ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Firasat


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Sudah 5 hari Tania dan Lian melakukan honeymoon di kota Seoul itu. Berbagai tempat sudah mereka jelajahi, dan selama di sana juga Lian tak pernah absen membuat adonan.


Dan selama itu pula Juwi merawat dan menemani Pak Hery di rumah sakit. Keadaan nya sangatlah lemah, dan semakin hari semakin menurun.


Juwi tentu saja ingin memberitahu Tania, tapi Pak Hery selalu melarang nya.


Pagi ini Juwi datang ke rumah sakit dengan membawakan bubur ayam buat Pak Hery. Tadi malam ia tak bisa menemani Pak Hery di rumah sakit, sebab badan nya kurang sehat.


Juwi bingung saat melihat suster dan dokter berlari dengan terburu buru menuju ruang ICU dimana Pak Hery di rawat.


Dia pun panik dan bertanya pada salah satu suster.


"Sus, apa yg terjadi? Papa saya baik baik saja kan?" Tanya Juwi dengan panik.


"Mbak tunggu di sini dulu ya! Pasien harus kami tangani, sebab kondisi nya anfal." Jelas suster tersebut lalu masuk kedalam ruang ICU.


Badan Juwi terasa lemas saat mendengar penjelasan suster itu, lalu air mata nya menetes tanpa bisa ia bendung.


Bruk


Badan nya luruh ke lantai sambil bersender di tembok samping pintu. Juwi menangis takut jika Papa nya kenapa napa.


"Ya Allah, selamatkan lah Papa! Ku mohon ya Allah, selamatkanlah ia." Pinta Juwi dengan suara yg nyaris tak terdengar.


Tak lama pintu terbuka, dokter Irwan keluar. Juwi berdiri dan langsung menanyakan keadaan Pak Hery.


"Dok, bagaimana keadaan Papa?"


Dokter Irwan menggeleng lemah, membuat Juwi memegang dada nya yg terasa sesak.


"Beliau ingin bertemu dengan anda Nona."


Juwi yg mendengar itu langsung menerobos masuk kedalam. Di lihat nya Pria paruh baya yg selama ini selalu menyayangi dia dan Tania, sedang berbaring lemah.


Juwi langsung menghambur memeluk tubuh ringkih itu.


"Jangan menangis Nak! Papa gak apa apa." Lirih Pak Hery

__ADS_1


Juwi menggeleng cepat dengan air mata yg mengalir deras.


"Nggak! Pokoknya Papa harus sembuh. Papa kan janji sama Juwi, kalau Papa sudah keluar dari sini. Papa mau ajak Juwi sama Tania jalan jalan ke taman?" Ucap Juwi dengan suara serak.


Pak Hery mengusap pipi Juwi dengan lemah. Dia tersenyum lalu mengusap air mata Juwi.


"Nak! Papa sudah tidak kuat lagi. Papa serahkan harta Papa pada kamu dan Tania! Semua sudah Papa urus." Ucap Pak Hery dengan napas yg mulai terasa sesak.


Juwi menggeleng cepat, dia memeluk tubuh Pak Hery seakan tahu apa yg akan terjadi pada pria itu. Juwi merasakan tubuh Pak Hery kejang kejang dengan dada naik turun.


Dia pun panik dan memanggil dokter.


"Dok.... Dok tolong...." Teriak Juwi


.


Dokter Irwan masuk dan memeriksa keadaan Pak Hery tapi suara nyaring terdengar jelas.


Tiiiiiiiiinnnnnn


Tangan Juwi menutup mulut seakan tak percaya dengan apa yg dia lihat, dia segera memeluk tubuh yg sudah tak bernyawa itu.


"Nggak! Papa gak boleh ninggalin aku sama Tania.... Pa..... Bangun Pa... Bangun! Ini gak mungkin. Dok, periksa dok." Pinta Juwi


Juwi semakin menjerit keras, dia memeluk tubuh itu dengan erat seakan tak percaya dengan apa yg terjadi.


"Nggak! Nggak mungkin. Papa masih ada. Papa masih.....".


Brrukk


Badan Juwi jatuh dan untung nya seseorang sudah menangkap tubuh nya, sehingga Juwi tak jatuh ke lantai.


" Dok, ada apa ini?" Tanya Jojo


"Maaf Tuan! Nona Juwi syok sebab Pak Hery sudah berpulang." Jelas dokter Irwan.


Degh


Jojo melihat ke arah ranjang pasien dimana tubuh Pak Hery sudah di tutup. Oleh kain putih oleh suster.

__ADS_1


Dokter Irwan pun segera mengurus kepulangan jenazah Pak Hery.


🌹


🌹


🌹


Prang


Tania tak sengaja mnyenggol gelas yg ada di meja. Perasaan nya tiba tiba saja menjadi tak enak.


Tania pun mengambil pecahan gelas itu tapi...


Sret


Tangan nya tergores beling kaca itu sehingga mengeluarkan darah.


"Aawwhh..." Ringis Tania


Lian yg baru saja keluar dari kamar mandi, kaget melihat tangan Istrinya terluka. Dia segera membawa Tania ke wetaple dan mencuci tangan Tania.


"Sayang, kenapa bisa luka?" Cemas Lian


"Gak papa Sayang! Hanya luka kecil saja. Itu, tadi aku gak sengaja nyenggol gelas. Terus pecah!" Jelas Tania


"Harusnya kamu jangan pungut! Biarkan saja sayang."


Tapi Tania tak menjawab, saat ini dia sangat kepikiran sama Pak Hery. Lian yg melihat itu segera memasang hansaplast di jari Tania.


"Apa yg kamu pikirkan?"


"Aku gak tahu Sayang! Tiba tiba aku keinget sama Papa?"


"2 hari lagi kan kita pulang?"


"Iya, aku tahu! Tapi, entah kenapa perasaan ku kok gak enak ya?"


"Itu hanya perasaan kamu saja! Sudah, kita turun yuk. Makan dulu."

__ADS_1


Tania pun mengangguk, walaupun sebenar nya dia amat sangat kepikiran dengan perasaan nya yg tiba tiba tak enak.


Bersambung.......


__ADS_2