi sesuatu hingga Lian memberikan pengawalan
"Ada apa Lian?" Tanya Papi
"Iya Ian! Ada apa?" Timpal Papa
Lalu dia pun menceritakan perihal tadi pagi saat Tania melihat Bu Kus, dan juga soal Bu Kus yg kabur dari RSJ.
Semua orang nampak sangat terkejut saat mendengar penjelasan Lian. Nampak raut wajah khawatir dari kedua orang tua Tania dan juga Lian.
Bahkan kini Juwi pun sedang merangkul sahabat nya itu. Juwi yg mendengar itu tentu sangat mencemaskan keadaan sahabat nya.
Pasalnya saat ini Tania tengah mengandung.
"Sayang, kalau gitu kamu jangan keluar rumah dulu! Mami jadi khawatir kalau gini?" Cemas Mami Amanda
"Iya Mi. Tania akan di rumah terus." Jawab Tania
"Mami dan Papi tenang saja! Lian udah siapin 20 pengawal untuk menjaga Mansion. Dan Lian juga gak akan biarin Tania keluar Mansion, sebelum orang itu tertangkap." Jelas Lian
"Iya, Ian. Papi juga akan bantu. Sebab Papi khawatir dia akan membahayakan Tania dan calon Cucu Papi? Apalagi kan dia sedikit gak waras?" Ujar Papi Arya.
__ADS_1
Setelah berbincang seputar keselamatan Tania, Lian dan keluarga nya pun pamit pulang ke rumah.
*****
"Sayang, kamu tidur duluan ya!" Ucap Lian
"Loh, Pupu mau kemana?"
"Bu. Pupu harus cek keadaan di luar dulu! Pupu gak lama ok."
Tania pun mengangguk, mengizinkan Lian untuk keluar.
"Bagaimana?" Tanya Lian saat berada di halaman, pada penjaga nya.
"Aman Tuan."
"Jaga dengan baik. Jangan sampai ada apa apa!"
"Baik Tuan Muda."
Lian pun kembali masuk kedalam rumah, tapi saat sampai di ruang tamu. Pak Wahyu dan Mama Rena memanggil nya.
"Iya Pa."
"Ian, kenapa wanita itu mengincar Tania?" Tanya Papa
"Entahlah Pa? Lian pun tak tahu pasti? Tapi, ada kemungkinan ini berhubungan sama Hana? Lagipun, dia memang tak pernah menyukai Tania?"
"Mama benar benar cemas sama Tania." Ucap Mama
Ketiga orang itu pun larut dalam pikiran nya masing masing. Mereka sangat mencemaskan Tania.
Saat mereka sedang fokus untuk keselamatan Tania. Tiba tiba mereka di kejutkan dengan suara teriakan dari kamar Lian.
Aaaaaaaaaa
Lian dan kedua orang tua nya langsung berlari menuju kamar Lian. Wajah mereka sangat tegang dengan rasa cemas yg teramat sangat.
__ADS_1
Bersambung......