ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
surat Gugatan


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Jojo menempatkan satu anak buah nya untuk selalu memantau gerak gerik keluarga Hana.


Dia ingin melindungi Tuan dan Nona muda nya, dari rencana jahat Hana. Sebab Jojo juga belum tahu pasti rencana apa yg akan di lakukan oleh wanita sundal itu.


Saat ini Lian dan Jojo sedang berada di kantor, sedangkan Tania berada di restoran nya. Lian dan Tania akan ke Korea 1 minggu lagi, setelah memeberi pelajaran pada Hana.


"Bagaimana Jo? Apa kau sudah mengetahui, rencana apa yg mereka rencanakan?" Tanya Lian sambil menatap layar laptop nya.


"Belum Tuan. Anak buah saya lagi berusaha menaruh alat penyadap di rumah mereka!" Ucap Jojo


Lian manggut manggut. Dia memang tak meragukan kemampuan Jojo. Tanpa harus Lian suruh harus apa, Jojo sudah tahu harus melakukan apa.


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


"Han, kamu jadi kan hari ini ke rumah Niko?" Tanya sang ibu


Hana yg sedang memoles bedak di wajah nya, menengok ke belakang.


"Iya Buk! Aku akan membuat dia bertekuk lutut lagi, di hadapan aku." Jawab Hana


Setelah selesai merias diri, Hana pun keluar dari kamar dan memesan taxi online. Tapi, baru saja ia membuka pintu rumah. Di depan nya sudah ada kurir yg mengantarkan surat untuk Hana.


"Permisi, apa dengan ibu Hana?" Tanya Kurir itu


"Iya, saya sendiri. Ada apa ya?"


"Ini, saya mau mengantarkan surat untuk buk Hana." Kurir itu memberikan surat berwarna coklat pada Hana.


Dengan dahi mengkerut Hana menerima surat tersebut, dan hatinya seketika berdetak tak beraturan saat membaca dari pengadilan agama.


Kurir itu pergi setelah Hana menerima surat nya.


"Dari siapa Nak?" Tanya Bu Kus


Hana tak menjawab, dia hanya menggelengkan kepala nya sambil membuka amplop itu.

__ADS_1


Saat dia membaca surat kertas putih di tangan nya, Hana dan ibu nya seketika mata mereka membulat dengan satu tangan membekap mulut.


"Buk, ini gak mungkin kan? Mas Niko menggugat aku, Buk!" Ujar Hana dengan tatapan tak percaya


Ibu nya Hana bersandar di daun pintu. Dia merasa seakan dunia terasa runtuh. Jika Niko menceraikan Hana, maka kemewahan yg mereka rasakan sudah pasti akan lenyap.


"Kamu harus segera menemui Niko, Han. Bujuk dia! Agar dia kembali pada kamu."


Hana mengangguk, lalu dia segera pamit pada sang ibu untuk kerumah Niko. Dia tak mau jika Niko menceraikan nya, dia gak mau kembali menjadi orang miskin.


'Awas saja kau Tania. Jika nanti Mas Niko sampai menalak ku, dan tak mau kembali padaku! Maka, aku pun akan membuat mu menderita.' batin Hana


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


Saat ini Tania sedang duduk di kursi nya dan memantau resto yg sudah beberapa minggu tak dia pantau.


Tania bersyukur sebab Juwi sahabat nya, tak lalai dalam memantau resto milik mereka. Hingga pemasukan setiap bulan selalu melonjak pesat.


"Tan, gimana rasanya belah duren?" Tanya Juwi sambil memakan cemilan nya.


Tania menoleh ke arah Juwi, dengan mata memicing.


"Kenapa? Apa kamu penasaran?" Ledek Tania


"Dih, ngapain juga! Tapi, iya juga sih." Kekeh Juwi


"Lo sengaja ya, naruh lengrie itu di koper gw?" Tanya Tania dengan tatapan menyelidik.


Juwi yg mendengar itu terkekeh kecil.


"Ya, kan gw cuma bantu! Bantu, biar tuh singkong pak Lian cepat berdiri. Hahahahaaa......." Juwi tertawa terbahak bahak sampai keselek cemilan di mulut nya sendiri.


"Syukurin. Mangkan nya, jangan suka jail."


"Ah, elah. Tapi Lo suka kan? Pasti punya Pak Lian super jumbo ya? Kayak apa sih? Gw jadi penasaran?" Goda Juwi sambil menerawang menatap langit langit ruangan nya.


Plak

__ADS_1


Tania melempar berkas ke arah muka Juwi. Membuat wanita bertubuh sintal itu mendelik dengan tajam, dengan bibir mengerucut 50 senti.


"Lo mah, ganggu hayalan gw aja!" Protes Juwi


Padahal dia tadi lagi mikirin belalali super jumbo.


"Wedan koe! Itu singkong suami gw yg Lo bayangan Juwita MAHARANI. Mau gw jitak pala Lo hah? Kalau Lo mau bayangin belalai. Sana, punya Jojo aja! Pasti lebih Polll......" ketus Tania


Dia gak rela jika belalai suaminya di bayangkan oleh wanita lain. Walaupun itu sahabat nya sendiri.


"Iya juga ya! Tapi, tar gw napsu gimana?"


"DL. Alias derita Lo!"


Juwi berdecak sebal. Tapi pikiran kotor nya terpokus memikirkan belalai panjang milik Jojo. Dia jadi senyum senyum sendiri.


Tania yg melihat itu hanya geleng geleng kepala. Dia heran dengan piktor Juwi. Alias pikiran kotor nya. Padahal Juwi dan Jojo sama sama cocok.


Drrrtt


Drrrtt


Drrrtt


Ada panggilan masuk dari Lian, Tania langsung mengangkat nya.


"Hallo sayang." Ucap Tania


"Hallo, sayang. Kamu lagi apa?"


"Aku lagi ngecek pemasukan aja! Kenapa sayang?"


"Makan siang bareng yuk! Aku tunggu di restoran Delima. Nanti ada sopir yg jemput kamu ya! Jangan lupa. Bawa temen kamu sekalian, soal nya aku juga bawa jojo."


"Iya sayang! Siap."


Setelah telpon terputus Tania bersiap untuk pergi, dia juga mengajak Juwi bersama nya.


Tania tahu Jika suaminya berencana mendekatkan Jojo dan Juwi. Agar mereka dekat.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2