ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Aku Kangen


__ADS_3

Happy Reading😘😘


''Ada apa Tan?'' tanya Juwi saat dia masuk kedalam ruangan nya Tania.


''Gimana? Apa dia sudah pergi?'' tanya Tania, dia begitu tak nyaman dengan kehadiran Niko.


''Udah, Lo tenang aja! Si macan tutul sudah pergi. Udah gw usir tadi, di tambah gw injek tuh kaki nya hahaa...'' ucap Juwi dengan raut wajah kesal


Tania tertawa mendengar ucapan Juwi. Dia bisa bayangin gimana sakitnya Niko saat Juwi menginjak kaki nya tadi.


''Gila, jahat banget Lo.'' ledek Tania


''Gw jahat? Yang ada tuh macan yg jahat Tan? Masih untung bukan telor sama burung nya yg gw sleding.'' geram Juwi


Tania semakin tertawa, dia begitu beruntung memiliki sahabat seperti Juwi. Dimana wanita itu selalu ada buat dirinya, dan membantunya dalam keadaan apapun.


''Makasih ya, Wi.''


''Sama sama. Lo mah kaya sama siapa aja? Lo tahu? Gw tuh gak habis pikir deh sama tuh macan? Kok dia dengan gak punya malu nya, ngajak Lo rujuk? Nih, ya! Kalau sampai Lian tahu, bisa abis riwayat tuh macan?'' ucap Juwi panjang lebar.


Tania terdiam mendengar nya. Dia membenarkan apa yg di katakan Juwi barusan. Dia juga gak habis pikir, kenapa Niko mengajak nya rujuk kembali. Padahal selama ini Niko bahkan tak pernah mencintai Tania, dan tak pernah menganggap nya.


🌷


🌷


🌷


Pagi ini Tania masih bersantai di rumah, ia akan ke resto saat makan siang. Sebab hari ini dia harus ke penangkaran ikan buat membeli stok ikan dan seafood yg lain nya, yg habis di resto.


Tania juga sudah melupakan kejadian kemarin. Dia menganggap kejadian itu hanyalah sebuah angin lalu.


Tania pikir mungkin otak Niko lagi konslet, sehingga mengajak nya rujuk.

__ADS_1


Di dalam rumah Tania tak pernah memakai baju panjang. Dia selalu memakai hotpants dan thank top. Sebab di rumah itu hanya ada Juwi dan Mbok Yem saja.


''Mbok.... Mbok Yem....''panggil Tania sambil berjalan menuruni tangga.


Tapi dia tidak menemukan keberadaan Mbok Yem di mana mana. Tania pun melangkahkan kaki nya ke dapur, namun ternyata Mbok Yem juga tak ada di sana.


''Mbok Yem kemana ya? Apa mungkin ke pasar? Atau beli sayur?''


Tania pun menekan no Mbok di ponsel nya, dan tak lama telpon pun tersambung. Dan ternyata Mbok sedang ke pasar membeli sayuran yg habis di kulkas.


Setelah menelpon, Tania melangkah ke arah kulkas. Lalu mengambil mangga dan memblender nya menjadi juz buah.


Dia tak sadar, jika di belakang nya ada seseorang yg berdiri memperhatikan gerak gerik nya dengan mata yg menatap lapar, dan menahan gejolak.


Grep


Hampir saja blender yg Tania pegang jatuh, sebab ia terkejut dengan pelukan di pinggang nya.


''Kak Lian...'' kaget Tania sambil mematikan tombol off.


Lian terkekeh kecil mendengar pertanyaan yg begitu banyak dari mulut sexy milik Tania.


''Sudah nanya nya?'' Tania jadi merah malu mendengar ucapan Lian. Dia baru sadar jika dari tadi nyerocos mulu


''Aku kangen, mangkan nya aku ke sini! Tadi ketemu Mbok di luar pagar, katanya mau ke pasar. Jadi aku masuk deh. Eh, pas aku masuk! Aku di suguhin pemandangan yg begitu indah.'' ucap Lian dengan nada menggoda sambil melirik ke belahan dada Tania yg sedikit menyembul.


Tania mengikuti arah pandang Lian. Seketika membuat wajah nya bersemu merah. Dengan cepat Tania menutup bagian depan nya, dengan kedua tangan.


''Iiiish, dasar mesyum. Tania mana tahu kalau kakak kesini? Kalau Tania tahu, ya Tania ganti baju!'' lirih Tania dengan memalingkan wajah nya karena malu.


Lian terkekeh kecil, lalu menarik pinggang Tania agar semakin menempel pada tubuh nya. Perlakuan Lian membuat Tania semakin gugup, bahkan detang jantung nya semakin nyaring terdengar.


''Kak apa yang ka--''

__ADS_1


Belum selesai Tania bicara, Lian sudah menyambar bib.ir sexy Tania, dengan satu tangan yg menahan tengkuk leher wanita itu.


Tania tak bisa berkutik, apalagi posisi nya dalam dekapan Lian. Dia hanya bisa pasrah menikmati setiap inci rongga mulut Lian.


Menikmati rasa manis mint yg beradu dengan mulut nya. Tania memejamkan mata nya, meresapi setiap sentuhan bibir lembut itu. Dia membuka mu.lut nya, membiarkan Lian menjelajahi di dalam mulut.


Hingga 3 menit cium.an itu terlepas, mereka meraup napas banyak banyak. Sebab mereka juga menahan gejolak di dalam tubunya masing masing.


''Jangan berpakaian seperti ini, jika di hadapan pria lain?'' ucap Lian sambil merem.as 1 buah semangka Tania. Membuat wanita itu memejamkan mata sejenak.


Tania mengangguk, lalu mereka pun berjalan ke ruang tv untuk meminum juz yg Tania buat tadi.


''Kenapa belum ke resto?'' tanya Lian mencoba mencairkan gejolak yg sudah di ubun ubun.


Bagaimana tidak ngiler. Dia di suguhkan dengan pemandangan indah yg menampilkan paha mulus dan buah semangka kembar milik Tania. Mati matian Lian menahan nya.


Dia tak mau unboxing sebelum halal. Tapi kalau gerpe gerpe sedikit mah boleh kali ya wkwkwk


''Aku mau ke area penangkaran ikan dulu sayang! Mau beli stok buat di resto.''


''Sama siapa?''


''Sendiri lah.''


''Aku antar.'' Tania mengangguk saat mendengar Lian akan mengantar nya.


Setelah minuman habis, Tania pamit ke kamar untuk mandi dan bersiap siap. Dia meninggalkan Lian di ruang tamu sendiri.


Sebenar nya Lian ingin menanyakan perihal kedatangan Niko kemarin ke resto. Tapi Lian ragu, dia gak mau nantinya Tania malah kepikiran.


Lihat saja kau bede.bah. Aku gak akan maafin, jika berani mengusik calon istriku? batin Lian dengan geram


Lian tentu tahu kejadian kemarin. Sebab Lian menempatkan mata mata sekaligus bodyguard untuk menjaga Tania. Dan itu tanpa Tania ketahui.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2